“Bas, kau harus panggil supir untuk mengantarmu pulang,” ujar Adit melihat kondisi Bastian yang mabuk berat malam ini. Bastian tidak mengindahkan perkataan Adit, dia terus menenggak minuman yang ada di hadapannya. Entah sudah botol ke berapa yang diminumnya malam ini. Bastian tidak tahu bagaimana lagi cara menghilangkan Wulan dari pikirannya, bahkan dalam keadaan mabuk seperti ini Wulan masih saja merajai pikirannya. “Sudahlah Bas, cukup, ayo kita pulang. Kau sudah terlalu banyak minum,” ujar Tio mengingatkan Bastian. “Pergilah jika kau ingin pergi,” tolak Bastian tidak memedulikan omongan Tio. Tio, Adit, dan Abi hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku Bastian yang tidak seperti biasanya. “Ada apa dengannya? Sebenarnya apa yang membuat Bastian seper

