Hilang Fokus

1274 Words

    Bastian sedang duduk melamun di sofa ruang tengah apartemennya. Ia tidak dapat tidur semalaman memikirkan ketidaknyamanan di antara dia dan Wulan. “Bagaimana aku dapat bekerja dengannya? Aku bahkan tidak sanggup menatap matanya,” ujar Bastian lirih.   Bastian memijit keningnya pelan, kemudian ia perlahan mengambil secangkir kopi yang ada di hadapannya dan menyesapnya perlahan. Tak lama Bastian mendengar suara pintu kamar dibuka dengan pelan, ia menengadahkan kepalanya melihat ke arah sumber suara.   ‘Mau ke mana dia sepagi ini di hari libur?’ batin Bastian saat melihat Wulan mengendap keluar kamar pukul tujuh pagi.   Mata Bastian bertemu tatap dengan mata Wulan. “Hei, kau mau ke mana?” tanya Bastian tak dapat membendung rasa ingin tahunya.   Seperti yang sudah diperkirakan Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD