13

1060 Words

Adrian keluar dari kamar mandi dengan handuk di kepala. Dia berdiri di depan cermin, mengeringkan rambutnya. Lalu dia teringat kejadian tadi sore di rumah Marcela. Adrian mengacak-ngacak rambutnya dengan kasar. "Astaga, ngebayangin aja nggak kalah deg-deg annya sama pas kejadian tadi." Bisiknya pelan sambil memegang d**a sebelah kirimya. Dia teringat saat wajahnya berhadapan dengan Marcela yang berjarak hanya satu jengkal. "Kenapa sih jantung berdebar terus, ada yang salah kayaknya sama jantung gue." Katanya lagi, kali ini sambil mengusap d**a sebelah kirinya yang sedari tadi dia pegang. "Apa ada baiknya besok gue cek up ke dokter aja kali ya." Dia Lalu berjalan ke lemari, mengambil satu kaos dan memakainya. Tiba-tiba dia teringat satu kejadian lagi. "Ya ampun, kenapa juga tadi pake acar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD