22

1116 Words

Adrian sudah siap dengan setelan jas dan tas laptop di tangannya. Dia berjalan keluar, sudah waktunya dia berangkat ke kantor. "Ryan." Panggil Stephanie. Adrian menoleh. Terlihat Stephanie masih berdiri di tangga dengan wajah bangun tidur, lalu berlari menghampiri Adrian. "Kenapa, Steph?" "Gimana kemarin? Kamu behasil mengejar Marcela?" "Iya, aku ketemu di jalan kemarin, untung dia belum jauh dari sini." "Terus gimana? Kamus udah jelasin ke dia soal Olivia? Dia percaya kan?" Tanya Stephanie penasaran. "Aku udah jelasin, tapi belum sempet semuanya, karena taksi online nya keburu dateng, dan dia langsung buru-buru naik." Jawab Adrian dengan muka sedih. "Kamu harus jelaskan lagi, yan. Jangan sampe dia salah paham." Kata Stephanie. Enatah kenapa dia juga merasa sedih melihat sepupunya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD