Demi Mama

1258 Words

Sakti menatap cemas ke arah Agnes. Pagi-pagi, ia mendapati wajah Mamanya pucat. Batuknya semakin parah bahkan sudah diringi sesak napas akut. "Bang, kita bawa Mama ke rumah sakit sekarang!" pinta Sakti tidak ingin terjadi apa-apa pada mamanya. "kamu pesan taksi onlen sekarang!" kata Mahen mengamini permintaan Sakti karena ia juga sangat khawatir dengan kondisi Mama Agnes. Sakti sibuk mencari taksi online via aplikasi sedangkan Mahen sibuk mempersiapkan keperluan sang Mama. "Sak, gak usah!" tolak Agnes saat tahu dirinya akan dibawa ke rumah sakit. "Enggak, Ma. Mama harus sehat," ucap Sakti. "Tapi Mama gak pa-pa, Sak," bantah Agnes kembali dengan suara lirih hampir tidak tidak terdengar.   Tubuhnya sudah semakin lemah. Pandangannya semakin kabur, suaranya perlahan mulai menghilang. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD