Mencintai Dalam Diam
Belvira Ataya Seorang gadis cantik memakai setelan crop top,dengan rambut yang di biarkan tergeray.dia berlari dari arah anak tangga menuju halaman belakang,
Setiba di halaman belakang dia menabrak laki laki yang berjalan di depan membawa ember yang berisi semen bercampur tanah.
Bruk dug..
Belvira yang kerap di panggil El itu berteriak dan memaki si pria,sebut saja dia Matteo sadewa.seorang pekerja kuli bangunan yang sedang merenovasi rumah Pak rangga,ayahnya Belvira
"Heh kuli!!"teriaknya pada matteo
"Lo itu kalau jalan pakai mata bukan pakai dengkul?". Ucapnya bersungut sungut sambil berdiri.
"Maaf non". Jawab pria sambil menundukan kepalanya.
"Enak aja lo minta maaf kuli,pokonya lo ga akan gajihan minggu ini,"
"Maaf non,yang menggaji saya itu Tuan Rangga,bukan nona. Satu lagi bukan saya yang salah,tapi nona" tunjuknya.
"Heh kuli lo siapa?,lo ga liat baju gue kotor,kaki gue penuh dengan campuran tanah ini," Bentaknya.
Tiba tiba Pak Rangga datang menghampiri, dari ruang tamu tadi. beliau mendengar teriakan sang putri semata wayahnya.
"Ada apa ini?El apa yang kau lakukan disini?kau membuat kekacauan?"tanyanya.
.
"Pah nih liat,baju El kotor semua gara gara si kuli rese ini," jawabnya dengan ketus sambil menunjuk Matteo.
Matteo pun menyela sebelum si nona ini ngadu yang tidak tidak.
"Maaf tuan menyela,jadi ceritanya begini. Tadi saya lagi membawa adukan,terus non El nya berlari dari dalam rumah. Dan ketika di luar dia menabrak saya,dan embernya pun jatuh dan tumpah terkena baju non El tuan,"jelas Matteo
"Oh iya sudah, El kamu masuk dan bersihkan badanmu,Matteo kamu bisa lanjut lagi bekerja."tutur Pak Rangga.
"Awas lo!, tunggu pembalasan gue". Ucap belvina yang masih bisa di lihat gerakan mulutnya oleh Matteo.
***
Waktu tak terasa hingga jam menunjukan pukul empat sore,semua pagawai bersiap siap untuk pulang,termasuk Matteo.
Matteo memutuskan untuk langsung ke kampusnya,karna dia bekerja membawa ransel besar berisi baju bersih, laptop dan beberapa buku keperluan kuliahnya. Dia sengaja membawanya,biar selesai bekerja langsung ke kampus . Walau cuman satu mata kuliah,dia tetap harus semangat. Cape sudah pasti,tapi tak apa untuk meraih cita citanya menjadi seorang arsitektur.
Matteo mengambil jurusan arsitek,Matteo hidup di panti asuhan sejak bayi. dia pun tidak tau siapa orang tuanya,dan mengapa dia di buang. Ketika mencari taupun,ibu panti hanya memberikan satu kertas yang berisi namanya yaitu " MATTEO SADEWA" .
Tak ada petunjuk lain selain dua kata itu, Matteo bekerja di saat dia berusia lima belas taun,saat menduduki bangku SMA, dia bersekolah. Saat pulang sekolah dia bekerja sebagai waiters di cafe. Setelah kelulusan dia di ajak temannya untuk bekerja sebagai kuli bangunan, lumayan gajihnya seminggu sekali. Tergolong besar ketimbang jadi waiters ,sungguh miris bukan hidup Matteo .