Sudah satu bulan Tana bekerja di sebuah panti jompo. Semuanya berjalan lancar. Ia supel hingga mudah membaur. Banyak lansia yang langsung jatuh hati karena keramahannya.
Kecuali wanita paruh baya itu. Tana perhatikan ia selalu terlihat melamun. Pagi hari ia akan berjemur dan ketika matahari sudah tinggi ia kembali masuk ke kamarnya. Tana kasihan melihat tubuh ringkihnya.
Seperti pagi ini, Tana melihat Evelyn--wanita paruh baya itu sedang berjemur meski matahari sudah sangat terik.
"Oma mataharinya sudah tinggi, sudah gak baik untuk tubuh. Ayo masuk saya antar" ucap Tana ramah duduk di samping Evelyn.
Evelyn bergeming. Tetap duduk dengan pandangan lurus ke arah gerbang.
"Oma menunggu seseorang?"
"Jangan panggil aku Oma, aku belum punya cucu" ucap Evelyn tanpa mengalihkan pandangannya.
"Baik, jadi Tana harus panggil apa?" tanya Tana menyentuh bahu Evelyn lembut. Evelyn menoleh merasakan sentuhan Tana di bahunya.
"Mami, anakku biasa memanggil seperti itu" Tana mengangguk mengerti. Ia seperti melihat kesedihan saat Evelyn menyebutkan anak.
"Kalo begitu, mari kita masuk mataharinya sudah tinggi" bujuk Tana. Evelyn menggeleng.
"Aku ingin menunggu anakku"
"Kita tunggu di dalam saja, nanti Tana temani" Evelyn kembali menggeleng.
"Anakku, Elrama dia sudah janji akan segera menjemput. Sudah beberapa hari aku tunggu dia tidak datang juga" Evelyn menatap Tana dengan mata yang berkaca - kaca.
"Dia sepertinya ingin membuangku" akhirnya air mata Evelyn jatuh. Tana langsung menghapusnya dengan kedua jari jempolnya.
"Mungkin dia belum sempat, Mi" Tana mencoba memberi pengertian.
"Aku sudah tua dan merepotkan. Jadi aku dibuang kesini. Aku tidak punya siapa - siapa sekarang" Tana kembali mengusap lembut bahu Evelyn yang bergetar.
"Mami tidak sendiri. Lihat kita semua disini adalah keluarga. Kita akan saling membantu, tidak ada yang merepotkan dan di repotkan. Anak Mami mungkin belum sempat menjemput" Tana membiarkan saja Evelyn menangis dalam pelukannya. Setelah di rasa tenang ia mengajak Evelyn masuk ke dalam.
"Kita masuk, Mi" Evelyn mengangguk