Rindi dan Andi, sedang dalam perjalanan pulang dari rumah Pram. Naik motor bebek berwarna putih. Ketika, masuk ke kawasan perumahan mereka—Rindi segera terbelalak. Terkejut dengan apa yang dilihatnya. “Astagfirullah, Mas! Itu—ular kok bisa besar banget?!” pekik Rindi. “Ular apa, Rin?” “Itu, Mas. Badannya besar, seperti rumah tingkat di sebelah itu.” “Hm.. Aku enggak bisa, lihat, Rin.” “Serius, Mas? Jadi, ini bukan ular sungguhan?” “Hehe. Rin.. Kalau ada ular sebesar itu di perumahan kita—sudah jelas, kita akan terjebak dalam perutnya.” “Ah, iya juga.” Di detik selanjutnya, mereka tiba di rumah. Rindi masih terus ternganga. Melihat badan ular, yang ternyata melintas di depan rumahnya. Sangat besar. Sehingga, Rindi tidak melihat ekor ataupun kepalanya. Hanya badannya saja. Andi menco

