Kucing Hitam Dalam Perkemahan

2029 Words

Andi mendesah panjang. “Apa mungkin, dia ada keturunan dari Kakekku, Ya, Rin?” “Entahlah, Mas. Yang pasti—akhir-akhir ini, Diko agak aneh sikapnya. Setiap naik motor, dia selalu minta di tutup matanya. Jalan juga, seringnya menunduk. Seperti sekarang itu, Mas. Coba kamu lihat.” Andi melihat Diko, yang tengah berjalan ke arahnya. Dan, benar saja seperti yang di katakan Rindi. Diko berjalan dengan kepala menunduk. “Ayah..” panggil Diko. Andi tersenyum. “Senang mainnya?” Diko mengangguk. Dan, tertawa cekikikan. “Diko, kenapa kok jalannya menunduk? Ada yang di lihat sama Diko?” Diko menggeleng. “Diko takut sesuatu?” Sekali lagi, Diko menggeleng. Andi hanya mampu mendesah singkat. “Ya Sudah. Diko masuk dulu, ya? Istirahat.” Diko berlari masuk ke dalam rumah. “Bagaimana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD