Setelah beberapa hari menyiapkan pernikahan, tibalah waktu yang ditunggu oleh keluarga besar Langit dan Mentari, hanya teman bisnis orang tua mereka dan sahabat terdekat mereka saja yang datang. Hari itu setelah sekian lama, Langit bertemu kembali dengan ayahnya atas permintaan bunda Nessa yang ingin didampingi oleh Ayahnya. Mau tidak mau Langit terpaksa mengikuti kemauan sang bunda. "Muka lo kusut." Celetuk Mentari. "Diam lo!!" Langit melotot Mentari diatas pelaminan mereka. Kedua mempelai itu seakan menjadi raja dan Ratu sehari, dengan berdiri menyambut tamu mengucapkan banyak selamat pada mereka, membuat mereka pegal karena harus berdiri sejak tadi. "Gw bilang bokap ya, lo marah." "Ancam aja." "Biarin." Ucap Mentari dengan bibir maju kedepan. "Itu yang sama bunda Nessa bokap lo

