26. NASI KUNING

1881 Words

Langit datang dengan kantong berisi dua bungkus nasi kuning di tangannya. Mungkin yang tidak pernah berubah laki-laki itu galak dan dingin. "Ini ambil dua piring sekarang. Jangan lupa sendoknya." Kata Langit dengan nada memperintah. "Kenapa enggak lo aja..!! Lagian lo kan yang beli sekalian dong siapkan." Sahut Mentari asal seraya duduk dengan dua kakinya naik diatas meja depan televisi. "Kamu itu istri, jadi kamu harus lakukan apa yang aku katakan." Langit menghampir Mentari sembari menunjukkan tatapan intens pada Mentari. Tak lupa dengan kedua tangannya berkacak pinggang. "Idih... Mentang-mentang suami. Bisa seenaknya lo." Mentari mencibik muka masamnya, dia mendongakan mukanya kearah Langit yang yang berdiri tegak di hadapannya. "Kamu mau protes!! Berarti Kita enggak jadi belanja ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD