15. PATAH HATI

1571 Words

"Dari mana lo?" Langit berkata dengan suara yang keras, pria itu sudah dari tadi gelisah akibat perginya Mentari tanpa memberitahunya. Langit berdiri dengan tangannya masuk kedalam saku celana training ketika Mentari masuk ke apartemen tanpa rasa bersalah sama sekali. "O... Jadi suami gw udah mulai cemas sama istrinya." Mentari melekat mengalungkan tangannya di leher Langit. "Jangan ge'er lo..!!" Ujar Langit cepat menepis tangan Mentari jauh dari tubuhnya. "Gw enggak ada waktu mikirin lo. Gw hanya ngerasa punya tanggung jawab aja sama lo." "Enggak mau ngaku lo. Bilang aja udah naksir sama gw." "Lo bukan type gw." Mentari melebarkan mulutnya mendengar penuturan Langit. 'Bukan type dia. Nyebelin banget sih nih orang.' Gerutu Mentari dalam hati. Berbeda dengan Langit yang sudah pergi m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD