“Ada yang tahu rumahnya Devin sama Clara?” tanya Raffi.
“Aku tahunya rumah Clara doang, Pah. Aku tahu dari si Tevi.” balas Gerald.
“Hah? Si Tevi?” ucap Liora. “Sampe segitunya dia cari tahu tentang si Clara.”
“Ya biarin aja.”
“Yaudah Gerald, kamu tunjukin jalan ke rumahnya Clara ya!”
“Oke Pah.”
“Yaudah yuk!”
Mereka semua kemudian memasuki mobil masing-masing, lalu Gerald langsung menunjukan arah menuju rumahnya Clara kepada Ayahnya, dan keluarganya Liora mengikuti dari belakang mobil mereka.
Setelah melewati perjalanan selama dua puluh menit, akhirnya tibalah mereka di depan halaman rumahnya Clara.
“Ini rumahnya Clara.” ucap Gerald.
“Yaudah, ayo!” ucap Raffi, setelah itu melangkah menuju pintu rumah tersebut, yang lainnya pun lalu mengikutinya.
“Assalamualaikum.” ucap Raffi sembari mengetuk-ngetuk pintu rumahnya Clara. “Assalamualaikum.”
Tak lama kemudian, Viona datang membukakan pintu. “Waalaikumsalam.”
Dia langsung terkejut saat melihat kedatangan Gerald dan Liora ke rumahnya.
“Tante, orangtua kami mau bicara sama Tante.” ucap Liora.
“Silahkan masuk!” ucap Viona pelan.
Mereka semua lalu melangkah memasuki rumah tersebut, setelah itu langsung duduk di kursi sofa rumah itu.
“Pasti kalian mau membawa Anak saya Clara ke kantor polisi ya? Silahkan saja ambil dia!”
“Tidak Bu, kami tidak akan melakukan itu.” ucap Raffi.
“Kami sudah memaafkan Clara.” ucap Ridho.
“Hah? Kenapa Anak saya dimaafin gitu aja, Pak?”
“Tadinya, kami semua sudah sepakat untuk menuntut Devin dan Clara. Tapi Gerald dan Liora meminta kami untuk tidak melakukan itu, mereka meminta kami untuk memaafkan Anak dan Keponakan Ibu.” ucap Yuni.
“Iya, karena kami setuju dengan ucapan mereka.” ucap Maya. “Gerald dan Liora bilang, kalau Devin dan Clara sudah menebus kesalahan mereka dengan membuat video klarifikasi. Tadinya kamu anggap video klarifikasi itu tidak cukup untuk menghukum Devin dan Clara. Tapi ternyata, itu sangatlah lebih dari cukup untuk membuat mereka sadar kalau perbuatan mereka sangatlah jahat. Ya, mereka sudah mendapatkan hujatan dari seluruh warga Indonesia, karena video klarifikasi yang telah mereka buat. Jadi kami putuskan, untuk memaafkan Devin dan Clara, sekaligus memberikan mereka kesempatan supaya bisa menjadi lebih baik lagi.”
Air mata bahagia Viona langsung menetes, saat mendengar bahwa orangtuanya Gerald dan Liora telah memaafkan kesalahan Anak dan Keponakannya itu. “Terima kasih banyak Pak, Bu. Terima kasih banyak sudah memaafkan Anak dan Keponakan saya, sekaligus mau memberi mereka kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi.”
“Tapi, jika sampai setelah ini, Devin dan Clara berani berbuat hal yang jahat lagi kepada Anak-Anak kami, kami tidak akan pernah mau memaafkan mereka, dan kamu akan pastikan mereka mendapatkan hukuman yang sangat pantas.” ucap Raffi.
“Iya Pak, saya janji, saya akan mendidik Devin dan Clara agar tidak melakukan hal jahat lagi kepada Gerald dan Liora. Saya janji, kesalahan ini tidak akan terjadi lagi untuk kedua kalinya.”
“Saya pegang kata-katanya ya Bu.” ucap Ridho.
“Iya Pak, siap.”
“Di mana Claranya?” tanya Yuni. “Saya mau ketemu sama Clara.”
“Ada. Sebentar, saya panggilin dulu dia di kamar.”
Viona lalu melangkah menuju kamar Clara, setelah itu hatinya terenyuh saat melihat Anak gadisnya sedang tertidur di lantai, di atas sejadah.
Viona kemudian langsung menghampiri Clara, dan membangunkannya. “Clara, bangun yuk Nak! Ada yang mau ketemu sama kamu. Clara!”
“Hmmm?” Clara terbangun.
“Ikut Mamah yuk! Ada yang mau ketemu sama kamu.”
“Siapa Mah?”
“Ikut aja dulu yuk!”
Clara menganggukan kepalanya, setelah itu dia dirangkul Ibunya, lalu melangkah pergi menuju ruang tamu. Setibanya di sana, Clara langsung terkejut saat melihat kedatangan Gerald dan Liora beserta keluarga mereka.
“Ya Allah.” ucap Clara ketakutan dalam hati. “Mereka pasti mau bawa aku ke penjara.”
“Om, Tante. Kalian pasti mau bawa saya ke penjara ya? Kalau gitu ayo! Saya siap buat nerima hukuman yang pantas buat saya.”
Liora melangkah menghampiri Clara. “Nggak Ra! Gue, Gerald, sama keluarga kita udah maafin lo kok, dan mau ngasih lo kesempatan supaya lo bisa berubah jadi lebih baik lagi.”
“Tapi kan, gue udah jahat banget sama kalian. Kenapa kalian maafin gue gitu aja?”
“Lo emang udah jahat banget ke kita, tapi lo udah nebus kesalahan lo dengan buat video klarifikasi. Lo sama Devin, yang sekarang dapetin ujaran kebencian dari seluruh penduduk Indonesia, itu aja udah cukup banget buat jadi hukuman kalian. Jadi, kita udah maafin kalian.”
“Iya Clara, kami sudah memaafkan kesalahan kamu yang telah berbuat sangat jahat kepada Anak kami. Berterima kasihlah sama Gerald dan Liora, karena kalau tanpa bujukan mereka, kami tidak akan mau untuk memaafkan kamu dan juga sepupu kamu.” ucap Yuni.
“Tapi inget ya Clara! Kalau sampe kamu dan sepupu kamu berani berbuat jahat lagi kepada Gerald dan Liora, kami pastikan kamu dan sepupu kamu akan mendekam di penjara untuk selamanya.” ucap Maya.
Air mata kebahagiaan Clara langsung mengalir deras, karena keluarganya Gerald dan Liora telah memaafkan kesalahannya dan juga Devin.
“Alhamdulillah.” ucap Clara dalam hatinya, dengan senyuman tangisan kebahagiaan. “Terima kasih telah mengabulkan doa hamba Ya Allah. Masalah ini selesai ketika hamba terbangun dari tidur. Terima kasih Ya Allah.”
“Maafin gue ya Ra, gue udah berbuat jahat sama lo. Makasih juga udah maafin gue!” isak Clara.
Liora tersenyum. “Iya sama-sama. Asal lo janji ya buat nggak ngelakuin kesalahan yang sama lagi!”
“Iya, gue janji. Sekali lagi makasih banyak ya.”
Clara lalu langsung memeluk Liora dengan senyuman kebahagiaan. Gerald dan orangtua mereka pun tersenyum melihat mereka berpelukan seperti itu.
Setelah itu, Clara menghampiri Gerald. “Maafin gue ya Ger, makasih juga udah mau ngemaafin gue.”
Gerald tersenyum. “Sama-sama.”
Clara pun tersenyum, setelah itu bersalaman tangan dengan Gerald. Dia kemudian bersujud di kaki orangtuanya Gerald dan Liora. Serta berterima kasih karena mereka sudah memaafkan kesalahannya dan juga Devin.
Clara lalu juga bersujud di kakinya Ibunya, dan meminta maaf dengan penuh tangisan rasa bersalah. “Mah, maafin Clara ya!” isak Clara. “Maafin Clara karena udah bikin Mamah kecewa, dan udah bikin nama baik Mamah tercemar karena kesalahan aku. Maafin aku Mah!”
Viona menangis tersenyum melihat Clara yang mengakui kesalahannya. “Mamah maafin kamu kok Clara. Asal kamu janji ya bakalan berubah jadi Anak yang baik, dan nggak bakalan ngelakuin kejahatan lagi kayak hal ini. Pokoknya, Mamah mau kamu sama Gerald dan Liora, itu sahabatan ya, kalian kan temen sekolah.”
“Iya Mah, aku janji bakalan jadi Anak yang baik, dan bakalan baik juga sama orang lain.”
Viona kemudian memeluk Clara dengan penuh senyuman.