Bagian 42 ~ Menuju Barat Laut

1014 Words
04 Agustus 2021 Perjalanan kami sejauh ini cukup lancar. Iguanaku masih bisa bertahan untuk melanjutkan perjalanan. Aku sudah menatap ke depan, kami masih melewati hutan klan vampire. Pohon-pohon semakin tinggi, dan semak-semak semakin besar. Entah jenis tumbuhan apa, yang pasti aku baru melihat nya kali pertama ini. "Apa kita berada di jalan yang tepat Trav?" "Terus saja Kirey, kita masih berada di alur yang tepat. Jika tidak salah, sekitar 10 meter ke depan, kita akan melewati perbatasan hutan Vampire dengan hutan bebas. Lalu kita akan tiba di hutan Siren!" "Baiklah!" Aku memacu iguanaku, jaguar yang ditunggangi Edward, Harry dan Logan sedikit tertinggal di belakang. Hewan itu sepertinya sudah kelelahan. "Apa tidak ada sumber air di sekitar sini Trav? Iguanaku dan jaguar itu sepertinya butuh minum. Aku rasa, kau juga lelah bukan?" "Tapi kita harus sampai di perbatasan dulu Kirey, kita harus memaksimalkan waktu!" Aku menatap Travold, wajahnya tetap serius. Beberapa menit lalu, dia sudah mengambil kendali. Aku mengangguk, "Baiklah, aku rasa mereka masih bisa bertahan!" Rombongan kami terus melaju melewati semak berduri, aku dan Travold tidak kesulitan karena kulit iguana ini keras dan tahan duri. Sementara para jaguar di belakang kami semakin melambat, mereka melompat ke sana kemari, berusaha untuk menghindari semak berduri. Travold tidak berhenti, dia tetap memacu iguana untuk melintas. Sesekali aku menyuruhnya untuk melambat ketika mendapati Harry tertinggal cukup jauh. Aku tidak bisa gegabah, seperti apa yang dikatakan oleh Zura sebelumnya. Lofoten, dimensi lain dengan sejumlah keunikan hewan dan juga tumbuhan nya. Bahkan, meskipun kami masih berada di daerah klan vampire, aku bisa merasakan banyak binatang besar dan kecil yang menghindar ketika kami lewat. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kami tetap bersama. Setelah 4 jam memasuki hutan, Travold menghentikan iguana dan berbalik. Edward tiba lebih dulu dan diakhir oleh Harry, aku melompat turun dan mengelus kepala jaguarku. Dua jaguar lainnya mendekat padaku. Kami sudah tiba di perbatasan, di depan kami masih terlihat sama. Tidak ada perbedaan yang mencolok. Perhatianku tertuju pada jaguar yang ditunggangi Harry, hewan ini terlihat kelelahan karena tidak berhenti sama sekali. Melihat dari postur tubuhnya, aku yakin jaguar ini adalah yang paling muda. "Aku sungguh kepanasan Kirey, dari tadi kau sama sekali tidak berhenti!" Keluh Harry Aku menatapnya kesal "Jaguar ini lebih kelelahan membawa tubuh beratmu itu Harry, tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Berhentilah bersikap cengeng dan kau ini seharusnya lebih tangguh daripada Kirey!" Edward lebih dulu menegur Harry. Aku tersenyum mengejek Harry. "Dan satu lagi, selama kita melakukan perjalanan ini. Aku tidak mau ada yang saling menyalahkan, jika kalian tidak ingin ikut. Bicara dan berikan alasannya, jangan terulang kembali seperti sebelumnya. Kita juga sudah berada di perbatasan, jadi aku harap semuanya menambah kewaspadaan." Tambah Edward Aku melirik ke arah Logan, wajahnya langsung salah tingkah. Aku lalu menatap Edward, berjalan mendekatinya. "Sekarang apa yang harus kita lakukan? Kita terus melanjutkan perjalan atau istirahat dulu?" Tanya Edward lagi. "Kita sebaiknya berjalan beberapa meter lagi Ed, iguanaku dan para jaguar kita butuh minum. Sejauh ini, aku masih tidak bisa menemukan keberadaan sumber air!" "Baiklah!" Edward segera naik kembali ke afas jaguarnya, begitu juga dengan Harry dan Logan. Travold yang masih duduk di atas iguanaku sejak tadi mengulurkan tangannya dan membantuku naik. Kami kembali melanjutkan perjalanan. Pakaian yang diberikan oleh penduduk klan vampire ini benar-benar membantu. Meski melewati semak belukar, kami sama-sekali tidak terluka karena bantuan baju ini. Badan kami juga tidak terlalu gerah, hanya wajah saja yang terasa terbakar karena terpaan sinar matahari. "Apa kau sudah mendengar sesuatu, Kirey? Kita butuh sumber air!" Aku memokuskan perhatian dan juga energiku. Aku turun begitu Travold berhenti, Edward dan yang lainnya tetap berada di atas jaguar mereka. Aku memejamkan mata lalu menyentuh tanah yang terasa lebih panas dibandingkan dengan tanah klan vampire. Sejauh aku berkonsentrasi, aku tidak merasakan adanya aliran air. Aku membuka mata, Travold sudah turun dari iguana. "Apa apa Kirey? Apa terjadi sesuatu?" Serunya Aku menggelengkan kepala dan mencoba sekali lagi. Aku bisa merasakannya, aliran air, tapi ini di arah yang berlainan dengan tujuan kami. "Aku menemukan sumber air Trav, tapi kita harus memutar haluan awal menuju arah Barat laut. Hanya di sana aku bisa merasakan sumber air itu, di depan sana tidak ada sama-sekali! Apa yang harus kita lakukan?" "Kita akan memutar haluan dan bermalam di sana, seberapa jauh?" "Sekitar 4 jam lagi, jika aku tidak salah!" "Baiklah, kita segera bergegas!" Seru Edward juga setuju dengan ide Travold. Aku meraih tangan Travold dan naik ke atas iguana. Kami melanjutkan perjalanan ke arah Barat laut. Sesuai apa yang aku dengar, setelah perjalanan sekitar 4 jam. Suara air itu semakin jelas, dan tidak lama. Kami tiba di depan aliran sungai. Aku turun setelah Travold, dia mendekati aliran sungai. "Airnya aman!" Aku langsung mendekati iguanaku dan para jaguar. Menyatukan kening dengan mereka satu persatu. Iguanaku lebih dulu masuk ke dalam sungai dan berendam. Para jaguar itu berdiri di tepi dan minum. Logan dan Harry mencari beberapa ranting pohon. Hari sudah semakin sore,dan sepertinya kami memang harus bermalam di sini. Beruntung kami membawa banyak persediaan dari klan vampire. Jadi, persediaan untuk beberapa hari kedepannya tidak akan menjadi masalah. Iguanaku bisa makan ikan yang dia ambil dari sungai, kami juga memutuskan untuk membakar ikan itu. Api menerangi malam yang mulai menyelimuti, kami telah selesai makan. Para jaguar yang tadi pergi berburu sudah kembali. Mereka datang mendekatiku, "kau sudah kembali?' Jaguarku menggesekkan kepalanya pada kakiku. Aku tersenyum dan mengelus bulunya. Dua jaguar lagi sudah berbaring di sebelah Edward, Zespri memang benar. Dua Jaguar itu memang ingin melindungi Edward. "Kita bisa bermalam di sini, alam sepertinya tidak terlalu dingin. Kemungkinan di sini curah hujannya rendah, jadi kita tidak perlu khawatir dengan hujan!" Seru Travold, sembari menambah kayu ke perapian "Aku dan Logan akan berjaga sampai pergantian hari, kau dan Kirey bisa berjaga selanjutnya. Harry masih belum sembuh total, jadi dia bisa istirahat. Bagaimana? Apa kalian setuju?" Tanya Edward "Tidak masalah!" Seru Logan Melihat matahari yang sudah digantikan dengan aurora, aku lekas mencari tempat di sekitar perapian. Iguanaku masih sibuk berendam di dalam sungai, jaguarku mendekat dan berbaring di sebelahku. Aku ikut berbaring, setidaknya malam ini aku harus tidur.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD