Aku menatap Travold, percakapan semalam kami sedikit membuat janggal. Aku memang mendengar percakapan mereka ketika aku tertidur. Kejadian semalam, aishh, pipiku memerah mengingat hal itu.
"Kirey, kenapa melamun?"
Aku tersentak dan menatap Harry yang tiba-tiba duduk di sebelahku. Tangannya bergerak mengambil piring dan mengisi berbagai macam jenis makanan. Aku menghela nafas, aku harus melupakan kejadian semalam. Mungkin, karena kami terlalu terbawa suasana.
"Tidak apa, aku hanya sedih meninggalkan desa Ay ini. Aku sudah nyaman berada di sini!" Ujarku, ikut mengambil piring dan mengambil berbagai jenis lauk.
"Aku juga merasa begitu, aku ingin tinggal lebih lama di sini. Tapi, aku lebih penasaran dengan klan Siren. Ah, aku tidak sabar untuk berenang di air tempat klanku berada!"
Aku menarik nafas lagi, perjalan ini pasti akan menyenangkan bagi Harry dan Logan, karena mereka akan bertemu secara langsung dengan klan mereka. Aku rasa perasaannya sama dengan Edward ketika pertama kali menginjakkan kaki di desa ini.
"Tidak usah sedih Kirey, kita pasti akan menemukan klanmu. Lagipula, aku akan sangat senang jika kau adalah klan Siren. Kita bisa berenang bersama, dan berpetualang sepanjang perairan. Membayangkan saja sudah membuatku senang, bagaimana denganmu?"
"Entahlah, aku bahkan ragu apakah aku bagian dari klan Siren. Aku tidak ingin berharap banyak setelah apa yang terjadi di sini."
Harry menggenggam tanganku, lalu tersenyum bodoh. Meski terlihat menyebalkan, tapi Harry tetap memberiku sedikit harapan dan rasa semangat.
"Yang pasti dan yang paling penting untuk kau ketahui, aku dan Edward tidak akan pernah meninggalkanmu. Edward sudah berjanji akan menemani kita sampai klanmu ditemukan. Bukan begitu Na?"
Aku mengangguk
"Jadi, apa yang masih kau ragukan? Tidak ada kan, kau harus percaya pada kami berdua Kirey!"
"Aku juga akan menemanimu sampai klanmu ditemukan Kirey. Aku tidak akan melakukan kesalahan seperti sebelumnya, aku akan melawan rasa takutku! Terimakasih sudah mengizinkanku untuk ikut dengan kalian!"
Suara Logan kembali menyita perhatianku, aku tersenyum tulus padanya.
"Baiklah!"
Kami kembali makan, Edward makan di kursi utama. Dia mengenakan jubahnya, aku harus mengakui bahwa Edward tampak berbeda. Sebenarnya tidak berbeda jauh, karena dia adalah Edward yang tetap bijaksana. Edward tersenyum padaku saat tatapan kami bertemu.
Usai makan, kami segera bergegas berbenah. Zura memberikan kami masing-masing pakaian khusus yang tahan air dan panas matahari. Dia mengatakan bahwa pakaian ini adalah khusus untuk para petarung terbaik klan vampire.
Aku menatap pantulan diriku di depan cermin, pakaian serba hitam ini langsung membentuk tubuhku begitu aku mengenakan nya. Aku tersenyum senang, pakaian ini terasa begitu menyejukkan.
Aku melangkah keluar, dan bersamaan dengan Travold yang bersandar di dinding.
"Wah, kau terlihat berbeda mengenakan pakaian ini Na. Bagaimana? Apa aku juga terlihat keren dengan pakaian ini?"
Aku mengalihkan perhatianku pada Harry, ternyata dia juga ada di depan kamarku. Hanya saja dia berada di arah berlawanan dengan Travold. Aku menatap Harry dari atas sampai bawah, pakaiannya membentuk tubuhnya dengan sempurna.
"Aku rasa Zespri tidak akan mengataimu minimalis lagi, kau terlihat bersinar dan glowing!"
"Aku sudah menduganya, bahkan ketampanan Travold masih kalah jauh denganku!" Seru Harry, alis matanya naik turun sembari menatap Travold.
Aku menatap Travold yang berjalan mendekati kami, wajahnya terlihat begitu tampan. Aku sampai tidak ingin mengalihkan perhatianku darinya. Bahkan, tanpa setelah itupun Travold tetap bersinar. Saat Travold menatapku, aku buru-buru mengalihkan perhatianku. Sial, aku lagi-lagi kedapatan menatapinya.
"Ayo pergi, aku tidak sabar ingin memamerkan ketampanan ku. Aku tahu aku yang paling bersinar di antara semua pemuda di klan vampire ini!" Sombong Harry yang berlari lebih dulu.
Logan yang baru keluar dari ruangannya menatap Harry yang teriak heboh. Dia lalu menatapku dan Travold yang berhenti di depan kamarnya.
"Apa yang terjadi dengan dia?" Seru Logan
"Dia merasa paling tampan! Dan heboh karena pujianku!"
Logan terkekeh, "Tapi dia memang sedikit bertambah tampan dengan pakaian ini. Kau juga terlihat memancarkan aura kuat Kirey!"
Aku tersenyum menerima pujian Logan, kami bertiga berjalan menuju aula istana. Zura, Zespri dan Zanuar ada di sana. Beberapa rakyat klan vampire juga hadir. Bahkan, aku bisa merasakan mereka tidak hanya ada di dalam aula. Tapi juga di luar aula.
"Trav, apa peta dari Anna masih tersimpan olehmu? Seingatku, peta itu ada padamu!" Edward menghampiri Travold begitu kami tiba.
"Tenang, petanya masih ada padaku!"
Edward terlihat tenang, lalu menatapku. "Kau terasa berbeda jika mengenakan pakaian itu, Zura benar-benar memberikan yang terbaik!"
"Sebuah kehormatan mendapatkan pujian anda King Edward!" Seru Zura hormat
"Aku pergi dulu, ada yang ingin aku periksa sebentar!" Seru Travold yang mengambil langkah cepat dan menghilang di balik pintu.
Kepergian Travold membuatku merasa legah, setidaknya aku bisa bebas berekspresi. Aku tidak tahu apakah hal yang aku alami ini alamiah atau hanya berlaku pada orang tertentu saja. Perasaan malu kadang membuat semuanya jadi canggung. Jujur, kejadian tadi malam adalah hal yang memalukan bagiku. Meski tidak tahu dengan perasaan Travold, tapi tingkahnya membutku menyimpulkan dia juga sama denganku. Sebagai mahasiswa arkeologi. Aku sering membaca beberapa karya besar yang menyelipkan perasaan malu, dan kenapa hal itu datang pada mereka.
"Pakaian ini begitu menyejukkan Zura, terima kasih sudah membuat pakaian sebagus ini!" Pujiku, menatap Zura dengan senyuman tulus ku.
"Sejujurnya itu adalah pilihan dari rakyat klan vampire, mereka yang membuat pakaian khusus itu untuk kalian. Padahal, aku hanya mengatakan pada mereka bahwa kalian akan kembali berpetualang. Namun, dalam sehari semalam. Mereka datang dan membuatkan ini pada kalian!"
Aku menatap ke arah beberapa rakyat klan vampire yang ada di aula. Sekarang aku tahu, pasti Zura yang mengundang mereka ke sini. Aku tersenyum, "terima kasih pada kalian semua, ini sungguh Hadian terbaik yang aku miliki!"
"Tidak masalah putri, Anda begitu menawan ketika mengenakan pakaian itu. Kami senang melihat anda menyukainya!"
"Putri?" Tanyaku
"Kau adalah adik dari King Edward, Kirey. Panggilan itu sudah ada padamu semenjak mereka tahu bahwa kau adalah adik Edward. Meskipun kau bukan pemilik darah asli klan vampire. Tapi, mereka sudah menganggapmu sebagai bagian dari klan ini!" Seru Zura
Aku kembali tersentuh, perkataan dan perlakuan Zura lebih dari apapun. Aku menundukkan wajahku, "terima kasih!"
Usai mengatakan salam perpisahan pada klan vampire. Kami segera menuju lapangan. Aku menatap jaguarku yang datang berlari dan mengendus. Aku tersenyum, lalu menatap Zespri.
"Aku menemukannya berkeliaran di hutan. Jadi aku datang bersama nya, dia sudah lebih baik daripada beberapa hari lalu!"
Aku langsung memeluk tubuh paruh baya itu, meneteskan air mataku. "Terima kasih sudah menerima kami, aku akan merindukanmu!"
"Dasar anak kecil!" Isak Zespri, dia balas memeluk ku setelah dari tadi tidak sempat berbicara padaku.
Aku meraba kalungku, merasakan iguanaku yang tersisa di sana lebih bersemangat. Aku memejamkan mata dan sebuah cahaya keluar, bersamaan dengan iguanaku. Sosok besar itu sudah ada di hadapanku, aku lekas memeluknya. Harry juga ikut memeluknya dan berterima kasih.
Aku menyatukan kening kami, iguanaku memberikan sinyal yang bagus dan siap untuk kembali berpetualang. Aku melakukan hal yang sama pada jaguarku. Dia juga siap untuk perjalanan kali ini.
"Ada dua lagi yang ingin ikut dengan mu nak, apa kau bersedia?"
Mendengar geraman lagi, aku menatap ke belakang dan terkejut begitu mendapati sepasang jaguar berdiri gagah dan kokoh. Mereka mendekatiku dan memberi salam, aku menyatukan kening kami. Jaguar ini ingin ikut, untuk melindungi Edward. Aku tersenyum lalu mengangguk setuju.
"Baiklah, karena semua sudah ada. Kami akan pergi. Zavier, aku mempercayakan klan ini padamu dalam waktu yang tidak ditentukan. Aku mohon jaga klan ini!" Ujar Edward
Aku menatap saudaraku itu dari atas iguanaku, Travold sudah kembali beberapa menit lalu dan bergabung denganmu. Dia naik iguana bersamaku.
"Aku akan melakukan yang terbaik Edward, aku akan melakukan ini sebagai bentuk penyesalan di masa lalu!"
"Baik, aku percaya padamu. Kami pergi dulu, aku berangkat!" Teriak Edward, rakyat klan vampire berbondong-bondong untuk memberi hormat pada Edward.
Edward segera naik ke atas jaguarku, jaguarku langsung bergerak tanpa diperintah. Seolah sudah sangat paham dengan tujuanku. Kami memulai perjalanan menuju klan berikutnya.
Setelah berangkat beberapa menit, aku menatap kebelakang. Menatap bangunan besar kerajaan Ay yang begitu indah. Aku menghela nafas dan tersenyum, aku tidak sabar untuk bertemu dengan klan lainnya.
Hola, aku harap kalian tetap stay ya.
Thank's for read my story'.