Jumat, 09 Juli 2021
Pagi ini, aku bangun lebih cepat dari biasanya. Entah perasaanku saja, tapi aku merasakan ada hal yang aneh di sekeliling kami pagi ini. Membuat kesadaranku refleks muncul begitu saja dan membuatku bangun. Dan ternyata, tidak hanya aku yang bangun dengan cepat. Harry, dia juga merasakan aura itu. Aku dan Harry yang bangun lebih dulu saling menatap, aura itu berasal dari luar rumah Lebo. Aku bersama dengan Harry berjalan menuju pintu dengan sangat hati-hati.
Hub…Aku hendak menendang orang yang baru saja membuka pintu, namun urung karena dia adalah Travold. Lelaki itu menatapku dengan tatapan terkejut, sama halnya dengan kami berdua. “Ada apa?” tanya Travold.
Aku menggeleng, sedikit kaku dengan tatapan tajamnya. Harry lekas menarikku untuk kembali, berusaha untuk tetap tenang. Bahkan sampai saat sarapan, bulu kudukku masih terasa merinding karena Travold yang duduk di sebelahku seperti sebelumnya. Harry juga sama, kami berdua terasa diawasi oleh tatapan yang mengintimidasi. Aku jelas tidak salah melihat saat tadi pagi, aku jelas menatap ada bercak darâh di bajunya. Dan aura itu, sedikit terasa lebih menyeramkân daripada biasanya. Tapi aku berusaha tenang, seperti apa yang Harry katakan. Aku memang tidak mengatakan hal ini pada Ed, takut dia akan mengatakan aku hanya berhalusinasi saja.
Setelah makan, kami mulai berberes-beres, Anna memberikan kami bekal yang cukup untuk perjalanan pertama kami. Kabar buruķ lainnya, kami akan pergi tanpa ada alat bantuan, kami akan berjalan kaki. Demi Neptunus, apa saja kecuali berjalan kaki. Sebagai makhluk bumi yang terbiasa dengan kemajuan zaman, yang ke mana-mana naik angkutan umum, bus, mobil, motor dan sepeda. Tiba-tiba dihadapkan dengan perjalanan dengan berjalan kaki, ini benar-benar akan menyulitkan. Sekalipun aku sering menjelajah, tapi ada kendaraan yang bisa kami tumpangi. Tidak seperti di dunia ini, kendaraan tidak pernah terlihat oleh penglihatan sama-sekali.
“Bekal ini cukup untuk perjalanan 7 hari, daging-daging ini sudah aku keringkan sebelumnya. Jika ingin memakannya, kalian hanya perlu membakarnya saja. Berhati-hatilah selama di perjalanan, kalian bisa saja sampai lebih cepat dari 7 hari atau bahkan lebih lambat dari 7 hari” Jelas Anna
Edward menerima bagiannya, lalu disusul dengan kami. Edward memutuskan untuk membagi-bagi apa yang akan kami bawa, setidaknya agar meringankan perjalanan kami. Harry dan Logan yang sudah sepenuhnya pulih juga mengambil bagian yang sama. Lebopy dan Anna melepas kepergian kami sampai di perbatasan klan mereka. Kami melambaikan tangan pada mereka, setidaknya mereka mempermudah perjalanan kami dengan serigala mereka.
Serigala Lebopy ternyata memiliki ukuran paling besar dari ukuran klan serigala itu. Lalu, Anna memiliki ukuran yang hampir imbang dengan milik Lebo. Sekarang aku tau, bahwa Alpha dan Luna dari klan itu memang diberi perbedaan yang cukup mencolok. Serigala Lebo dan Anna baru tidak terlihat setelah memastikan kami tidak terlihat lagi dari pandangan kami.
Kami mulai berjalan, memasuki hutan yang terasa gelap dan berkabut. Dari peta yang diberikan oleh Lebo, perjalanan kami ini akan menuju pada klan Edward berasal. Klan Vampire, itu sedikit membuatku bersemangat. Berbeda dari klan werewolf, kata Lebo, klan itu memiliki kerajaan yang cukup besar. Sesekali aku menatap Travold yang memimpin di depan bersama dengan Edward, lelaki itu termasuk cukup misterius.
“Apa kau pernah ke klan vampire dan melihat kerajaan mereka Trav?” Logan bertanya
“Tidak, selama aku berada di sini. Aku hanya berada di klanku berada, tidak pernah melakukan petualangan seperti ini. Aku hanya tau bahwa di dunia ini klan vampire adalah salah satu klan yang cukup dihindari. Aku tidak tahu tepatnya mengapa, tapi Lebo juga sepertinya enggan untuk mengatakan hal itu!” jelas Travold singkat
“Sayang sekali!” Logan terlihat kecewa
“Tapi, jika mendengar dari apa yang Lebo katakan. Kau adalah salah-satu yang berasal dari klan legendaris itu. Klan penunggang naga, lalu itu apa maksudnya? Apa klanmu bisa berubah menjadi naga atau kalian hanya penunggang naga saja?” lanjut Harry yang terlihat melupakan apa yang terjadi tadi pagi.
Travold mendadak diam, kami juga ikutan diam sembari menatap sekitar. “Ada apa?” Tanya Ed
“Aku seolah mendengar bunyi air di sini, apa kau juga mendengarnya?” seru Travold
Edward mengangguk, “Dari tadi aku sudah mendengarnya. Sepertinya kita berjalan mendekati sumber air itu. Tidak apa, aku tidak merasakan adanya pergerakan di sekitar kita! Hutan ini sepertinya masih aman saja!”
15 menit kami kembali berjalan, tanpa Travold yang menjawab pertanyaan Harry. Lelaki itu sejak tadi sudah menyumpâh serapahi Travold. Kami tetap berjalan menuju utara, semakin kami berjalan. Hutannya semakin terasa dingin, gelap dan berembun. Pohon-pohon besar yang tumbuh tinggi, bahkan akarnya sampai menjuntai ke atas tanah. Jika tidak hati-hati, mungkin kami bisa saja terjatuh karena lumut yang menumbuhi area sekitar akar pohon. 10 menit berlalu, kami belum mendapatkan apa-apa dan tetap berjalan menuju arah timur laut. Kompas yang aku gunakan sangat membantu kami di saat seperti ini, karena kami tidak bisa berlama-lama memanfaatkan cahaya matahari. Cahaya itu seolah dengan cepat ditelan oleh batang-batang pohon. Membuat kami tidak bisa melihat ke mana arah jika tidak menggunakan kompas milikku dan juga milik Edward.
Sumber air itu semakin dekat, dan benar, 5 menit berjalan lurus ke arah timur laut. Kami langsung disambut dengan air segar yang membentang jauh. Jatuh dari tebing tinggi tidak jauh dari kami, airnya mengeluarkan cahaya. Aku menatap Harry, meminta penjelasan dari mana datangnya warna itu. Jika itu warna pelangi, mungkin aku masih bisa menjelaskannya. Cahaya itu mungkin berasal dari pembiasan cahaya.
Namun, cahayanya berwarna keunguan. Luar biasa indah.
“Aku belum pernah melihat ada air terjun berwarna ungu seperti ini!” ujar Harry seolah tau bahwa aku ingin bertanya
“Apa air ini aman Trav? Jika ini aman, kita akan beristirahat sebentar di sini sebelum melanjutkan perjalanan. Aku yakin adikku Kirey sudah lapar!”
“Air ini aman, aku pernah mendengar dari tetua klan kami yang membicarakan air terjun indah ini. Tetua kami bilang ini adalah salah-satu yang tidak bisa dijelaskan, namun ada makna dibalik orang yang bisa melihat warna ungu itu. Katanya, tidak semua orang yang bisa melihat warna ungu itu. Hanya beberapa orang saja! Bahkan aku sendiri tidak bisa melihat warna yang dimaksud oleh mereka berdua!” jelas Travold sembari menunjukku dan juga Harry.
“benar, aku juga tidak melihat ada warna di air terjun ini. Aku hanya melihat air biasa yang aku yakin pasti sangat segar!” Logan ikut menyahut
Aku dan Harry terdiam, Edward juga bisa melihat warna itu. Aku melihat kalung pemberian Anna yang seolah berbicara padaku, ‘Anda tidak perlu khawatir putri, air itu bisa dilihat oleh Anda. Itu artinya Anda adalah orang terpilih’
Aku terdiam, masih terkejut dengan kalung pemberian Anna ini. Semalam aku memang mendengar kalung ini seolah berbicara padaku, namun masih tidak jelas. Namun sekarang, aku bisa mendengarnya dengan langsung. Aku lalu mengalihkan perhatianku, penjelasan yang diberikan oleh kalungku membuatku merasa tenang. Tapi bersamaan dengan membuat otakku harus bekerja keras, apanya yang terpilih? Jika orang terpilih itu adalah Harry atau Edward, maka aku akan setuju saja. No coment. Karena mereka memang bagian dari dunia ini.
Edward sudah lebih dulu mendekati air terjun itu, namun tiba-tiba dia terlempar. Membentur batang pohon yang ada di belakangnya. Aku membulatkan mata, segera berlari ke arah Edward. “ Ed, ada apa? Kenapa bisa begini?”
“Lari Kirey, di air terjun itu ada mahluk aneh. Lari….!” Teriak Edward yang berusaha untuk bangkit.
Terlambat, sebelum kami sempat kabur dari air terjun itu. Aku sudah merasakan pergerakan dari arah air, benda hitam besar yang lama-kelamaan mulai terlihat. Keluar dari air terjun itu, tubuhnya begitu tinggi dan besar. Dua kali lebih besar dari ukuran serigala milik Lebopy. Aku meneguk ludahku kasar saat menatap makhluk itu menatap ke arahku dan juga Ed. “Awasss!” teriak Travold segera menarikku dan Edward.
Aku terjatuh membentur tanah, hampir saja ekor hewan besar itu menebas kakiku jika Travold tidak menarik kami. Aku segera bangkit berdiri, Harry masih berdiri di tempat semula ia berdiri. Menatap hewan itu dengan bengong, tidak bergerak sama-sekali.
“Harry, lari Harry, hewan itu berbahaya!” teriakku, berusaha untuk menyadarkan Harry yang seolah terhipnotis dengan binatang itu.
Bruk—Terlambat, tubuh Harry sudah lebih dulu menabrak pohon besar. Dia terlihat meringis, aku menahan nafas. Harry baru saja sembuh dari lukanya dan sudah mengalami hal seperti ini lagi. Travold berusaha untuk membantu Harry, aku mengalihkan perhatian dari hewan yang mirip Iguana itu. Tidak ada perbedaan antara mereka, kecuali ukuran tubuhnya yang begitu besar. Seolah hewan itu adalah mahluk terbesar yang pernah aku lihat sebelumnya.
Sayangnya, hewan besar itu terlihat marah. Dia mengejarku dengan langkah besarnya, aku gugup, tidak tahu harus melakukan apa-apa. “Kirey, sebelah sini!” teriak Edward dari sampingku. Aku lekas berlari dengan cepat, menghindari ekor iguana itu yang hendak menyerangku lagi. Aku terjatuh, namun berhasil meraih tangan Edward. Logan melempar hewan besar itu dengan tongkatnya, lalu segera menuju ke arah air terjun dan mengubah wujudnya menjadi siren. Benar juga, Logan memiliki kekuatan jika berada di dalam air.
Iguana besar itu berlari mengejar Logan yang terlihat marah, aku dan Edward berhenti berlari lalu mendekati air terjun. Harry yang terlihat kesakitan juga segera meloncat ke dalam air, setelah mendengar bunyi cicitan. Aku tidak tahu itu bunyi apa, namun apa pun itu. Aku begitu khawatir melihat air di depan kami yang terlihat bergelombang. Mereka tidak ada di permukaan, namun memasuki air.
“Mereka sepertinya berperang di dalam air, bagaimana ini Trav? Apa kau tidak bisa membantu mereka?” Edward panik sembari menatap Travold
“Aku tidak bisa membantu mereka!”
“Bukankah kau berasal dari klan legendaris itu Trav? Ayolah, aku mohon bantulah mereka!” aku membentak Travold, lelaki itu menatapku dengan tajam namun juga dengan ragu-ragu. “Tunggu apa lagi? Kau bisa berubahkan Trav? Aku mohon selamatkan Harry!”
“Lepaskan aku!” bentak Travold, aku terkejut ketika mendapat dorongan yang tiba-tiba darinya. Edward hendak memukul Trav, namun aku menghentikan tangannya begitu aku melihat air terjun di depan kami mulai surut.
Edward menarikku mundur, lalu aku menatap Logan yang muncul di permukaan dengan wujud Sirennya. Badannya penuh dengan darâh dan juga luka. Aku segera berlari bersama dengan Edward, membantu Logan untuk naik. Edward lekas menutupi tubuh telanjâng Logan dan membawanya menuju tas kami tadi berada. Aku masih berada di depan air terjun yang sudah kembali seperti semula, air mataku sudah tidak bisa aku tahan. Harry, dimana lelaki itu? Kenapa hanya Logan yang keluar dari dalam air? Tidak, ini tidak bisa aku biarkan, aku berjalan mendekati air terjun. Menelusuri aliran air itu, “HARRY!” Teriakku penuh dengan rasa emosi.
“ Harry! Aku mohon jawablah aku Harry, ini tidak benar. Harry!”
Aku mundur begitu melihat air terjun itu kembali surut, Travold sudah muncul di sebelahku. Menarikku untuk menjauh. Aku tidak bisa berkata-kata, tidak lama, ekor besar itu mulai muncul ke atas permukaan. Lalu, mataku tertuju pada apa yang ada di atas punggung iguana besar itu. Di sana, Harry terkapar tidak sadarkan diri dengan bentuk sirennya. Ekor Harry terlihat mengeluarkan darâh, iguana itu mendekat ke arahku. Edward di seberang sana hendak menyerang makhluk besar itu, namun Logan menahannya. Iguana itu menurunkan badannya, tepat di hadapanku. Lalu menurunkan tubuh Harry yang sudah tidak sadarkan diri. Aku membuka jaketku, menutupi tubuh Harry.
Iguana itu menunduk, lalu menatapku. Seolah meminta maaf telah mengganggu kami, dia tetap menundukkan kepalanya di depanku. “Dia ingin kau menyentuh kepalanya Kirey!” bisik Travold, masih tetap berjaga-jaga
Aku awalnya ragu, namun melihat tatapan iguana itu. Tanganku naik ke atas, lalu mulai mendekati kepalanya. Di saat yang bersamaan dengan tanganku yang menyentuhnya, aku seolah merasakan mahluk itu benar-benar merasa bersalah. Aku menurunkan tanganku, lalu berjalan mendekat padanya.
“Kirey!” tahan Travold
“Tidak apa!”
Aku melepaskan tangan Travold, lalu menyatukan kening kami. Aku merasakan udara yang begitu segar menyelimuti tubuh kami berdua. Aku memejamkan mataku, lalu menatap bahwa iguana besar itu sudah tidak lagi ada di hadapanku. Digantikan dengan kalung Anna yang bercahaya. Lalu cahaya itu redup setelah aku berjalan mundur.
“Apa yang terjadi? Kemana perginya iguana itu?” seruku panik
“Dia masuk kedalam kalungmu itu Kirey, aku rasa kau benar adalah pemilik dari kalung itu!” ujar Travold
Aku menatap kalungku, benar, aku bahkan bisa merasakan iguana itu seolah berbicara padaku. 'Jika Anda membutuhkan tumpangan, silahkan saja panggil aku putri. Aku akan keluar untuk anda!
Aku lagi-lagi tidak bisa mempercayai apa yang aku dengar barusan, namun karena melihat Harry. Aku langsung membantu Travold membawa Harry menuju Edward berasa. Logan yang menatap keadaan Harry segera mendekatinya, memberikan cairan yang tidak aku ketahui apa pada mulut Harry.
“Aku berharap obat ini bisa menyembuhkan lukanya!” ujar Logan
Tidak lama, mata Harry mulai mengerjap. Dan tidak lama dia bisa melihat kami, “Harry!” isakku sembari memeluk tubuh telanjângnya.