Selasa, 06 Juli 2021
Paginya, Sam tiba-tiba bilang bahwa kami diizinkan untuk melakukan penelitian. Ini terlalu tiba-tiba, namun aku tidak merasa apa-apa dan sedikit senang akal hal ini. Jika mereka mengizinkan kami melakukan penelitian di sekitar gunung, itu akan menjadi kabar yang baik. Setidaknya ada beberapa hal yang aku bisa tuangkan di essayku nantinya. Tidak berbeda jauh denganku, Edward juga terlihat senang dengan ijin ini. Logan tidak memberikan reaksi apa-apa, hanya tetap ikut dengan apa keputusan kami.
“Ayolah, apa kita harus mengikuti mereka Kirey? Lihatlah, semalam Sam bilang bahwa kita harus berhati-hati. Dan tadi pagi tiba-tiba tetua itu datang dan berbicara pada Sam bahwa kita diberi izin untuk mengeksplor tempat ini. Aku tidak yakin bahwa mereka itu tidak memiliki niat buruk, aku 100 persen yakin ini hanya tipuan saja. Lebih baik kita mengambil jalan yang berbeda!” Harry, satu-satunya yang terus tidak percaya dan curiga. Berbicara dengan suara kecil di sebelahku.
“Tidak perlu sampai securiga ini Harry, kita ikuti saja dulu. Lagi pula, jika mereka memang ingin berniat buruk pada kita. Edward dan Logan bisa melindungi kita, seharusnya kau juga bisa bukan?” Aku menatap Harry dari sudut mata. Tetap berjalan agar tidak ketinggalan dengan Edward dan tetua itu.
“Kau ini terlalu positif thinking Kirey, apa kau tidak melihat tetua itu? Kumis putihnya saja seolah menunjukkan bahwa di dalam pemikirannya terdapat banyak misteri!”
Aku mendengus kesal, lama-kelamaan berbicara dengan si menyebalkan Harry ini membuat darah tinggiku naik. Dan pilihan terakhir untuk menghadapi Harry adalah diam. Dan ternyata itu bekerja, setelah diam dan tidak menanggapi pertanyaan Harry. Lelaki itu diam dan tidak lagi protes. Kami terus mendaki dan semakin memasuki wilayah gunung. Semakin lama, pemandangannya semakin terasa indah. Aku bahkan tidak berpikir bahwa tempat ini akan seindah ini. Tetua di depan kami berhenti lalu berbalik dan menatap kami.
“Aku hanya bisa mengantar kalian sampai di sini nak, tepat di depan kalian ini ada banyak sekali peninggalan bersejarah yang dimiliki oleh desa ini. Berhati-hatilah untuk menelusuri tempat itu, aku rasa kalian mendengar ada yang aneh dengan desa ini. Dan aku sendiri mengakui bahwa rumor itu benar. Sekalipun aku tidak pernah melihat apa yang ada di dalam gunung ini sebelumnya. Tapi aku yakin kalian bisa menjelajahinya dengan aman!”
Aku terdiam menatap ke depan, tepat di depan kami terdapat sebuah gua yang sepertinya tertuju pada jantung gunung itu. Aku tersenyum, ini sepertinya akan menjadi petualangan yang indah.
“Baik sir, kami akan segera menuju ke sana. Terima kasih atas izin Anda, kami tidak akan merusâk apa pun yang ada di alam ini. Kami hanya akan memeriksanya saja!” seru Ed
Tetua itu mengangguk, “Tapi ingatlah untuk tidak pernah mengambil sesuatu dari sana nak. Jangan memasuki gua itu jika semakin gelap. Dan kembalilah sebelum gelap, di dalam kegelapan ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan. Aku kembali dulu, semoga dewa melindungi dan menyertai kalian!”
Kami segera menuju ke bawah, menuruni tebing yang berlumut. Tetua itu sudah pergi lebih dulu sebelum kami sempat turun.
“Ini semakin terasa menyeramkan Kirey, apa kau yakin kita harus menuju Gua itu? Lihatlah, melihatnya saja dari sini sudah membuat bulu tanganku berdiri. Mereka seolah tidak ingin kita pergi ke sana!” Harry kembali protes
“Kembalilah Harry, aku rasa jika kau menyusul tetua itu saat ini. Kamu masih sempat untuk berjalan pulang bersamanya!” Logan yang sejak tadi tidak peduli akhirnya membuka suara. Membuat wajah Harry tiba-tiba menjadi semakin masam dan kesal.
“Tunggu dulu, kenapa kau harus setuju dengan ide Edward ini? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami Logan?” tanya Harry menatap Logan dengan tatapan tajamnya.
“Ini sudah perintah dari Travold Harry, aku tidak akan melanggar apa pun yang dia sudah perintahkan padaku!” jawab Logan membuat Harry hanya diam.
“Sebenarnya Travold ke mana? Setidaknya kau harus memberitahu kami sedikit clue Logan, aku yakin dia pasti memberitahu ke mana dia pergi. Kau lebih kenal dengannya dibandingkan dengan kami. Aku rasa, jika tidak ada insiden itu, kami tidak akan kenal dengannya!” Harry kembali mendesak Logan untuk berbicara jujur.
“Aku benar-benar tidak tahu ke mana dia pergi Harry, aku memang sudah kenal dengannya bahkan sebelum kejadian itu. Travold memang sering pergi tanpa memberi kabar, dan itu sudah menjadi kebiasaannya. Selain itu, aku sendiri tidak tahu menahu dari mana klan Travold berasal. Yang aku tahu, dia itu adalah lelaki yang penuh dengan misteri!”
“Apa dia tidak pernah bercerita mengenai tempat itu? Atau, apakah dia pernah bilang cara untuk kembali ke sana?”
Aku yang berjalan di belakang Ed sesekali menatap Harry yang ada di belakangku bersama dengan Logan. Meski sedikit tidak enak dengan sikap Harry yang cenderung memaksa, tapi aku juga ingin tahu. Setidaknya, aku punya gambaran mengenai tempat yang mereka bilang itu.
Logan menggeleng, “Aku juga menginginkan informasi itu Harry, sudah lama aku ingin bertanya hal itu padanya. Tapi dia selalu pergi dengan tiba-tiba dan aku tidak sempat untuk bertanya akan hal itu. Dia hanya memberiku perintah untuk melindungi kalian!”
Harry terlihat kecewa, tidak hanya Harry, tapi aku dan juga Edward. Aku memutuskan untuk memikirkan hal itu nanti saja, kami sudah berhasil menuruni tebing licin tadi. Udaranya terasa semakin dingin di bawah sini, lembahnya tidak terlalu dingin. Namun karena pepohonan yang lembab, tempat ini menjadi sangat dingin. Tidak hanya itu saja, sepertinya di sini sangat melimpah dengan air.
“Ada aliran air tidak jauh dari kita, ini sudah siang. Kita harus berhenti sebentar untuk makan!” ujar Ed yang sepertinya sudah memeriksa sekitar.
“Ide yang bagus!” sahut Harry
Kami mencari sumber air itu, dan setelah berjalan beberapa menit, akhirnya kami mendapatkannya. Airnya begitu sejuk dan Edward bilang kami bisa minum dari sumber air ini. Harry sudah mengambil beberapa dedaunan lebar dan meletakkannya di atas tanah yang lembab. Dia lekas duduk dan membuka bekal yang kami bawa. Kami makan dengan menikmati pemandangan alam yang begitu memanjakan mata. Ini adalah pengalaman terbaik yang pernah aku rasakan.
Kami menghabiskan waktu 15 menit untuk makan dan beristirahat, setelah itu Ed kembali memandu kami untuk menelusuri hutan dengan bantuan kompasnya. Aku juga mengenakan kompas dan memastikan arah kami ini tidak salah. Aku sudah sering melakukan penjelajahan sebelumnya, seperti pergi ke gunung-gunung di dekat kampus dan tempat-tempat bersejarah lainnya. Namun, aku harus mengakui bahwa tempat ini sangat berbeda dari tempat yang aku kunjungi sebelumnya. Lebih indah, segar dan terlihat menyenangkan.
15 menit berjalan, kami masih belum tiba di mulut Gua. Edward dan Logan yang memimpin di depan kami tiba-tiba berhenti. Aku menatap ke arah Ed yang memejamkan matanya, seolah berusaha untuk mendengar alam sekitar.
Aku pikir tidak ada masalah, sampai Logan tiba-tiba sadar bahwa kami sedang tidak aman. Dia segera membuka perlengkapan senjatanya, Edward juga sama. Aku yang bingung segera merapat pada mereka, sesuai perintah dari Ed. “Ada apa Ed? Kenapa tiba-tiba terasa menyeramkan?”
“Kita harus segera pergi, sepertinya Harry benar. Penduduk desa itu memang ingin menumbālkan kita. Ayo, cepat lari. Kita harus memasuki gua itu sebelum mereka menemukan kita!” Ed yang tadi pergi dengan menggunakan kekuatannya segera menarikku.
Kami berlari memasuki hutan semakin dalam, Harry sejak tadi sudah protes dengan keputusan ini. “Aku kan sudah bilang kalau mereka itu bukan makhluk yang baik. Mereka pasti sengaja memberi kita ijin agar tidak terlalu curiga dengan mereka. Sepertinya cara mereka sudah upgrade ke cara yang baru. Dan Sam, si kikir itu sudah membodohi kita!” Harry kembali cerewet di sela-sela kami berlari.
“Mereka semakin dekat, cepatkan lari kalian!” Logan yang sudah ada di depan kami semakin memacu kami untuk mempercepat lari. Aku sudah ngosngosan, begitu juga dengan Harry. Sial, ini benar-benar hal yang merepotkan. Meskipun aku sudah sering menjelajah alam, tapi, tetap saja aku tidak terbiasa untuk berlari. Hidup di perkotaan dengan segala kemudahan yang diberikan membuat semuanya serba instan. Ke mana-mana aku pergi dengan naik mobil atau dengan bus. Jadi, aku sangat jarang menggunakan kakiku untuk berlari. Dan sepertinya tubuhku terkejut dengan gerakan tiba-tiba ini.
Bruk—Aku menatap ke belakang, Harry tersandung akar pohon. Aku menarik Ed, kami berhenti dan membantu Harry untuk berdiri. “Lututku, astaga ini sakit sekali. Kita berhenti dulu Ed, kakiku bisa patah jika terus berlari!”
Edward menolak dengan tegas “Kita harus tetap maju, apa kau tidak mendengar suara itu? Mereka semakin mendekat!”
“Edward benar, lagi pula kamu tidak akan māti jika terus berlari!” Logan juga menolak
Aku menatap Harry, wajahnya sudah pucat karena sejak tadi terus berlari. Aku tau Harry tidak pernah menyukai petualangan rumit seperti ini, dia lebih suka duduk berlama-lama di laboratorium kedokteran itu dan mengoperâsi. Aku menatap Harry, “Bertahanlah Harry, kita harus menghindari mereka!” aku berusaha untuk menyemangatinya.
Harry akhirnya bangkit berdiri, dan segera ikut berlari lagi. Namun sudah terlambat, penduduk itu sudah lebih dulu menemukan kami dan mengelilingi kami. Aku meneguk ludahku kasar, Edward tetap melindungiku di belakang tubuhnya.
“Cepat, tangkap mereka. Kita harus menumbâlkan mereka sebelum matahari tenggelam!” seru tetua tadi.
Aku menatap sosok tetua itu tidak percaya, ternyata dia tetaplah makhluk primitif yang paling keji. Aku mengeratkan peganganku pada Ed, penduduk itu mulai berjalan maju dengan tombak runcing mereka. Logan terlihat was was, “Tidak ada jalan lain. Mereka sudah mengepung kita, jika kita tidak berlari menuju Gua itu. Maka kita hanya punya satu pilihan, kita harus menyerang mereka!”
“Tangkap mereka!” teriak tetua
Mereka—penduduk itu—lekas berlari ke arah kami, beberapa dari mereka sudah melempar tombak runcing itu ke arahku. Bruk—aku menghindar, lalu sebelum mereka sempat menyerang. Aku merasakan tubuhku terangkat dan melayang di udara. Di saat yang bersamaan, aku melihat siulet lelaki dengan tubuh tinggi tegap membawa kami menuju Gua itu. Penduduk desa itu terus mengejar kami.
Lelaki itu menurunkanku, Logan, Harry dan Edward tiba berikutnya. Mereka terlihat kewalahan, “Cepat, berpeganglah. Tidak ada jalan lain, aku akan membawa kalian pergi!”