Jahil

1744 Words

“Sst..udah jangan diganggu Jo. Biarin aja.” “kasihan ma. Dia nanti kesiangan mau kerja.” “biar aja, kasihan dia baru tidur jam dua tadi.” Telinga Dhira begitu riuh dengan suara dua orang yang sepertinya sedang berdebat akan sesuatu itu. Dia pun mulai mengerjapkan matanya. Dirasakannya ada sesuatu yang sakit di leher sampai punggungnya. Dia mengangkat kepalanya dan mencoba meregangkannya sejenak, tapi rasa sakitnya malah makin terasa. Dia melihat kearah sekitarnya. Dia mematung sejenak ketika melihat dua orang itu sedang menatapnya. “Jam berapa sekarang?” tanya Dhira dengan nada yang sangat pelan. “jam 6 Ra. Tadi aku mencoba membangunkanmu tapi dilarang tuh sama mama.” Ujar Jovan tak mau disalahkan. “izin saja nak, biar ibu saja sini yang ngomong sama bosmu.” Jovan pun langsung me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD