“kenapa?” tanya Dhira untuk menghapuskan kebingungannya itu. “Aku harus masuk malam ini. Tidak ada yang menggantikan. Tiba-tiba saja penggantiku kecelakaan. Mau tak mau aku harus masuk.” Jelasnya dengan nada lesu. “aku khawatir dengan ibu. Siapa yang akan menjaganya.” “biar aku saja. Aku tidak keberatan.” Tawarnya. Jovan langsung menatap Dhira mencoba meyakinkan. “kamu serius Ra? Tapi aku gak enak sama kamu Ra. Aku dah banyak ngrepotin.” Ujar Jovan merasa tak enak hati. Sejak hari pertama Dhira yang sudah membantunya. Dia tak tega jika harus membiarkan Dhira lagi yang bermalam disana. Tapi dia juga tak tega meninggalkan ibunya sendirian disana. “Udah tenang aja. Aku akan jaga bu Maya, kamu bisa kerja saja.” Tegasnya lagi. “Ra, makasih banget ya. Aku akan balas kebaikannmu pokok

