“Makasih ya sudah mengantarku pulang.” Ujar Dhira tulus. “Iya. Aku yang seharusnya makasih dan maaf ya kamu jadi pulang larut malam.” Sesalnya. Apalagi Dhira tadi juga baru balik kerja dan belum sempat beristirahat. Jovan merasa bersalah akan hal itu. Dhira pun menggelengkan kepalanya pelan. Dia sudah lelah mendengarkan ucapan terimakasih dari lelaki itu yang entah sudah keberapa kalinya. “Udahlah sana, kasian bu Maya sendirian.” Jovan mengangguk mengerti lalu dia pamit untuk kembali ke rumahnya sebelum ke rumah sakit lagi. Tubuh Dhira terasa lelah sekali. Matanya sudah tak bisa diajak kompromi lagi. Tapi dia masih harus mandi, tubuhnya sudah lengket. Dia pun bebersih terlebih dahulu sebelum tidur. Suasana rumah Dhira sangatlah hening. Tentu saja orangtuanya sudah tertidur lelap. J

