Finally Home

5000 Words
Entah sudah berapa lama sejak terakhir kali gill menghubungi ku dan aku menyerah untuk menghubunginya kembali. Kami terlihat seperti orang biasa tanpa kedekatan apapun, meski nyatanya kami pernah merasa begitu dekat dan akrab jauh sebelum dia berangkat ke Australia. Sore itu nampak biasa seperti hari-hari sebelumnya, hanya saja sebuah kabar mengejutkan tiba-tiba datang tanpa aku pernah kira setelah 1tahun lamanya. "Va, Ini tante Amanda" "Tante, ya ampun tante manda! tante apa kabar tante?" Aku sangat terkejut dan tak menyangka tante manda akan menelfonku sore itu! bagaimana tidak setelah 1tahun lamanya tiba-tiba mamanya Andra menelfonku. "Va, kamu bisa ke Singapore hari ini atau besok gak?" "Ada apa ya tante? kok eva degdegan ya" tanyaku dengan perasaan tak enak. "Beberapa waktu lalu Andra kecelakaan va dan tante rasa saat ini cuma kamu yang bisa menenangkan dia". Samar terdengar suara tante manda cemas dan seperti menahan tangis. "Ha? Andra gimana sekarang tante?" tanyaku dengan penuh kecemasan. "Kamu kesini ya,biar tiket pesawat dan lainnya tante yang urus" "Ia tante Eva kesana besok ! tante tolong info aja ke mama ya tan! " Ayahnya Andra adalah seorang dokter di salah satu rumah sakit ternama di singapore, sedangkan ibunya adalah seorang perawat dirumah sakit yang sama. Maka dari itu ketika andra kecelakaan di Jogja, mereka langsung meminta proses pemindahan pasien ke rumah sakit mereka di singapore. Sesampainya di Rumah Sakit akupun menangis histeris melihat keadaan andra, dia kehilangan salah 1 kakinya akibat kecelakaan itu. Aku pun memeluk andra yang masih terdiam melihatku disana. Dia memelukku erat dan memintaku untuk tetap memeluknya seperti itu. "Lek, lo disini?ini beneran lo kan?" "Lo b**o banget sih Mi! kenapa bisa gini?! " aku pun masih menangis sambil memukuli pundaknya. "Gw kecelakaan motor lek!" "lo pasti sambil mabok deh bawanya! iya kan?! lo b**o sih ih gak pernah dengerin gw!" "Gw cacat lek sekarang" tanpa sadar air mata andra pun menetes sambil melihat ke arah kakinya yang sudah diamputasi. "Mi, Cumi denger gw! lo akan baik-baik aja, lo pasti bisa kuat walaupun sekarang lo cuma punya 1kaki" "lek" Andra pun menangis histeris sambil memelukku, seolah dia masih sangat berat menerima kenyataan tentang keadaan fisiknya yang tak lagi lengkap. Aku hanya bisa memeluknya, perlahan aku pun mulai kembali melunak melihat keadaannya seperti ini. Aku ingin tetap ada disisinya untuk menyemangatinya, untuk membuatnya percaya diri kembali meski semua tak lagi sama. keesokan harinya akupun kembali pulang ke indonesia sendiri. Sebelum pulang tante manda memintaku untuk tetap bersedia datang untuk menyemangati andra di masa sulitnya dan melupakan masa lalu. Aku bersedia, entah aku masih cinta atau aku merasa kasihan dengan keadaanya. Entahlah.... 1bulan berlalu sejak terakhir aku ke singapore bertemu Andra. Tiba-Tiba nomer tak dikenal asal singapore menelfon ku via w******p. "Jelek!" terdengar suara ceria yang begitu ku kenal dari telfonku. "Mi! lo gimana kabar hari ini?" "Minggu depan gw bakalan pasang kaki palsu lek" "Lo mau gw temenin?" " Lo mau kesini? " Tanya andra dengan begitu bersemangat. "Bisa aja kalau lo mau gw temenin" "Mauuu donkkkkk mau banget! " terdengar suara andra yang begitu bahagia. "Ok minggu depan gw kesana" Tiga hari sebelum jadwal pemasangan kaki palsu Andra.... "Lek, lo gak perlu kesini" terdengar suara andra lemas dan sedih dari telfon "Mi? Kenapa? kakinya belum jadi?" "Gw harus berangkat ke Belanda sore ini, oma gw pengen gw dirawat disana. Gw gak pengen pergi! gw pengen balik ke indonesia biar bisa ketemu lo tiap saat! tapi dengan keadaan gw saat ini gw gk bisa apa-apa" Aku terdiam, rasanya sedih ketika Andra akan segera dibawa ke Belanda oleh keluarganya. Ketika andra akan semakin jauh dan sulit untuk aku temui lagi setelah sekian lama. Iya, tante manda adalah wanita asli belanda yang akhirnya menikah dengan pria indonesia yang kemudian menetap di singapore. Maka dari itu mereka akan segera pindah sore ini ke belanda dengan harapan Andra akan bisa mendapatkan pengobatan yang lebih bagus dari yang di singapore. Terlebih neneknya yang sudah cukup tua ingin menghabiskan waktu yang lebih lama bersama cucunya meski andra tidak begitu menyukai berada disana. Proses pemasangan kaki palsu andra pun berlangsung di salah 1 rumah sakit di jerman, keluarganya memutuskan membawanya kesana karena mereka memiliki kenalan dokter hebat di rumah sakit itu, Andra akhirnya mendapatkan kaki palsunya walaupun dia masih cukup kesulitan beradaptasi menggunakan kaki palsunya. Sesekali dia menelfon untuk memperlihatkan kaki barunya atau sekedar bercerita tentang keluh kesahnya dengan kaki tersebut. "Semangat mi! lo pasti lama-lama juga kebiasa, ini karena awal-awal aja" " Ia lek, gw jadi ngerasa gak berguna tau gak dengan kondisi kaya gini! apapun itu gw masih harus membutuhkan bantuan orang lain" terdengar suara andra lemas. "Lah! bukannya dari dulu? ahahhahahaha" Ejek ku sambil tertawa "Yeee....tapi iya sih hahahaha" "Dasar anak mami! Tuan besar! hahahah" Dan kami pun tertawa..... Kembalinya kedekatanku dengan Andra membawa kembali sedikit kenangan masa lalu, tidak hanya yang bahagia tapi juga fakta menyakitkan sebelumnya. Seperti kebiasaan ku sebelumnya, tanpa gill aku hanya bisa bercerita tentang keluh kesahku di Path ku saat itu. " the truth is hurt, isn't it?" postingku pada halaman path ku tak lama kemudian Gill mengkomentari postinganku tersebut "kamu kenapa ?" Sesuatu yang tak pernah aku kira lagi semenjak terakhir gill menghubungi ku. Tiba-tiba saja gill kembali dan ada perasaan aneh yang kembali menyelimuti hati ku. Aku sangat bahagia dan rasanya sulit aku gambarkan secara detail bagaimana perasaanku saat itu. Tak lama gill menghubungi ku via w******p, aku tak menyangka ia masih menyimpan nomerku setelah sekian lama. "kamu kenapa va?" "Gill.....kamu apa kabar? " "Aku baik, maaf aku baru ada lagi setelah sekian lama" Rasanya aku ingin menangis setelah membacanya. " Kamu kenapa?" tanya gill " Gak, lagi keinget masa lalu aja " "Kenapa?" Aku pun menceritakan seluruh kisah masa lalu ku dengan Andra dan apa yang saat ini membuatku sedih. "wkwkwkwkwkwk kok bisa sih kamu pacaran sama gay?!" Gill malah tertawa membaca ceritaku saat itu "Ishhh dia malah ketawa!" " Habis lucu! kok bisa-bisanya kamu kena tipu 7tahun pacaran sama homo!" "Dia kayanya sih bisex ya, soalnya aku perhatiin kayanya dia ada tulus juga sayang sama aku" " Hahahahah ia ia ia kali " Gill pun tak hentinya meledekku. Walaupun ia mentertawakan kisahku, jujur aku begitu bahagia dengan kehadirannya. " Va, aku di indonesia" "Ha? seriusan ? kok gak bilang pas kemarin pulang? kapan balik ke indonya kemarin?" "Sudah 3bulan lalu" Aku cukup kesal karena dia tidak mengabariku ketika ia pulang. "Iishhh kamu kenapa baru ngabarin sih!!" "Ia ia maaf" "Gill makan roti bakar yuk! aku yang traktir deh" " Kapan? kalau 2hari ini aku gak bisa, aku masih di bali sekarang" " Tanggal 4 ya! di rawa mangun! aku tau roti bakar yang enakkk banget disana" "Itu jauh lho dari tempat kamu! kamu yakin gak apa-apa?" "Yakin! aku sering makan disana sama Nina" Akhirnya hari itu pun datang, aku sangat bersemangat untuk bertemu dengan gill. Tak peduli jarak yang jauh dan mahalnya biaya transportasi untuk kesana, aku tak peduli! saat akan berangkat tiba-tiba..... "Mama aku ikut!" Ia, dia lah kanaya. Putriku! Aku adalah seorang single parent yang telah bercerai semenjak ia 5bulan dalam kandungan. Ayahnya adalah seorang psikopat yang selalu memukuli ku tanpa alasan jelas selama aku menjadi istrinya dulu. Bukan, Andra bukan ayahnya kanaya. 7tahun adalah total masa pacaranku dengan Andra tanpa dihitung masa putusku. Aku Pernah bersama Andra Saat masih sekolah dulu dan akhirnya aku berpisah dengannya karena dia berselingkuh dengan 3wanita dibelakangku. Akhirnya aku bertemu ayahnya kinaya dan tak lama setelahnya kami menikah. Tak lama setelah menikah aku dinyatakan hamil tapi perlakuannya semakin kasar saat tau aku hamil. Hingga puncaknya ia diusir orangtuaku saat usia kandunganku 5bulan karena dia hampir membunuhku tanpa alasan jelas saat itu. "Gak! mama perginya jauh! naya gak boleh ikut kali ini" " Ikuuutttttttttttt" kinaya kecil yang sudah berusia 7tahun tetap memaksa ikut untuk pergi di kencan pertamaku dengan gill. "Aku naik kendaraan umum nak, nanti kamu ngambek deh pasti! belum nanti pasti nangis minta pulang terus! dirumah aja dulu ya" bujukku ke kinaya. "Ikuutttttt" kinaya pun mulai menangis dan menjerit. Tak lama neneknya datang dan memaksaku mengajaknya karena tak tahan dengan suara tangisannya. Akupun menyerah dan dengan terpaksa mengajaknya pergi bersamaku. Dikencan pertama ku!! "Aduh, gill gimana ya kalau tau tentang naya? gw belum sempet kasih tau dia tentang naya pula" ucap ku dalam hati Perjalanan kali ini terasa begitu panjang, tak hanya khawatir karena membawa serta kinaya tapi juga kahwatir kinaya akan sakit sepulang dari perjalanan ini. kami menaiki kereta sampai stasiun tanah abang dan lanjut dengan kendaraan lain untuk sampai tujuan. kinaya terlihat begitu bahagia bisa naik kereta dan tak hentinya jajan di sekitar stasiun kereta. Semakin dekat dengan tujuan, semakin aku merasa begitu khawatir. Bagaimana bila gill akhirnya pergi setelah tau tentang naya? Bagaimana bila dia ternyata tidak menyukai anak-anak? ah sudahlah, lagi pula ini fakta yang seharusnya tidak ku tutupi dari siapapun. Sepertinya Gill agak kesulitan menemukan tempat ini, sudah hampir 15 menit berlalu sejak jam yang seharusnya . Kinaya masih sibuk mengunyah ice cream pancakenya, sesekali aku mengajaknya bermain disekitar cafe atau menonton film cartoon kesukaannya. Aku benar-benar khawatir dia akan merasa bosan dan memaksa pulang saat itu juga. Tak lama gill pun sampai, Astaga.....aku tak menyangka dia sangat sesuai dengan kriteria ideal ku dia tinggi, kurus dan juga senyumnya begitu manis. Dia memakai kaos berwarna abu-abu dengan celana jeans hitam dan juga topi bertuliskan rip curl di depannya. Kamipun tersenyum saat memperkenalkan diri, ini pertama kalinya kami bertemu langsung setelah 1tahun kami mengenal lewat dunia maya. Dia tepat seperti dugaan ku senyumnya begitu hangat dengan pembawaan diri yang begitu tenang dan ramah. ah ....rasanya aku begitu tenang didekatnya dan ada sedikit perasaan aneh yang menyelimuti hati ku saat ku lihat jauh ke dalam matanya. Apa aku jatuh cinta? apa aku masih menyukai gill? entah..... "Maaf ya aku berantakan banget" ucapku sambil merapihkan rambut dan pakaian ku. "Gak kok, btw.... ini adik kamu?" tanya gill sambil tersenyum melihat naya. "Ini kinaya.... anak ku" dan akhirnya aku pun memperkenalkan kinaya secara langsung ke gill. Aku langsung menatap gill untuk melihat langsung expresinya saat itu. Aku khawatir gill akan berubah atau mungkin segera beranjak untuk pergi saat mendengarnya. Ternyata tidak dia masih tersenyum tanpa bertanya lebih jauh tentang statusku dan juga kinaya, dia masih terlihat begitu tenang. Kamipun segera memesan menu andalan ditempat itu Roti bakar tuna dengan nama TUNA MAYA tapi sayang saat itu hanya tersedia 1porsi dan hanya cukup untuk ku saja, Gill akhirnya memesan menu lain di list. ketika pesanan datang gill pun melihat betapa aku menikmati pesananku. aku pun memotong sedikit roti ku dan menyuapi gill, dia pun langsung memajukan badannya sedikit dan melahap potongan itu sambil tersenyum ke arah ku. Astagaaa..... apa yang ku lakukan ya tuhan? berani sekali aku menyuapinya! kami lebih terlihat seperti sepasang kekasih dibanding seorang teman saat itu. Karena seringnya aku dan nina ketempat itu sebelumnya, akhirnya kami pun mengenal dan akrab dengan para pegawai di cafe itu. bisa kau bayangkan? bagaimana expresi para pegawai cafe itu ketika melihatku menyuapi gill saat itu? ia.... mereka tersenyum sambil sesekali meledek kami. "Tumben kak eva bawa pacar! biasanya kalau kesini sama nina terus" ledek mereka sambil tertawa kecil. "husstt....bawel nih" omelku ke arah mereka. Gill hanya tertawa dan melanjutkan memakan sisa roti pesanannya. "Habis ini kamu mau kemana?" tanya gill "eemmm.....gak ada rencana sih, paling langsung pulang" "kita nonton yuk! deket sini ada bioskop gak sih?" ajak gill. "Hah? nonton? ada sih di metropole gak jauh dari sini. Tapi nonton apa?" "Terserah kamu mau nonton apa" kata gill sambil tersenyum. "Aku pengen nonton resident evil sih" Akhirnya kami pun bergegas ke metropole menggunakan uber. Saat itu pukul 17.50 dan ternyata film yang aku mau sudah hampir mulai . Gill pun mengantri untuk membeli tiket, sedangkan aku meninggalkannya sebentar bersama naya ke toilet. Tak lama gill pun menghampiri ku yang sedang berdiri di depan counter tiket "Aku udh beli nih! tapi maaf ya .... paling depan, soalnya cuma tinggal slot paling depan aja yang lain udah ke isi semua" kata gill sambil tersenyum kecil. Seketika aku pun terdiam tak percaya. "Gila paling depan dibeli juga" ujarku dalam hati. "Paling depan? kamu seriusan? " tanya ku dengan suara pelan. "Ia habis aku fikir kamu bener-bener pengen nonton film itu" kata gill sambil menarik tanganku ke arah theater. saat kami tiba, lampu sudah dimatikan dan film sudah mulai di scene awal. Kami bergegas duduk di kursi paling depan! Ia PALING DEPAN! dan aku merasa pandangan orang langsung tertuju pada kami, seolah mereka berbisik " itu serius orang ambil seat paling depan?" tiba-tiba gill pun berdiri dari kursinya. "Aku ketoilet dulu ya" kata gill sambil beranjak pergi ke arah luar theater. tak lama gill kembali membawa 2 bucket popcorn ukuran besar, 3 cup minuman dan 2 buah coklat untuk kinaya. "Gila! gede banget nih popcorn!! buat 1RT juga kebagian ini sih" ujar ku dalam hati. Kinaya duduk ditengah dengan aku disebelah kiri dan gill disebelah kanan. tiba-tiba kinaya menutup kedua telinganya dan bersembunyi di sela tanganku . "Mama serem" kata kinaya sambil memelukku. aku pun segera pindah ke kursinya dan menempatkannya dipangkuanku, dia memelukku dan akhirnya tertidur tak lama setelahnya. "Kayanya kita salah nonton film ya?" kata gill sambil berbisik di telingaku. "Ia kinaya takut " kataku sambil tertawa. Kini aku tepat berada disamping gill, ingin rasanya aku menyandarkan kepala ku di bahunya saat itu. Tapi siapa aku? Film akhirnya pun selesai, kinaya masih terlelap di pangkuanku saat itu. "Kalau aku gendong nangis gak dia?" Tanya gill sambil berusaha menggendong kinaya yang masih tertidur. "Kamu gak apa-apa gendong dia?" tanya ku dengan perasaan tak enak. "Gak kok,lagian dia tidur nanti kamu berat kalau harus gendong dia" Kata gill sambil tersenyum dengan kinaya yang sudah bersandar dibahunya. Jam sudah menunjukan hampir jam 9 malam, aku pun segera memesan taxi online untuk pulang. Tak lama taxi pun datang dan gill langsung meletakan kinaya di dalam taxi. Sebelum aku masuk ke dalam, gill tiba-tiba menarik tanganku. "hey.... selamat ulang tahun ya" katanya sambil tersenyum. Aku tak menyangka dia ingat bahwa kemarin adalah hari ulang tahunku. Aku pun tersenyum dan bergegas masuk kedalam taxi. Aku melihatnya masih berdiri ditepi jalan, menghisap sebatang rokok sambil menunggu taxinya datang. Aku segera mengambil Hp ku dan mengiriminya pesan. "Makasih ya untuk hari ini" "Ia sama-sama, semoga kamu suka ya! aku yakin hari kamu pasti berat" balasnya dengan menyematkan icon smiley. Rasanya malam itu begitu indah dan menyenangkan. Aku merasakan perasaan lain yang berbeda saat itu, sepertinya aku mulai yakin bahwa aku menyukai gill. Keesokan harinya, gill masih menghubungi ku seperti biasa. Aku kira dia akan pergi tapi ternyata dia malah makin begitu sering mengirimi ku pesan seperti sebelumnya. "Selamat pagi bu guru, semangat ya ngajarnya hari ini." Sebuah pesan masuk ke Hpku pagi itu, aku pun tersenyum dengan perasaan bahagia yang begitu besar. Iya bu guru! Aku adalah seorang guru TK disalah 1 sekolah islam bilingual di daerah ku. sulit dipercaya memang! bahwa aku yang sangat cuek, petekilan dan konyol ini adalah seorang guru TK. Tapi ya.... itu faktanya! bahkan aku termasuk salah satu guru Terbaik di sekolah itu. sepulang sekolah Gill pun mengirimi aku pesan menanyakan kabar sekolah hari ini dan bagaimana perasaan ku hari ini. kami makin dekat, jauh lebih dekat dari sebelumnya. Mungkinkah kami akan menjadi lebih dari seorang sahabat? entah, hanya waktu yang bisa menjawab. Suatu sore tiba-tiba gill mengirimi aku fotonya dengan seorang anak kecil tampan dan lucu. Rupanya dia adalah keponakan gill yang berusia 2th bernama Juna. Aku sangat menyukain juna saat itu, bagaimana tidak? dia begitu lucu dan menggemaskan. Aku pun segera menekan video call di whatsappku untuk melihat juna secara langsung melalui video call. Juna begitu tampan dan menggemaskan , dia begitu ramah dan lucu. Ketika juna pergi gill pun mengambil alih untuk mengajak ku video call, dia tidak berbicara apapun hanya tersenyum ke arah ku. Aku yang salah tingkahpun langsung mematikan video call saat itu. " Juna lucu banget" aku pun mengirimi gill pesan saat itu. "Kesini donk main liat juna" kata gill "Pancoran ya? hehehe nanti deh kalau lagi senggang" balasku. hari-hari berikutnya obrolanku tak jauh tentang juna, gill bercerita bahwa juna memiliki masalah keterlambatan berbicara. Usianya sudah 2th tapi dia belum bisa berbicara banyak hal, maka dari itu gill sering kali ikut pergi mengantar juna ke Rumah sakit untuk therapy. "Dia suka thomas! kalau dirumah dia cuma bisa bilang thomas tut...tut" balas gill ketika kami saling bertukar pesan. "Thomas train? cartoon kereta yang ada mukanya itu kan?" tanya ku. "Ia thomas train, dia suka banget." Hari berganti hari, tak terasa sudah 9 hari sejak terakhir kami bertemu. Hari itu gill baru saja pulang sehabis mengantar juna therapy di salah satu rumah sakit swasta di jakarta selatan. "Aku cape banget! maaf baru bisa chat kamu, aku banyak yang harus diurus hari ini" "Wah.... kamu dari mana?" tanya ku. "Pagi aku habis urus dokumen di agency, karena kan tanggal 14 nanti aku udah harus berangkat lagi ke sydney. Habis itu siangnya langsung berangkat lagi anter juna therapy" kata gill. sekejap aku merasa sedikit sedih saat membaca gill akan segera kembali ke sydney untuk bekerja, Rasanya aku tak ingin kehilangan gill lagi seperti sebelumnya. "Oh...kamu sudah mau berangkat lagi ya? yah.... bakalan sepi lagi deh gak ada kamu" tanyaku dengan sedih. "Ia aku sudah 3bulan disini, sudah waktunya aku balik ke sydney lagi. Aku pasti kabarin kok kali ini! btw aku tidur dulu ya badanku agak gak enak nih kayanya kecapean kali ya" kata gill "Ia kamu istirahat ya" keesokan harinya, "wakey wakey gill rise and shineeeee" aku pun mengirimi gill pesan pagi itu. "hai kamu, good morning" "Gimana kabar kamu? masih gak enak badan?" tanya ku "masih nih, kayaknya masuk angin deh" "Coba bikin air jahe hangat gih, biasanya aku kalau minum itu langsung enakan" "kamu sini bikinin buat aku" kata gill sambil menyematkan icon wink. "Ishh jauh... kalau kirim ojek juga pas sampe sana udah dingin yanga ada" " Hahahaha yaudah makanya kamu yang kesini langsung biar bisa sekalian main sama juna" kata gill "Nanti ya aku masih ada kerjaan saat ini" "Aku harus mulai packing juga nih buat besok, pengen banget sebenernya ketemu kamu lagi sebelum pergi. Tapi bakalan ribet juga hari ini banyak yang harus di urus" kata gill. "Eh btw gelang kamu udah jadi nih! besok kamu berangkat jam berapa?" Ia gelang, sebuah gelang anyaman dari benang yang ku buat sendiri untuk gill. Saat gill mengetahui aku bisa membuatnya, dia pun memintaku untuk membuatkan 1 untuknya yang berwarna kuning dan abu-abu tua. "besok flight jam 14.10 dari soetta, kamu bisa antar?" tanya gill "yah siang ya? aku kerja" kata ku sedih Sebenarnya aku sangat ingin mengantarnya esok hari. Tapi aku harus bekerja di jam tersebut, entah aku bisa atau tidak untuk bertemu dengannya besok. "Liat besok ya"kata ku "Ia besok aku jam 10 an kayanya sudah sampai sana kalau kamu bisa"kata gill Keesokan harinya, Pagi itu aku tetap bekerja walaupun sebenarnya aku sangat ingin bertemu dengan gill sekali lagi sebelum dia pergi. Rasanya aku begitu galau dan tak tenang Aku terus memandangi jam dinding di kelas ku mengajar. Tiba-tiba gill mengirimi aku pesan. " Aku sudah mau jalan ke soetta, kalau kamu gak bisa datang gak apa-apa. sampai ketemu beberapa bulan lagi ya" kata gill dengan icon smiley Aku makin tak tenang, aku pun memikirkan cara untuk bisa pergi saat itu juga. "Gill....tunggu aku! aku pasti datang siang ini! please tunggu aku!" Aku pun langsung berpura- pura sakit dan menyerahkan pekerjaan ku saat itu ke asistenku, lalu aku bergegas pergi ke ruangan kepala sekolah dengan langkah lemas yang ku buat-buat dan izin untuk segera pulang saat itu juga. Dan aku berhasil.... Aku segera berlari mencari taxi untuk segera pergi ke bandara saat itu juga. Gill sudah menunggu di terminal 2 depan Gate 3 bandara soekarno hatta. Aku semakin tak tenang sepanjang perjalanan waktu menunjukan pukul 10.30 dan gill akan membutuhkan setidaknya 2jam sebelum check in bagasi. Aku harus bergegas sebelum benar-benar terlambat. "Gill..aku dijalan! please tunggu aku! aku pasti datang!" aku mengirimi gill pesan. "Ia aku tunggu di depan Gate 3 ya di terminal 2" Sesampainya di bandara aku segera berlari mencari gill ke gate 3, tapi aku tak melihatnya dimanapun. Aku pun segera menelfon gill "Kamu dimana? aku sudah sampai!"kata ku dengan nafas yang masih terengah -engah. "Aku di depan gate 3, kamu dimana?" kata gill "Ya aku disini terminal 2 gate 3"kata ku sambil melihat ke sekitar kami mulai mencari satu sama lain diantara kerumunan orang. "Aku depan A&W kamu dimana?" kata ku sambil terus mencari gill. "Iya aku juga depan A&W " kata gill kami pun kembali berkeliling untuk menemukan satu sama lain dan ternyata, gill menungguku di luar dan aku mencarinya di dalam. Kami berada di sisi yang berlawanan selama ini. Gill pun segera menghampiriku di dalam Aku pun segera mengeluarkan gelang yang ku buat untuk gill dan memberikannya saat itu juga. Gill pun juga mengeluarkan 2batang coklat cadbury edisi valentine dari tasnya. Ia hari itu adalah 14 february 2017. Kami pun tertawa melihat apa yang kami bawa untuk satu sama lain Gill mengambil gelangnya dan aku mengambil coklatnya. Waktu menunjukan pukul 11.20, waktu kami semakin sempit untuk bersama. "Kamu gate yang ini?" kataku sambil menunjuk salah 1 gate didepan kami. "Di tiket sih itu tapi aku liat di list maskapainya gak ada maskapai ku hari ini. Coba kita lihat kesana mau gak?" kata gill sambil mengajak ku melihat list penerbangan di gate lainnya. Kami pun berjalan melihat lihat list penerbangan hari itu dan tidak menemukan jadwal penerbangan maskapai yang gill pakai. Tapi karena di tiket tertulis gate 3 maka kami kembali ke depan gate 3, tempat kami bertemu sebelumnya. Kami pun berdiri didepan pagar pembatas di depan gate 3, melihat kembali list penerbangan hari itu sambil berbincang selagi masih ada waktu. Tiba-tiba gill membungkuk ke arahku dan berbisik di telinga ku "Aku boleh gak cium kamu?" bisik gill lembut ditelingaku. Aku terdiam dengan sedikit mengrenyitkan dahi kearah gill. "Cium?" tanyaku pelan dan aku pun menganggukan kepala ke arah gill. Aku fikir gill mungkin hanya ingin mencium pipi ku sebagai tanda perpisahan seperti orang berpamitan pada umumnya. tapi ternyata , tiba-tiba gill mendekat dan bibirnya sudah menempel di bibirku. Astaga.... aku terkejut, dia mencium bibirku sambil menggenggam tanganku. Ciuman itu begitu hangat dan lembut, aku terpaku dan perasaan aneh itu muncul kembali membuat seluruh tubuhku serasa bergetar. Aku sangat menyukainnya dan tak ingin melepaskannya juga. Akupun membalas mencium gill dan kami pun berciuman tepat di depan gate 3 terminal 2. seolah kami tak peduli dengan banyaknya orang yang melirik ke arah kami saat melintasi gate tersebut. Yang kami tau hanya, Kami ingin waktu berjalan lambat dan menahan dia lebih lama lagi untuk berada disini. Kami pun melihat satu sama lain, dia mengelus pipiku dengan kedua tangannya dan tersenyum. Kami tersenyum dan akupun mulai tertawa sambil menangis. Aku tak menyangka selama ini gill memiliki perasaan yang sama dengan ku dia menyukaiku seperti aku menyukainya . Bukan .....bukan sekedar suka! kini aku sadar aku mencintainya. Dan dia pun memiliki perasaan yang sama. Kami pun berjalan menuju jalur masuk ke gate 3 untuk mengantar gill. Tapi kami berhenti,menatap satu sama lain dan kembali berciuman didepan ratusan orang yang melintas saat itu. Dan gill akhirnya melepas genggamannya dan berjalan menuju pintu masuk. Aku terdiam dengan perasaan bahagia campur sedih saat itu kenapa kami baru mengetahui hal ini di saat terakhir kami bertemu? aku menangis, kaki ku terasa lemas dan hati ku terasa begitu sakit. Aku pun berlari mengejar gill yang hampir masuk saat pemeriksaan bagasi dan langsung memeluknya saat itu. Dia memelukku dengan sangat erat dan mengelus rambutku dengan lembut Dia mencium keningku dan berbisik di telingaku " Tunggu aku pulang" Gill pun berjalan masuk sambil tersenyum ke arah ku. Aku yang masih membeku dengan air mata di pipiku melihatnya perlahan menghilang dari pandanganku. Aku pun berjalan pergi dengan lemas dan kembali menangis di dalam taxi seperjalanan pulangku. Tiba-tiba sebuah pesan membuatku tersenyum, itu dari gill " Terima kasih ya sudah datang, aku seneng banget bisa liat kamu sebelum aku pergi! tunggu aku 10bulan lagi. Aku akan kabarin kamu saat aku sampai sydney nanti" Aku pun tersenyum membacanya, aku memejamkan mataku dan kembali membayangkan saat dimana gill menciumku. Rasanya masih begitu terasa di bibirku. Aku pulang dengan perasaan bahagia dan sedih yang bercampur aduk dihati ku. sebuah lagu dari beyonce ft ne'yo yang kudengarkan dengan headphoneku saat itu seolah menjadi soundtrack yang menemaniku dalam perjalanan pulangku . " ? Seconds feel like hours As I sit here And watch them tick away And just the thought Of seeing you again I wanna think I've longed for this day So I'll be waiting Cause I can't smile Until I see your smile?" "Aku akan tunggu kamu pulang, kita akan ketemu 10 bulan lagi!" Aku melihat ke atas dan membayangkan kita tersenyum kearah yang sama. Aku hanya berharap semua akan tetap sama meski jarak terlalu jauh dan terlalu lama untuk kita jalani Orang bilang LDR adalah hal terburuk dalam sebuah hubungan Siapa yang tau? Kita tak akan pernah tau bila kita tidak coba untuk mengambil langkah dan tiap resiko dalam tiap prosesnya. Entah itu gagal atau berhasil, tergantung dari bagaimana kita kuat dan yakin akan perasaan yang kita miliki! Orang bilang LDR itu berat! tapi mungkin justru itu yang pada akhirnya membuat akar cinta menjadi lebih kuat. Masih beberapa jam sebelum gill sampai di sydney dan aku bisa menghubunginya. Dia harus transit terlebih dahulu selama 2jam di taipei lalu lanjut beberapa jam lagi untuk sampai di sydney. Ia entah apa yang di fikirkan perusahaan tempatnya bekerja? dari sekian banyaknya pilihan maskapai bintang 5 yang menawarkan penerbangan ke sydney. Entah mengapa mereka memilih rute yang jauh dan mahal untuk akhirnya bisa sampai Padahal ada garuda atau qantas yang hanya perlu transit di bali sebentar dan hanya butuh waktu yang singkat untuk sampai sydney. Kalaupun ingin memberikan tiket yang mahal untuk staffnya kenapa mereka tidak memberikan saja mereka kelas bisnis selama perjalanan kesana? Ah aku tak mengerti! Rasanya Hanya kesal karena semua itu membuatku semakin tak sabar untuk mendengar kabarnya kembali. Beberapa jam kemudian, malam itu menunjukan pukul 1dini hari. Tiba-tiba sebuah pesan masuk membangunkan tidurku malam itu. "Aku baru sampai Taipei, dingin banget disini! hiisshh aku gak kuat dinginnya" "Gill....."aku pun segera bangun dari posisi tidurku dan dengan bersemangat membalas pesannya saat itu juga. "Lah kamu gak tidur? diindo masih tengah malam kan sekarang?" balas gill "Aku nunggu pesan dari kamu! syukurlah flightnya lancar!" balasku dengan begitu bahagia. "Ia lancar tapi tepos ini pantatku! udah ngantuk pula! hadeuh masih beberapa jam lagi nih!" "Tidurlah dipesawat nanti" balasku "Aku gak pernah bisa tidur di pesawat dari dulu" "Duh kasian.... yang sabar ya! masih beberapa jam lagi... kuatkan pantatmu nak! hahahahah" kata ku sambil bercanda. "Ia nih tepos tepos deh!" "Kabarin aku kalau sudah sampai sydney ya " "Pasti! kamu tidur lagi gih.... aku sudah mau boarding lagi nih" "Ia ...have a safe flight" Kata ku dengan icon senyum di akhirnya. Aku begitu bahagia sampai akhirnya aku tak bisa lagi memejamkan mataku untuk kembali tidur. Rasanya ingin segera pagi untuk bisa kembali melihat chat masuk dari gill. Keesokan paginya, aku tak sabar menunggu kabar dari gill. Ku lihat Hp ku tiap menitnya untuk memastikan tak ada yang ku lewatkan dari gill. Pukul 9pagi akhirnya gill kembali memberiku kabar " hi cantik! pasti nungguin ya?" "Hahaha kok tau?" kata ku dengan begitu bersemangat "yaiyalah kan sekarang punya pacar baru!"kata gill PACAR! PACAR! ya tuhan..... rasanya begitu bahagia dan berbunga-bunga melihatnya. mulai saat itu kami pun resmi berpacaran. "Aku baru sampai hotel, habis ini aku mau istirahat bentar terus keluar cari toiletries dan lain-lain! nanti aku hubungi lagi ya " kata gill sambil menambahkan icon kiss diakhirnya. 3jam kemudian tiba-tiba ada video call masuk dari gill. Dengan begitu bersemangat aku pun mengangkatnya "Kamu lagi apa?" tanya gill sambil tersenyum " Baru banget sampai rumah nih" kataku sambil tersenyum kearah gill Kami pun terdiam memandangi satu sama lain, seolah masih tak percaya bahwa akhirnya kami resmi berpacaran. "Aku masih gak bisa lupa rasanya bibir kamu" kata gill sambil tersenyum Aku hanya bisa tersenyum malu dan tertawa kecil saat itu "Kenapa kamu cium aku?" tanya ku "Karena say goodbye aja gak cukup" kata gill "Gill... do you love me?" tanya ku " I do" kata gill "why do you love me?" tanya ku "Aku suka aja cewe bawel kaya kamu! karena aku jarang ngobrol jadi sekarang ada yang bisa imbangi aku untuk ngobrol" kata gill "Sial!! hahahaha bawel banget apa aku?" kata ku sambil tertawa. "Makasih ya udah antar aku kemarin, aku cukup terkesan. Sebelumnya belum pernah ada mantan-mantan aku yang bela-belain antar aku! aku sudah sering berpergian ke berbagai negara sejak lama, tapi hanya selalu ade aku aja yang selalu antar jemput aku" "Aku gak mungkin gak antar kamu! itu saat terakhir aku ngeliat kamu, gak mungkin aku bisa tenang gitu aja tanpa ngeliat kamu terakhir kalinya sebelum kamu pergi untuk waktu yang lama." kata ku Dia tersenyum, Jemarinya mengarah ke camera seolah dia sedang mengelus rambutku saat itu. Lalu ia bangun dari posisi tidurnya dan mencium camera seolah sedang menciumku saat itu. Ya ...kita dua orang yang sedang jatuh cinta. Awal masih begitu indah walaupun kami tak atau apa yang akan kami lalui setelah ini. Yang pasti, aku begitu bahagia dan menyayanginya. Begitu juga dia " Gill.... tapi kan kita beda agama! kamu gak masalah dengan itu? kedepannya akan sulit sepertinya dengan perbedaan kita. Kamu yakin?" tanya ku " Biarlah itu urusan nanti, hubungan ini masih seumur jangung! Biar aja perasaan ini tetap tumbuh. Toh kita saling menyayangi kan?" kata gill sambil tersenyum manis. Seketika aku terfikir dengan perbedaan keyakinan antara aku dan gill. Aku seorang muslim dan gill adalah seorang nasrani aku terfikir tentang bagaimana reaksi kedua orang tua kami bila mengetahui tentang hal ini. Apalagi ayahnya gill adalah seorang nasrani yang taat dan begitu kental dengan adat istiadatnya dia mungkin akan menentang kami bila tahu tentang hal ini. "Ia ..... kamu sudah dapat semuanya kan? kapan siap join ke cruisenya lagi?" "Besok pagi! doakan lancar ya" " Pasti donk! i Love you dear" kata ku "I love you to australia and back " kata gill sambil tersenyum. dan kami pun tertawa bersama .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD