Chapter 37 - 38

1205 Words

CHAPTER 37                 Aneh, Brendon merasa tidak nyaman dengan perasaannya. Ada hal yang tidak bisa dijelaskan mengapa ia begitu khawatir akan sesuatu—sesuatu yang ia sendiri tidak tahu apa itu. Terus ia berpikir, mie ayamnya masih sisa seperempat dan ia benar-benar berhenti makan karena perasaan kalut.                 Tangannya memegang sendok, berhenti di udara, wajahnya terdiam tegang.                 "Ngapa, Bren?" tanya Dallon, menjentikkan jari di depan wajah Brendon.                 "Gue—"                 Belum menyelesaikan kalimatnya, meja di depannya terbalik seketika. Semua pengunjung diam membeku, termasuk pemilik kedai, dikarenakan kini berdiri penguasa kota mereka yang tadi menendang meja hingga seisinya berantakan dan terbalik ke lantai.                 Brendon t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD