Chapter 39 - 40

1214 Words

CHAPTER 39                 "Tapi kamu baru baikan sama temen kamu, terus kampus—"                 Brendon memutus, ia tersenyum menggunakan bibirnya yang agak memudar warnanya dan pecah-pecah. "Lebih baik begitu daripada kamu kena bahaya kayak tadi. Jadi aku bisa terus jagain kamu, dan temen-temenku pasti ngerti, kok, toh, aku bisa aja ngunjungin mereka."                 "Mas—"                 "Udahlah, aku mau tidur. Ngantuk ini." Brendon menguap, Indira memperhatikannya yang mulai menutup mata. Tetapi seperdetik ia membukanya lagi. "Astaga, film—"                 "Mas, tidur aja, nonton film bisa nanti!" tegur Indira, tanpa sengaja memukul bagian di mana Brendon menyembunyikan tangan kirinya. Spontan ia terpekik pelan, meringis setelahnya yang membuat Indira terheran akan tingkahny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD