Chapter 33 - 34

1187 Words

CHAPTER 33                 Kembali, Brendon membaringkan badannya, kali ini tidak menutup mata dan ia menghadapkan wajahnya ke arah televisi. Dinyalakan televisi dan diganti-gantinya mencari saluran bagus karena saluran rata-rata hanya berupa semut saja. Ia sempat mendengkus kesal karena tak menemukan apa pun sampai ia mendapatkan channel yang menayangkan film aksi.                 Memandang jam dinding sekilas, ia menemukan pukul tiga di sana.                 Wajahnya menggelisah dan Brendon kembali menatap ke arah pintu kamar. Seakan menunggu Indira keluar dari sana. Dikeraskannya volume televisi, berharap gadis itu terganggu dalam tidurnya dan menuju kemari.                 Satu menit ....                 Dua menit ....                 Tiga menit ....                 "Kebo bener

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD