19. Cuman Genggaman Tangan

1076 Words

“Kayaknya mau hujan,” gumam Senna yang melihat langit sedikit mendung, dia pikir pasti akan hujan sebentar lagi. Namun, saat melihat hamparan pantai di balik jendela mobil, dia sangat antusias. Mobil Devan berhenti di parkiran yang cukup sepi. Ia turun lebih dulu, memandang sekeliling, lalu berjalan ke sisi lain kemudian membukakan pintu bagi Senna. Senna itu turun sambil tersenyum, matanya bersinar menatap Devan. "Makasih ya Om." Devan hanya menjawab dengan anggukan kepala. "Di sini sepi ya, Om. Di sana rame banget padahal," ucap Senna sambil memandang ke arah pantai. Angin membelai rambutnya, membuat helaian-helaian kecil berterbangan di depan wajahnya. "Memang sengaja cari yang sepi. Biar kita bisa santai, saya enggak suka ribut." jawab Devan, dengan lembut lembut. Senna menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD