"Semalam Om mau nyium aku, ‘kan?" celetuk Senna membuat dentingan sendok yang sejak tadi berada dengan piring mendadak terhenti. Celetukan itu berhasil membuat Devan membeku, suapannya tertahan di udara, menggantung bersamaan dengan detak jantung tidak karuan. Devan melirik sesaat ke arah Senna, tatapan gadis kecil itu terlihat tidak sedang bercanda. Terlihat jelas dengan posisi tangannya yang tengah dilipat depan dad*. Seakan celetukan itu adalah sebuah introgasi bagi Devan. Aroma nasi yang tadinya gurih nan mengugah selera berubah hambar. Untuk menyembunyikan keterkejutannya itu, Devan pura-pura sibuk dengan sisa nasi di piringnya. “Kamu bilang apa tadi?” tanyanya. Senna menghela napas kasar. “Om nggak usa pura-pura budek, deh,” tuntut Senna dengan suara tajam menusuk. “Senna yakin, O

