Fake Wedding 2 Part 5 MENYESAL

2099 Words
  Author Pov. Kezia baru saja makan siang di pinggir kolam renang, entah mengapa duduk di pinggir kolam renang sambil menikmati es cream sepertinya sangat enak, Kezia memanggil pelayan untuk mengambilkan es cream di kulkas. Kezia sedang berbaring di kursi santai ketika Xander datang, tumben tumbenan Xander pulang siang. “Kamu tumben dirumah?,” Tanya Kezia heran dengan keberadaan Xander, tidak biasanya Xander kembali ke rumah siang siang, biasanya sore jika lembur malam hari baru kembali. “Hemmmm,,, apa kamu sibuk hari ini?,” Tanya Xander, Xander sudah duduk di kursi santai sebelah Kezia, hanya duduk tidak bersender seperti Kezia. “Mungkin jam tiga nanti aku ke rumah sakit, setelahnya belanja bulanan, ada apa?,” Tanya Kezia pada Xander, tumben sekali Xander menanyakan kesibukannya, atau mungkin Xander mau mengajaknya liburan lagi?. “Kita kerumah Mommy sebelum berangkat ke rumah sakit, kamu harus minta maaf sama Mommy.” Perintah Xander pada Kezia, walau Xander tau Kezia tidak salah, namun Xander hanya ingin melihat istrinya dan ibunya baik baik saja, “Aku enggak mau, itukan bukan salah aku, kenapa aku yang harus minta maaf,” Ucap Kezia, walau memang dulu Kezia di ajarkan Eyang Putri untuk minta maaf terlebih dulu, ataupun memaafkan orang orang yang salah padanya, namun pada Mommynya, Kezia belum mau untuk minta maaf. “Key, Mommy punya alasan untuk itu, kamu harus mengerti bagaimana Daddymu pergi sana sini, bahkan Daddy jarang pulang ke rumah, Mommy juga khawatir dengan keadaan Daddy, bayangkan jika itu aku, apa kamu rela jika aku harus pergi jauh dari kamu, apa kamu rela aku di goda perempuan sana sini?,” Xander sedikit terbawa emosi, hingga dia tidak mengontrol nada suaranya. “Kalau aku jadi Mommy aku akan mementingkan anak, apa lagi jika Dokter sudah mengatakan jika sudah tidak ada harapan untuk hamil kembali, aku pastikan akan menjaga anakku, dan jika suamiku setia dia tidak akan tergoda dengan wanita di luar sana, sekalipun wanita itu menggodanya terlebih dulu.” Balas Kezia, Kezia sudah merasakan bagaimana hidup sendirian, semua yang dia minta selalu di sediakan namun kasih sayang orang tuanya yang sulit dia dapat, pura pura bahagia di depan semua orang, seolah olah semuanya baik baik saja itu tidak mudah, perlu mengeraskan hatinya sekeras batu karang agar tidak rapuh saat di terjang ombak. “Key, semua laki laki bisa selingkuh, semua orang bisa tergoda untuk meninggalkan yang lama ke yang baru, harusnya kamu belajar dari Mommy gimana dia bisa menjaga Daddy selama ini,” Xander enggak mau mengalah dari Kezia, dia tetap mempertahankan argumentnya. “Ohhh ya,, kamu mau selingkuh, silahkan, aku masih mampu membesarkan anak ku sendirian, aku masih mampu bertahan tanpa kamu dan Spindler, jika itu yang kamu mau,” Balas Kezia, Xander tidak habis fikir sebenarnya apa yang ada di dalam fikirannya Kezia, hingga dia berfikiran seperti itu. “Key, bukan masalah selingkuh, tapi kamu juga harus memperhatikan suamimu, sebelum suamimu mendapat perhatian dari orang lain, Aku tidak akan melepaskan kamu sampai kapanpun, selamanya kamu istri aku, ingat perjanjian itu tidak ada perceraian di dalam pernikahan ini!!.” Xander tidak mau mengalah dengan Kezia, bahkan Xander tanpa sengaja membentak Kezia dan mengungkit masalah surat penjanjian pacsa menikah, bahkan Xander pun sudah lupa jika memiliki surat perjanjian Prasca menikah, dan entah kenapa tiba tiba dia teringat dengan surat perjanjian pernikahan di waktu yang tidak tepat. “Memperhatikan suami tidak harus ada di sisinya dua puluh empat jam Xander, orang butuh privasi dalam hidup mereka, kamu tanya tentang perhatian, memang apa yang aku lakukan selama ini kurang?, Aku ingat perjanjian itu Xander, aku akan terikat selamanya denganmu, selamanya, tanpa kamu mengingatkan isi perjanjian itu aku masih ingat Xander,” Jawab Kezia tak kalah emosi, apa lagi dia sedang hamil hormonnya sangat cepat naik turun, dan itu mempengaruhi emosinya yang ikut naik turun. Kezia meninggalkan Xander yang masih duduk di kursi santai, dirinya merasa akan meledak jika dia terus berada di samping Xander. Kezia melewati pinggir kolam renang, namun karena lantainya lumayan licin dan Kezia yang di kuasai amarah tidak memperhatikan jalannya sehingga dia terjatuh kedalam kolam. Xander tidak melihat Kezia jatuh, karena dia sedang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi antara Kezia dan orang tuanya, namun melihat Kezia yang berada di kolam renang, Xander segera berlari dan melompat ke dalam kolam renang. Kezia memang bisa berenang, tanpa bantuan Xander dia bisa menepi sendiri, namun karena ada Xander Kezia hanya pasrah dalam pelukan Xander. Pelayan menghampiri Kezia dan Xander membawakan handuk untuk mereka berdua, Xander melepaskan gendongan Kezia, dan mendudukan Kezia di kursi santai tempatnya duduk tadi, Xander menyelimuti tubuh Kezia dengan handuk yang di bawa pelayan, namun, Kezia segera bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Xander yang masih berdiri di pinggir kolam bersama pelayan. Kezia baru saja keluar dari kamar mandi ketika Xander masuk kedalam kamar mereka. “Nih, minum dulu biar badannya anget,” Xander menyerahkan segelas s**u pada Kezia, Kezia hanya menerimanya dan langsung meminumnya. Xander hanya tersenyum sekilas melihat Kezia mau meminum susunya hingga habis, karena jarang Kezia mau minum s**u semenjak dia hamil, karena rasanya amis. *** Kezia duduk di sofa sambil membaca majalah fashion, mengambaikan Xander yang ikut duduk disampingnya. Xander juga sibuk dengan tabnya, sesekali melirik Kezia yang asik dengan majalahnya, wanita juga sudah melihta barang barang mewah dikit memang lupa lingkungan sekitar, batin Xander. Tampa Kezia sadari sudah sau jam dia duduk di sofa dan membaca majalah, dia merasa lapar segera bangkit menuju kulkas yang berada di kamar ini, dulunya memang tidak ada, namun semenjak Xander tau Kezia suka naik turun hanya untuk makan, Xander membeli kulkas untuk di taruh di kamar ini. Kezia mengambil pudding chocolate ukuran sedang, dan juga jus alpukat yang sudah di masukkan dalam botol minum, sehingga kezia tinggal mengambilnya. Kezia makan dengan lahap pudding chocolate, bahkan dia tidak menyadari jika Xander sedari tadi menatap Kezia yang asik makan. Selesai makan dan minum jus alpukat Kezia merasa kenyang, Xander bangkit dari tempat duduknya, mendekati Kezia. Xander menghapus bekas pudding chocolate yang berada di pinggir bibir Kezia dengan pelan menggunakan tisu. Kezia hanya diam, jantunngnya berpacu dengan kencang, entah kenapa setiap dia dekat dengan Xander dia seperti ini. “Apa kamu jadi ke Dokter kandungan?,” Tanya Xander, karena ini sudah jam dua siang. Kezia tidak menjawab namun dia mengangguk, memberi jawaban pada Xander. “Aku antar,” Lagi lagi Kezia hanya mengangguk, tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Xander. *** Mereka berangkat ke rumah sakit milik Orlando, setelah Xander dan Kezia selesai ribut, Xander tidak ingin Kezia menggunakan dress di atas lutut, dan juga sepatu berhak lima senti yang biasa Kezia pakai, namun Kezia tidak mau menggantinya hingga Xander harus memaksa Kezia, yang berakhir Xander harus mengalah pada Kezia karena keras kepala Kezia yang melebihi Xander. Kezia dan Xander segera masuk ke ruangan Dokter kandungan karena Kezia memang sudah membuat janji terlebih dulu dengan Dokter kandungan, juga Kezia anak pemilik rumah sakit ini, sehingga pelayanan untuk Kezia harus yang terbaik jika mereka tidak mau di pecat Orlando. Setelah memeriksa kandungannya yang berusai empat bulan, Kezia dan Xander mampir ke supermarket tidak jauh dari mansion Xander. Kezia mengambil dua s**u ibu hamil ukuran sedang dengan rasa chocolate dan vanilla walau dia memang tidak suka minum s**u namun setidaknya dia menyetok dirumah, kalau kalau dia pengen minum s**u walau rasanya cukup amis, biscuit yang biasa di beli, ada rasa asin ada juga yang manis, kezia juga mengambil beberapa batang chocolate ukuran sedang namun berbeda merek, kezia juga mengambil camilan yang cukup banyak hingga Xander mengembalikan camilan itu hingga membuat Kezia mengambil kembali camilan yang cukup banyak hingga membuat Xander menyerah dan membiarkan Kezia membeli apa yang diinginkan Kezia. Kezia juga membeli buah buahan, yang cukup banyak, Xander hanya mengikuti kemana Kezia berjalan, sambil mendorong trolinya. Kezia duduk di kursi tunggu dekat dengan kasir sambil menikmati es creamnya, sedangkan Xander, jangan di tanya dia sedang mengantri di kasir, membayar semua belanjaan Kezia. Selesai berbelanja Xander dan Kezia pulang ke mansion, Kezia segera naik ke lantai tiga, meninggalkan Xander yang berbicara dengan Devan, entah mungkin dia sedang membahas pekerjaannya. *** Malam hari Xander membawa Kezia mansion orang tua Kezia, awalnya Xander mengatakan jika Xander akan mengajak Kezia dinner di luar, namun Kezia baru menyadari jika Xander membawanya kerumah orang tuanya. Kezia, Xander, Orlando, dan natarina sedang menyantap makan malam, hampir semua makanan di meja makan ini makanan favorit Kezia, dari ayam bakar balado, gurami asam manis, udang saus tiga rasa, rendang daging sapi, sayur asem yang sengaja Natarina masak special untuk Kezia, walau memang enak di makan siang hari namun Natarina mencoba masak untuk menu makan malam. “Key, kenapa enggak di makan?,” Tanya Xander yang duduk di samping Kezia, Orlando, Natarina dan Xander sedang menikmati makan malamnya sedangkan Kezia sendiri hanya diam, tanpa mau menyentuh piring yang sudah terisi nasi dan lauk kesukaannya, entah kenapa tiba tiba dia mual, eneg jadi satu. “Aku kenyang, aku ke kamar mandi dulu,” Kezia meninggalkan ruang makan, dia melangkah ke kamar mandi, Kezia memuntahkan isi perutnya, namun hanya lender putih, dan itu sangat menyikasanya. Natarina yang melihat tingkah Kezia hanya bisa menghela nafas, Kezia memang jarang sekali marah, namun sekalinya dia marah, dia akan mengabaikan semua orang, menganggap semua orang tidak ada di hadapannya, menganggap seolah olah hanya ada dirinya sendiri. Selesai makan malam, Xander, dan Orlando masuk kedalam ruang kerja Orlando, entah apa yang mereka bicarakan, sedangkan Kezia dan Natarina hanya duduk di sofa, tidak ada percakapan diantara mereka berdua, Natarina yang merasa sebagai orang tua, memulai pembicaraannya terlebih dulu. “Key, gimana kabarmu Nak?, tadi Xander bilang kalian dari Dokter kandungan, gimana ke adaan anak kalian?,” Tanya Natarina, mencoba membuka percakapan, walau dia tidak yakin Kezia mau menanggapi pembicaraannya kali ini. “Kami baik baik saja,” Jawab Kezia acuh, dia pura pura asik membaca majalah padahal dia sudah membaca majalah di pangkuannya ini tadi pagi, Kezia ingin segera pulang ke mansion Xander, tapi Xander sendiri malah ke ruang kerja Daddynya, pasti membahas bisnis lagi. “Key, Mommy minta maaf jika Mommy dulu tidak menemani kamu tumbuh, tidak menemani kamu setiap hari, Mommy hanya tidak ingin Daddy kamu sendiri, Mommy tidak tau jika apa yang Mommy lakukan membuat kamu terluka,” Ucap Natarina penuh dengan penyesalan, Natarina tidak tau jika apa yang dia lakukan dulu membuat anaknya terluka, kalau dia tau bakal seperti ini, meding dia hidup biasa saja namun dia bisa bersama dengan anak dan suaminya, tanpa harta sebanyak ini, namun hubungannya dengan anaknya renggang seperti ini. “Tidak perlu menyesal, semuanya sudah terjadi, tohhh dengan adanya Mommy di samping Daddy setiap saat membuahkan hasil, perusahaan Daddy berkembang di mana mana, lupakan Kezia, karena Kezia tidak lebih berharga dari pada perusahaan itu, Kezia hanya seorang anak yang nakal, bandel, susah di atur, hingga membuat kalian menyarah mengurus Kezia, dan menikahkan Kezia dengan Xander, aku tidak papa, aku baik baik saja, semoga hal ini tidak terulang pada anak ku, cukup aku yang merasakan kesepian, tanpa orang tua di sampingnya, selamat malam Nyonya Natarina.” Kezia pergi meninggalkan Natarina, Natarina menangis dalam diam, dia menyadari bagaimana rasanya kesepian, rasanya sendirian, dan tanpa dia sadari Kezia mengalami semua itu, ya Natarina memang bersalah, dia lebih mementingkan Orlando dari pada Kezia. Kezia beruntung Tio tadi ikut dengannya menggunakan mobil sendiri, hingga Kezia bisa pulang ke mansion Xander dengan Tio. “Nona Kezia, apa yang terjadi?,” Tanya Tio, ketika dia melihat Nonanya yang tidak behenti menangis. “Tio, apa salah jika kecewa dengan orang tua sendiri?,” Tanya Kezia di sela sela tangisnya, Kezia sudah menangis sedari dia masuk kedalam mobil yang Tio kemudikan ini. “Nona, kecewa dengan orang itu boleh, karena manusia tidak ada yang sempurna, namun sebisa mungkin jangan kecewa dengan orang tua, karena orang tua sudah membesarkan anaknya sekuat tenaga, jangan seperti saya yang menyesal karena mengabaikan orang tua saya, hingga saya tidak tau jika orang tua saya meninggal dunia, saya tidak tau apa masalah yang sedang Nona Kezia hadapi, namun, sebisa mungkin segera berbaikan dengan orang tua, bicarakan baik baik dengan Tuan dan Nyonya, saya yakin Nona Kezia bisa mengatasi masalah ini.” Jawab Tio, padahal Tio tau betul apa yang Kezia alami, apa yang kezia rasakan dalam kesendiriannya saat kedua orang tuanya pergi, bahkan balapan, clubing, hanya peralihan kesedian Kezia. “Tio putar balik….” Perintah Kezia, Tio segera memutar mobilnya, kembali ke mansion Orlando. *** Kezia langsung memeluk Natarina, ketika Kezia sampai di mansion Orlando, karena Orlando, dan Natarina sedang berada di teras mansion, dan Xander yang ingin masuk kedalam mobil, namun mengurungkan niatnya ketika melihat mobil Tio yang kembali masuk kedalam pekarangan mansion milik Orlando. “Maafin Kezia Mom, Kezia minta maaf,” Natarina membalas pelukan Kezia, dan mereka menangis bersama.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD