Author Pov.
Kezia sudah merasa kenyang, dia memutuskan untuk pulang, namun dia melihat Baim sedang duduk tidak jauh dari tempatnya. Kezia ingin menyapa Baim, tiba tiba pelayan datang ingin membereskan meja Kezia, dia juga membawa sebuah kertas yang dia selipkan pada tangan Kezia, Kezia melirik Baim, sedangkan Baim hanya mengangguk sekilas.
Kezia membuka lipatan kertas dari Baim.
“Nona, anda sedang di cari Tuan Orlando, sebaiknya anda pulang dengan baik baik, jika tidak ingin pengawal SS mencari anda, dan Nona tau apa konsekuansinya jika Tuan Orlando menyuruh pengawal SS mencari anda.”
Kezia meremas kertas yang berada di tangannya, dia segera pergi dari kedai es cream, tidak lupa untuk membayarnya makanannya sebelum dia pergi.
Kezia pulang kemansion milik Xander, para pengawal dan pelayan yang sedang bersantai kaget melihat Kezia datang.
“Nona, apa yang terjadi?,” Tanya Agita ketika melihat Kezia masuk kedalam mansion dengan mata sembab, sepertinya Nonanya sedang menangis.
“Aku enggak papa, aku hanya ingin istirahat, hubungi Xander jika aku di mansion.,” Kezia segara naik ke kamarnya di lantai dua, dia ingin menyendiri terlebih dulu, sebelum dia menghadapi Orlando dan Xander besok pagi.
***
Xander baru saja masuk kedalam mobil, ketika Ryan mengirim pesan padanya,
“Selamat malam Tuan, Nona Kezia sudah kembali ke mansion dengan selamat.”
Xander segera memacu mobilnya kembali ke mansionnya, jangan sampai Orlando datang terlebih dulu ke mansionnya.
Xander sampai di mansionnya, dia segera naik ke lantai tiga, namun dia tidak menemukan Kezia di kamarnya, mencoba mencari dia semua ruang di lantai tiga namun dia tidak menemukan keberadaan Kezia.
Apa mungkin Ryan berbohong padanya.
Xander turun ke lantai satu, dia ingin menemui Ryan, namun melihat Agita pelayannya sedang menaiki tangga ke lantai dua membawa segelas s**u dan buah, Xander lansung menyusul Agita yang sudah sampai di lantai dua.
Kezia yang berbaring di tempat tidur langsung bangun ketika Agita datang membawa s**u dan buah yang dia pesan.
Setelah menaruh s**u dan buah di meja samping tempat tidur Kezia, Agita segera pergi dari kamar Kezia, Agita yang baru saja keluar dari kamar Kezia kaget ketika melihat Xander berdiri tidak jauh dari tempatnya.
“Selamat malam Tuan,” Agita menyapa Xander, sedangkan Xander tidak memperdulikan sama sekali Agita yang menyapanya.
Xander masuk kedalam kamar Kezia, dia melihat Kezia sedang menikmati buah buahan di piringnya.
Kezia yang melihat Xander masuk ke kamarnya segera meletakkan piring berisi buah buahan ke meja samping tempat tidur.
“Ada apa?,” Tanya Kezia, Xander enggak mungkin mencarinya jika tidak ada hal yang perlu di sampaikan.
“Harusnya aku yang tanya, apa yang kamu lakukan, bagimana bisa kamu marah sama Mommy, apa yang Mommy dan Daddy lakukan itu untuk kamu, bukan untuk orang lain, semua yang kamu miliki hasil dari kerja keras Daddy, ada yang harus di korbankan untuk kesuksesan, bersikap dewasalah, kamu sebentar lagi menjadi seorang Ibu,” Ucap Xander, Kezia yang sudah merasa tenang, kini emosinya seketika naik, di tambah lagi dia sedang hamil hormonnya cepat sekali naik turun, sepertinya Xander tanpa sengaja menyalakan emosi yang berhasil Kezia padamkan.
“Iya,,, semua orang berkata, apa yang di lakukan orang tua demi kebaikan anaknya, tapi apa mereka enggak mikir bagimana perasaan anaknya, kenapa mereka enggak bertanya apa yang di inginkan anaknya, apa mereka menganggap jika anak kecil tidak memiliki hati, apa mereka tidak tau jika anak kecil juga bisa merasakan sakit hati, mungkin bagi semua orang menganggap Mommy dan Daddy orang yang sempurna, keluarga yang harmonis, harta yang melimpah, bahkan Daddy setiap waktu mengembangkan bisnisnya, namun waktu untuk anaknya apakah ada?.
Daddy dan Mommy hanya tau apa yang aku lakukan lewat pelayan, ataupun pengawal, mereka bahkan tidak ada saat aku sakit, mereka bahkan tidak ada saat hari kelulusanku, mereka bahkan tidak bertanya apa yang aku inginkan, mereka menentukan semuanya, bahkan untuk menikahpun sudah dipilihkan tanpa mereka bertanya padaku apakah aku ingin menikah dengan pilihannya atau tidak, kalian semua lebih memikirkan citra public dengan mengumbar kebahagiaan semu, tanpa kalian tau ada orang yang tersakiti setiap waktu,, apa aku harus berurusan dengan beberapa kelompok gangster terlebih dulu hingga Mommy dan Daddy datang, apa aku harus sakarat di rumah sakit terlebih dulu hingga mereka datang?, apa aku harus di culik terlebih dulu baru mereka datang?,” Kezia menangis, airmatanya tumpah, dia memang kuat di luar namun hatinya tidak, hatinya sangat rapuh, hingga menyentuhnya saja harus perlahan dan hati hati agar tidak hancur berkeping keping.
Xander tidak menyangka jika Kezia begitu rapuh, Xander kira Kezia orang yang kuat, orang yang tanggguh, tapi nyatanya Kezia orang yang rapuh, selama ini Kezia menutupi kerapuhannya dengan hura hura, balapan dan hal hal yang di anggap negative oleh sebagian orang untuk menarik perhatian orang tuanya.
Xander segera memeluk Kezia, mencoba memberikan kenyamanan pada Kezia, walau Xander tidak yakin jika pelukannya mampu membuat Kezia merasa nyaman.
Kezia tertidur dalam pelukan Xander, dengan perlahan Xander membaringkan Kezia, menyelimuti Kezia, setelah memastikan jika Kezia tertidur, Xander pergi ke kamar mandi bersih bersih dan mengganti bajunya.
Sementara Petra mendapat laporan dari pengawal yang mengikuti Xander jika Xander sudah kembali ke mansionnya, dan tidak pergi lagi, kemungkinan Kezia memang sudah kembali ke mansion Xander.
***
Pagi ini Xander di buat pusing dengan permintaan Kezia, Xander yang tidak bisa masak di paksa Kezia untuk membuatkan nasi uduk, padahal selama Xander tinggal di Indonesia dia belum mencicipi nasi uduk, sepertinya dia akan meminta Devan untuk membelikan nasi uduk untuknya nanti siang.
Xander mengikuti instruksi dari koki, dari awal membuat nasi uduknya hingga membuat lauk sebagai pelengkap nasi uduk.
Kezia sudah duduk di meja makan menanti nasi uduk buatan Xander, setelah semuanya terhidang di meja makan dengan tampilan yang cukup berantakan namun Kezia tidak memperdulikannya, Kezia mengambil nasi uduknya, telur balado, kering kentang, ayam yang sudah di suwir, dan juga kerupuk.
Xander ikut makan, biasanya Xander hanya membuat roti panggang atau mie instan, kini dia harus membuat nasi uduk.
Xander melihat Kezia yang lahap memakan masakannya, Xander tersenyum, sepertinya masakannya kali ini sukses, namun setelah merasakan bertapa hancurnya masakannya ini, mulai dari nasi uduknya yang asin, telur balado yang pedas, kering kentang yang manis karena kebanyakan kecap manis, semua masakannya tidak ada yang berhasil, namun melihat Kezia yang lahap memakan masakannya seketika Xander menarik piring dan sendok yang berada di hadapan Kezia.
“Kenapa? Aku lapar,” Tanya Kezia ketika Xander mengambil alih makanannya.
“Key, yang aku masak itu racun, tidak ada yang enak sama sekali, aku akan meminta koki untuk masak nasi uduk yang baru,” Xander ingin memanggil koki namun batal karena Kezia sudah menyendok nasi dan lauk kedalam piring baru.
“Kezia, astaga, itu asin, pedas, dan manis campir aduk, kenapa kamu makan?.” Tanya Xander, dia tidak habis fikir bagaimana bisa Kezia makan dengan lahap padahal rasa dari masakannya hancur.
“Ini enak, aku suka, tiap hari kaya gini ya Xander,” Xander hanya geleng geleng, istrinya memang ajaib jika dia sedang nyidam ginil sering sering aja Kezia hamil ya biar Xander terhibur dengan kelakuan absurd Kezia.
***
Orlando datang ke kantor Xander di jam makan siang, beruntung Kezia tidak ikut Xander ke kantor karena ingin istirahat di mansionnya.
Orlando dan Xander duduk berhadapan di sofa, OB datang beberapa saat yang lalu mengantara kopi pesanan Orlando dan Xander.
“Ada apa Dad?.” Tanya Xander, walau Xander tau kemungkinan besar Orlando datang ke kantornya menyangkut masalah semalam.
“Apa Kezia baik baik saja?.” Tanya Orlando.
“Iya Dad, Key baik,” Jawab Xander, tidak mungkin jika Xander mengatakan jika Kezia tadi malam menangis hingga dia tertidur dipelukannya.
“Daddy dan Mommy tidak tau jika Kezia menyimpan lukanya sendirian, Daddy fikir Key baik baik saja selama ini, walau Kezia suka membuat ulah sana sini, ternyata semua dia lakukan untuk menarik perhatian kami, namun kami yang tidak peka pada semua yang Kezia lakukan, Daddy hanya fokus dengan bisnis, hingga membuat Kezia kesepian, sedangkan Nata memang menemani ku, Nata takut jika aku tidak mampu untuk pergi sendiri, apa lagi kamu tau dunia bisnis, ada beberapa orang yang menggunakan wanita sebagai umpan, dengan adanya Nata di sampingku, mampu meminimalisir hal hal seperti wanita panggilan sebagai umpan, namun tanpa aku sadari aku menyakiti Kezia, Kezia kesepian, Kezia sendirian, Kezia pantas marah denganku dan Nata, namun Kezia selamanya akan menjadi anak kesayanganku, anak kebanggaanku, selamanya Kezia cahaya ku dalam kegelapan….