Fake Wedding 2 Part 3 SALAH FAHAM

1717 Words
    Author Pov. Natarina mengadakan makan malam ini untuk syukuran, karena perusahaan Xander sudah kembali seperti semula tanpa adanya kekacauan, juga hamilnya Kezia yang menginjak usia tiga bulan lebih, Natarina mengajak seluruh pegawai yang bekerja di rumah ini untuk makan bersama di taman belakang mansion yang sudah di tata dengan sedemikian rupa. Pitha dan Salsa juga turut hadir karena mereka memang tinggal di Jakarta, karena kuliah mereka disalah satu kampus swasta di Jakarta. “Key, gimana rasanya hamil?,” Tanya Pitha, saat ini mereka sedang duduk di meja makan, acara makan makan sudah selesai beberapa menit yang lalu, pelayan dan semua pekerja sedang membereskan piring, ada juga yang sedang menyiapkan panggangan untuk memanggang daging dan juga seafood. “Rasanya ya nano nano sih,, di satu sisi aku antusias melihat perkembangan Baby dan juga setiap keinginan pasti diturutin, tapi di satu sisinya ya mual muntah morning sickness, dan emosi gue yang berubah ubah kadang bikin gue males mau ngapa ngapain,” Jawab Kezia, sambil memakan pudingnya, sebenarnya dia sudah cukup kenyang namun dia masih ingin nyemil. “Kok gue pengen hamil juga ya,,” Ucap Pitha, Natarina yang berada di samping Pitha langsung menjewer telingan Pitha. “Awww,,, sakit,, aduh sakit,,,” Pitha mengusap usap kupingnya, Pitha segera menoleh ke samping, melihat Natarina yang memandangnya. “Tante kenapa Pitha di jewer sih, sakit tante.” Ucap Pitha. “Lagian kamu, calon suami aja belum punya, masa mau hamil gak boleh nak, pamali kata orang dulu,” Balas Natarina, menasehati Pitha. “Tante Nata, Pitha kan cuma ingin, hanya angan angan saja, hanya khayalan, kalau jaman sekarang sih lihat cowok sixpack di sosial media langsung pada hamil online, boro boro mau hamil, dekat sama cowok aja langsung di sidang Papa sama Mama.” Pitha ingat jika beberapa minggu yang lalu saat pulang ke Jogja mobilnya mogok di dekat kampus UGM, lalu ada orang yang membantunya memanggil montir, dan mengantarkan Pitha hingga ke rumah, namun baru sampai depan gerbang Mamanya sudah sok sok’an angkuh dan tanya ini itu, haduhhh padahal orang itu cuma menolong anaknya saja. “Berarti Arimbi benar benar menjaga kamu, hingga kamu mendapat calon suami yang tepat untukmu.” Jawab Natarina, dia sangat tau bagaimana Arimbi memperlakukan kedua anaknya jiak mereka sudah dekat dekat dengan laki laki yang tidak setara dengan keluarga mereka. “Tapi Tante Nata, kenapa Kezia di bebaskan, milih ini itu, bahkan Kezia bisa benas kesana kemari, tanpa Tante Nata marah?.,” Tanya Salsa yang sedari tadi hanya menyimak pembicarayaan mereka bertiga, memang Salsa masih kecil, namun dia sudah tau jika sepupunya Kezia ini lebih di bebaskan dalam segala hal. “Siapa bilang gue bebas, orang gue sering kabur kok, sampai Mommy dan Daddy kewalahan, dan ya akhirnya gue dinikahkan sama Xander,” Jawab Kezia, yaa walau dulu dia bebas namun dia juga tidak sebebas itu, masih ada Tio yang menjaganya dan menasehatinya. “Iya sih, sekarang ada Xander Kezia cukup jinak.” Pitha tau jika Kezia dulu suka balapan liar, clubbing, bullying, namun sekarang dia hanya di mansion, dan kerja di Yayasan, shoping. “Gimana gue bisa bebas, orang ke kantor aja di kawal, mau jalan di kawal, huhhhh… padahal gue rindu balapan, rindu ngebully orang orang yang sok sok’an kaya raya, gue juga rindu manjat pohon mangga itu,” Tunjuk Kezia pada pohon mangga yang cukup besar, apa lagi daunnya yang rindang cukup untuk menyembunyikan tubuh Kezia, “Seriusan Key, kamu bisa manjat pohon?.” Tanya Natarina tidak percaya, anaknya ini benar benar bertolak belakang dengannya, dulu dia sangat anggun dan sopan, sedangkan Kezia walau dia bisa anggun, namun Kezia lebih suka santai dan lebih ke urakan. “Heemmmm… makannya Mommy di rumah jangan terus terusan ngikut Daddy pergi mulu, kan Kezia dirumah sendirian, Kezia kesepian, makanya Kezia bermain petak umpet dengan pengawal ataupun pelayan,” Jawab Kezia, Natarina memang merawat Kezia sedari kecil tanpa nany sama sekali, namun ketika Orlando harus pergi ke luar negeri bahkan untuk waktu yang lama Natarina selalu menemani Orlando dan meninggalkan Kezia di rumah sendirian, namun insiden penculikan Kezia waktu sekolah dasar cukup membuat Natarina tidak mau meninggalkan Kezia, dan itu hanya bertahan dua tahun. Setelah Kezia kelas dua sekolah menengah pertama, Natarina harus meninggalkan Kezia bersama pelayan dan Pengawalnya untuk menemani Orlando pergi keluar negeri, walau komunikasi mereka cukup lancar namun Kezia jarang membicarakan kegiatannya sehari hari di rumah ataupun di sekolah, jadi Natarina tidak tau apapun kegiatan Kezia di rumah jika dia tidak bertanya pada pelayan, itupu pelayan hanya menceritakan yang baik baik saja tingkah Kezia, padahal aslinya Kezia suka bikin ulah di mansion tiap hari, namun walau begitu semua pelayan dulunya sangat menyayangi Kezia karena mereka tau, Kezia seperti itu karena dia kesepian di rumah sebesar ini. “Key, bukan gitu, Mommy…” Natarina belum menyelesaikan ucapannya namun Kezia langsung memotongnya. “Iya, Key tau kok, setiap ibu juga tidak mau meninggalkan anaknya, itu yang Mommy katakan setiap Mommy dan Daddy berangkat ke luar negeri, bahkan Kezia sampai bosan mendengar perkataan Mommy, nyatanya Mommy meninggalkan anaknya, bahkan menghubungi Kezia aja tidak pernah, Mommy atau Daddy baru menghubungi Key kalau Key sudah bikin ulah, ataupun saat Key harus pura pura sakit untuk kalian bisa perhatian dengan Key,” Kezia segera bangkit dari duduknya, dia sudah tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini, dia tidak ingin mengungkit semua uneg ungenya yang selama ini dia simpan sendiri, selama ini aktingnya sangat baik, Bahagia di depan semua orang. “Keeyyy, bukan gitu nak. Key dengerin Mommy dulu,,,” Kezia tidak mendengarkan Natarina, dia hanya terus melangkah menuju kedalam rumah. *** Orlando dan Xander yang membaur dengan pengawal untuk membakar daging dan seafood langsung mengalihan padangan mereka dari daging yang dibakar, pada istri masing masing. “Dad, ada apa?,” Tanya Xander, Orlando yang tidak tau permasalahannya hanya mengangkat kedua bahunya, tanda dia tidak tau. “Dad, Xander susulin Kezia enggak papakan kalau Daddy yang manggang di bantuin sama pengawal yang lain?,” Tanya Xander. “Iya, enggak masalah kok,” Xander yang sudah mendapat izin dari Orlando langsung berjalan ke rumah. Xander sudah mencari Kezia kekamarnya, namun tidak ada, mencari di lantai satu juga tidak ada sebenarnya Kezia ini kemana sih?. Elmira masuk ke dalam rumah kerena ingin mengambil minum, namun melihat Xander yang berjalan menuju taman maka Elmira langsung bertanya pada Xander. “Kak Xander dari mana?,” Tanya Elmira “El, aku nyari Key, sepertinya dia masuk kedalam rumah tadi, tapi kenapa Kezia enggak ada, dia udah kembali ke taman?.” Tanya Xander pada adiknya, “Belum kak, yang aku tau sih, kak Key marah sama Mommy, El enggak berani ikut campur, makanya El hanya diam menyimak aja pembicaraannya.” Elmira memberi tau Xander jika Kezia dan Mommynya sedang bertengkar. “Emang apa yang mereka bicarakan hingga Key marah pada Mommy?,” Tanya Xander, aneh banget, selama ini Kezia jarang marah pada Mommynya. “Secara singkatnya kak Key itu butuh kasih sayang dari Daddy dan Mommy, namun karena mereka berdua sibuk maka komunikasi anatar mereka renggang, jadi Kak Key merasa jika Mommy dan Daddy lebih mementingkan bisnis dari pada Kak Key.” Xander tidak menyangka jika Kezia dulunya hidup sendirian, apa mungkin karena ini Kezia menjadi wanita yang Tangguh dan mandiri namun kesepian. Artinya tebakan dirinya akan Kezia benar, Kezia akan tertawa Bahagia saat ada orang tuanya, namun itu bukan tawa yang tulus dari hati, namun tawa untuk menutupi luka dalam hatinya. “Yaudah aku mau cari Kezia dulu, kamu coba tanya Daddy apa dia tau tempat favorit Kezia di rumah ini,” Elmira mengangguk, dia yang ingin mengambil air minum, namun tidak jadi. *** Sementara Kezia, dia sedang mengendarai mobil sportnya warna hitam yang di kombinasi warna gold di beberapa tempat agar terkesan lebih glamor dan wow. Bugatti Centodieci memang belum ada dua bulan dia beli, dan Kezia jarang menggunakannya hanya sekali test drive di arena balapan dua munggu yang lalu setelahnya mobil itu masuk ke garasi mansion ini. Kezia mengendarai mobilnya tidak tentu arah, dia hanya menjalankan saja mobilnya, hingga akhirnya Kezia berhenti di sebuah kedai es cream, Kezia memesan es cream jumbo, dan juga ice cocholate kesukaannya, bahkan Kezia juga tidak perduli dengan ponselnya dan watchphonenya yang terus berdering, bahkan Kezia sengaja mematikan ponselnya, sedangkan watchphonenya masih menyala namun Kezia mengabaikannya. Xander, Orlando dan Petra sibuk mencari Kezia lewat cctv yang terpasang di titik lokasi tertentu, namun tidak ada yang tau keberadaannya Kezia, Tio yang mendapat libur, segera datang ke mansion Orlando untuk mencari Kezia, sebenarnya Tio sudah mengetahui dimana keberadaan Kezia, namun Tio ingin memberikan waktu untuk Kezia menikmati me timenya. “Tio, apa kamu tau keberadaan Kezia?.” Tanya Orlando ketika Tio masuk ke ruang kerja Orlando, “Maaf Tuan, saya sedikit terlambat, karena mencari Nona Kezia di tempat tempat yang sekiranya di singgahi Nona Kezia namun saya belum menemukan Nona Kezia,” Tio tidak tau apa yang sebenarnya terjadi karena dia tidak ada disini, namun melihat Kezia yang pergi dari mansion dan tidak mengaktifkan ponselnya berarti ada hal yang serius. *** Natarina masuk kedalam ruang kerja Orlando bersama Pitha, Natarina baru tau jika Kezia pergi tanpa memberitau orang di mansion ini, apa mungkin Kezia marah padanya?, Natarina memang salah lebih mementingkan Orlando daru pada merawat Kezia kecil, bahkan dulu, Kezia lebih dekat dengan nany-nya daripada dekat dengannya. Namun Natarina tidak berfikir apa yang dia lakukan saat itu membuat anaknya sedih dan mersa kesepian tanpa figure orang tuanya. “Orlando, gimana Kezia, apa dia sudah ditemukan,?,” Tanya Natarina, Orlando memeluk Natarina untuk menenangkannya. “Dia belum ditemukan, aku akan menghukumnya jika dia ketemu, dia sudah membuatmu menangis,” Ucap Orlando, Orlando sendiri memang sangat mencintai Natarina, dan siap yang membuat Natarina sedih, menangis, terluka maka mereka harus berurusan dengan Orlando. Natarina tidak menanggapi pekataan Orlando, dia hanya memeluk erat Orlando. “Dad, Xander dan Tio akan mencari Kezia bersama pengawal, mungkin Patra bisa membantu memantau cctv yang ada,” Orlando mengangguk, mendengar usulan Xander. “Kami pergi dulu Dad, Mom,” Xander dan Tio keluar dari ruang kerja Orlando. *** Xander mengendarai mobilnya sendirian, Tio bersama Radit karena Tio tadi mengajak Radit datang ke mansion Orlando. Mobil Xander dan Tio berpencar, Tio tau dirinya terpantau gps dari mobil yang dia pakai, namun mobil Kezia tidak terpasang gps dari SS, namun Kezia memasang sendiri gpsnya bersama Tio, hanya Tio yang bisa mencari keberadaan Kezia tanpa kesulitan.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD