Author POV Alira tersenyum senang menatap gedung-gedung tinggi yang ada di sampingnya. Dia merasa sangat senang karena bisa berada di kota ini. Dia akhirnya akan melihat Athala. Dia sebenarnya terpaksa tersenyum. Alira sebenarnya masih sakit karena kepergian Sean. Tetapi dia memaksakan dirinya. Dan disinilah ia sekarang. Alira kembali menatap jam di tangannya. Dia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Athala. Dia berpikir jika Athala pasti akan sangat senang sekaligus terkejut melihat dirinya. Alira akhirnya bisa tersenyum sekali lagi. Ketika taksi yang ia tumpangi berhenti tepat di depan gedung apartemen Athala. Alira pun langsung memberikan uang kepada supir taksi tersebut dan mengeluarkan kopernya dari dalam bagasi. Jantung Alira sekarang berdegup sangat kencang. Dia tidak t
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


