28

1079 Words

"Makasih Al." Ucap Sean kepada ku. Setelah itu dia kembali menyenderkan kepalanya ke pundak ku. Aku merasa sedikit bersalah. Kenapa aku menerima ciuman dari Sean. Jika Athala mengetahui nya. Dia pasti akan sangat marah kepada ku. "Sean.. Lo akan sembuh kan? Gue kangen main sama adik lo. Kita nanti bisa pergi ke taman bermain lagi. Lo harus cepat sembuh. Gue akan membuat hubungan lo dan Athala kembali membaik. Oke?" Ucap ku kepadanya. Tetapi dia sama sekali tidak membalas ucapan ku. "Lo gak mau gue ajak baikkan sama Athala? Dia itu sebenarnya gengsi An. Dia gak mau minta maaf duluan. Gue tau betul sifat dia." Masih belum ada jawaban oleh Sean. Aku pun langsung menoleh ke arah nya. Dia memejamkan kedua matanya. Aku tersenyum tipis melihat itu. "Sean.. lo tidur? Kalau lo mau tidur lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD