another - 47

1760 Words

Selina berdeham pelan, membuat Cakra mendongak, mengalihkan pandangannya dari minuman di depannya. "Kita mau diam aja kaya gini sampai semua makanan ini habis?" tanya Selina yang agak tidak suka dengan situasi canggung di antara keduanya. "Ya gue harus bicara apa? Kan, lo, yang ajak gue ketemu di sini. Bukannya harusnya lo yang mulai pembicaraan?" "Iya juga, sih. Tiba-tiba gue lupa mau bicara apa. Padahal sebelum ke sini gue udah menyiapkan banyak kalimat buat lo." Cakra menghela napas pelan. "Soal kemarin di acara itu, gue minta maaf karena lancang. Lo suruh gue melakukan sesuatu, ya, gue hanya melakukan apa yang terlintas di otak gue. Kalau lo mau marah karena itu, silakan." Selina menggelengkan kepalanya. "Gue enggak marah, kok. Lagian, cara lo berhasil buat orang tua Hadi memutusk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD