another - 48

1609 Words

Evan masuk ke dalam restoran yang Selina kirimkan alamatnya padanya. Ia mengatur napasnya, menghilangkan rasa gugupnya sebelum bertemu Amanda. Kali ini ia harus gunakan kesempatannya dengan baik karena mungkin ini jadi kesempatan terakhirnya untuk bicara dengan Amanda sebelum wanita itu pulang ke Amerika. Evan menoleh ke kanan-kiri mencari wanita itu, dan, ya, dia manemukannya-Amanda yang sedang duduk di salah satu kursi, memegang gelas berisi minuman berwarna orange. Evan merapikan rambutnya, lalu menarik napas dalam-dalam. Pria itu menghampiri Amanda. "Ekhem," dehamnya membuat wanita itu mendongak. Seperti tidak terkejut dengan kedatangan Evan, Amanda hanya tersenyum tipis lalu kembali menyeruput minumannya. Evan mengernyit. "Sepertinya lo enggak kaget lihat gue yang datang dan bukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD