EPI 5

1251 Words
Keluarga Sheril dan keluarga Danny sedang menikmati makan malam,Sheril yang sudah tahu siapa Danny,meskipun sudah mengenalinya sejak kecil,dia malu bila mengenang kembali kejadian semalam."Danny sekarang sudah punya perusahaan hotel sendiri ya?",tanya papa Sheril pada Danny."Iya om,saya membeli hotel punya paman saya di Bali".Jawab Danny."Oh,kalau om ga salah,sebelumnya hotel itu dibawah pengelolaan ayahnya Adam kan?",tanya papa Sheril lagi."Iya,saya sudah membelinya sejak awal tahun kemarin kerna disana cukup susah untuk memiliki tanah dan membangun hotel yang baru.Lagipula papa Adam jarang sekali datang ke hotel untuk nge-cek kerjaan disana.Ini juga saranan dari papa kok,iya kan pa?",Danny sebenarnya gugup kerna dia merancang untuk memberitahu perkara yang terjadi di Bali diantara dia dan Sheril."Iya,aku melabur 20% saham di hotel nya".Dan mereka menyambung makan malam tersebut. "Pa,ma,om,tante,ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian,tapi tolong kalian jangan berfikir yang tidak-tidak sebelum mendapat penjelasan dari aku",Danny memulakan perbicaraan,Sheril hanya menunduk membisu.Takut?Iya.Sheril sangat takut."Ada apa nak?Memangnya serious banget perkara yang kamu ingin omongin?",tanya mama Danny penasaran."Iya ma,jadi gini,kemarin tu aku sama Adelia....."ayat Danny tergantung."Kamu ngapain Adelia Danny?",tanya mama Danny."Sabar jeng,kita dengarin dulu ya",kata mami Sheril sambil mengelus punggung mamanya Danny.Lalu Danny menyambung semula ayatnya dan ada ketikanya mamanya memukul-mukul belakang anaknya sambil mengucap panjang."Jeng,sabar jeng,sabar,biarkan Danny menghabiskan ceritanya dulu,sabar ya",Sheril sudah menangis senggukan ketakutan.Damien,abangnya Sheril sudah mengepalkan tangannya.Bersedia untuk meninju muka Danny tapi setelah melihat lototan dari papanya,dia segera mencoba menenangkan dirinya.Danny menyambung ceritanya dan setelah itu,dia bangun dan melutut di hadapan papa Sheril."Om,kalau om merasa apa yang aku katakan tadi cuma kata kosong atau kebohongan,om bisa tanya sendiri ke Adelia,dan jujur saja aku akan bertanggungjawab atas kesalahan yang telah aku lakukan pada anak gadis om".Ujar Danny sambil melutut dihadapan papa Sheril."Bangun kamu!!!!",titah om Cakra.'Buuuughhhhh,plak!!!plak!'Satu tumbukan dan dua tamparan keras Danny dapat dari papanya sendiri.Sheril bangun dan coba menghalang dihadapan Danny ketika papa nya mahu melayangkan lagi sebuah tumbukkan."Om!!!Cukup om!!!Kasihan sama Kak Danny,tolong om,aku mohon,stop!!!"Sheril membela Danny,kelihatan mata Danny sudah berkumpul darah di dalamnya dan bibirnya juga sudah mengeluarkan darah akibat ditampar keras oleh papanya."Aku tidak mendidik anakku untuk menjadi pria b*****t seperti ini Daniel!!!Kenapa kamu bisa hilang kendali?Hah?",jerit om Cakra."Om,kalau menyangkut soal hilang kendali,iya kak Danny salah,tapi dalam hal ini Kak Danny tidak salah sepenuhnya,dia pria normal om,aku mohon sama om,tolong berhenti menyakiti Kak Danny,aku sudah memaafkannya om,aku juga setuju untuk dipertanggungjawabkan oleh kak Danny",Sheril sehabis boleh coba menghabiskan ayatnya meski terlihat dia senggukan menangis kerana kasihan melihat Danny di tinju papanya."Papa tahu semua cerita kalian cuma papa masih mencari siapa pelaku sebenarnya dan papa agak kaget kerna om ga menyangka kamu bisa hilang akal sihatmu Danny,benarkan Damien?",papa Sheril membuka mulut dan semua memandang ke arahnya dan Damien sekarang.Awalnya Damien cuma tahu kalau Danny membantu adik nya dari segi menyelamatkannya sahaja tetapi dia tidak tahu sampai Danny bisa menyentuh adiknya sehingga adiknya hilang keperawanan."Iya,tapi kau masih aja salah Danny kerna telah menyentuh adikku".Ujar Damien."Iya bang,aku ngerti aku salah soal tu,tapi seperti yang aku bilang,Adelia dikasi obat peransang,aku juga masih menyelidik siapa yang memberi Adelia obat tersebut.Aku mengaku aku telah melakukan kesalahan tersebut.Aku mohon maaf dari kalian dan aku akan bertanggungjawab atas apa yang terjadi".Danny mengatakannya sambil meringis kesakitan."Sudah,tidak ada gunanya kalau berbaku hantam disini,perkara ini juga sudah terjadi.Siapa lagi yang tahu tentang hal ini?Bagaimana dengan teman-temanmu Sheril?Apa mereka juga tahu?",tanya papa Sheril."Mereka semua lansung tak tahu apa-apa pa,setelah kak Danny bilang ada diantara mereka yang mengkhianatiku,aku lansung ngunci mulut,bersama siapa,dari mana aku muncul,sama siapa aku pulang juga mereka ga tahu".Jawab Sheril."Kalian harus menikah sebelum Sheril mungkin......hamil",ujar papa Sheril.Dia juga sebenarnya memang sudah berniat mau menjodohkan Sheril dengan Danny tetapi tidaklah secepat ini."Iya om,aku mau",jawab Danny semangat.'Plak!!!!'kena lagi.Kali ini dari mama Danny."Dasar kamu ya Daniel!!Sini Sheril,tante mohon maaf bagi pihak Daniel ya sayang.Bagaimanapun tante akan tetap mahu dia bertanggungjawab pada kamu".Ujarnya pada Sheril."Iya tan,aku sudah memaafkan Kak Danny",jawab Sheril sambil memeluk mama nya Danny.Danny menyalami tangan papa Sheril dan Damien tanda meminta maaf,setelahnya dia memeluk papanya dan menangis.Iya,seorang Danny menangis,menangis kerna ini baru kali pertama dia di hajar oleh papanya selama 25 tahun dia hidup."Kamu harus bertanggungjawab Daniel.Jadilah pria sejati.",pesan papanya."Iya pa,aku janji akan menjaga Adelia sepenuh hatiku".Jawab Danny,maka malam tersebut berakhir dengan esakkan tangis dari mami Sheril dan Danny.Malam ini mereka akan menginap di sana kerna rumah Sheril memang dibilang besar. 'Tuk!!tuk!!tuk!!!'.Danny mengetuk pintu kamar Sheril.Sheril membukanya dan mengerutkan dahi melihat Danny dihadapan pintu kamarnya."Boleh aku masuk?",tanya Danny.Sheril melihat ke kiri,ke kanan,takut-takut ada yang melihat.Lalu dia menarik tangan Danny masuk ke kamarnya."Kak,kamu tuh ya,berani-berani nya datang ke kamarku hah?"tanya Sheril berbisik."Lho,kan tadi aku tanya,ya udah kalau kamu ga izinkan,aku keluar sekarang",Danny sengaja mau menyakat Sheril dengan pura-pura mahu keluar."Hey kak!!!Jangan!!Kakak mau apa?",Sheril menarik kembali tangan Danny."Bisa nggak kamu berhenti memanggilku kakak?Sini,aku mau peluk kamu,kangen".Sheril salah tingkah.Dia menggaru-garu belakang kepalanya yang tidak gatal.Muka nya merah."Ihh,kamu tuh ya,baru aja kita masuk ke kamar masing-masing udah kangen".Ujar Sheril dan lansung membiarkan dirinya dipeluk.Danny mulai berani mencium leher Sheril dan Sheril juga tidak bisa menahan desahannya yang secara tidak sengaja terkeluar dari mulutnya ketika Danny memainkan bibirnya di leher Sheril."Shhhh,jangan mendesah baby,nanti ketahuan mereka kalau dengar suara kamu".Kata danny dan malam itu mereka melakukan dengan rela.Beberpa jam kemudian Danny mencuri-curi keluar dari kamar Sheril.Dan lansung ke kamar tamu.Sheril lansung tertidur pulas setelah kelelahan selepas di hajar Danny. Paginya sewaktu Sheril turun dari kamar,maminya dan mama Danny terus meminta dia bersiap untuk ke pejabat agama untuk menguruskan dokumen pernikahan antara dia dan Danny.Untuk hal Danny,papanya sudah meminta suruhannya menyiapkan beberapa dokumen penting dari Indonesia dan segala persiapan berjalan dengan lancar setelah beberapa hari.Hari ini,tepat seminggu sebelum pernikahan Sheril dan Danny,mereka ke salah satu butik langganan keluarga Sheril untuk fitting baju pernikahan dan persandingan.Sheril ditemani danny dan kedua mama mereka.Setelah Sheril mencuba baju pernikahannya,dia keluar dari fitting room untuk mempamerkan pada maminya dan bakal mama mertuanya."Mami,gimana mi?Cantik tak?".Danny lansung menoleh melihatnya dan dia kelu.Matanya tidak berkedip melihat kecantikkan Sheril."Ya ampun sayang,anak mami,cantik sekali".Kata mami Sheril."Iya jeng,ya Allah,cantik banget sayang,pas bangat dengan kamu nak".Pujian demi pujian yang Sheril dapat dari kedua wanita berusia tersebut.Danny??Iya,masih tidak berkedip melihat kecantikkan Sheril."Mas,kamu okay mas?",iya,Sheril sudah belajar memanggil Danny dengan panggilan mas kerna mereka akan bernikah lagi seminggu dan itu juga permintaan dari Danny yang super posesif sejak akhir-akhir ini."I-iya,kamu cantik banget sayang,cantik banget".Berkali-kali Danny mengulangi perkataan tersebut.Dan Sheril juga kelihatan malu dan mukanya merah dipuji calon suaminya.Setelah selesai acara fitting,Danny meminta izin dari kedua mama dan maminya untuk membawa Sheril keluar kencan.Kencan sebelum bernikah katanya.Mereka lansung ke salah satu mall terbesar di kota Kuala Lumpur. "Helia,Adam!!!Itu bukan Sheril ke???Dia dengan siapa tu??Wahhh,siap pegang-pegang tangan lagi,sejak bila sheril ada boyfriend?",tanya Mawar pada Helia dan Adam.Mereka sedang berjalan dan secara tidak sengaja melihat keakraban Sheril dan seorang lelaki kacak.Adam yang melihatnya seperti tidak percaya."Sial!!!Macam mana dia boleh kenal dengan Daniel?Dari mana diorang kenal?Jangan-jangan mereka kenal masa di Bali",ujar Adam dalam hati."Jom kita tegur dia,aku nak tahu juga cerita Sheril ni,bahagia sungguh dia,padahal hari dia balik dari Bali haritu,bukan main mukanya bengkak macam orang baru lepas putus cinta",kata Helia."tak payah,buang masa je,jomlah ke tempat lain!!!",Adam tidak mahu berjumpa dengan mereka.Dia benar-benar merasa mahu meledak melihat mesra nya Sheril dan Daniel,sepupunya.Adam memang tidak terlalu akrab dengan Daniel kerana baginya Daniel mahu merampas kekayaan keluarganya sedangkan Daniel membeli hotel tersebut hasil dari titik peluhnya sendiri setelah beberapa tahun bekerja dibawah kelolaan papanya.Helia dan Mawar berpandangan.Bagi mereka,menjaga perasaan kawan atau sahabat lebih penting makanya mereka menurut saja kehendak Adam yang tidak ingin menyapa Sheril.Tapi Helia tidak bodoh.Dia sepertinya dapat merasakan sesuatu yang tidak beres dengan Adam.Mereka pun berlalu pergi dari situ.'Kau kenapa Adam?Sejak akhir-akhir ni,kau terlalu kasar dan marah kalau aku atau Mawar menyebut nama Sheril',gumam Helia dalam hati.Dia akan menyelidik hal ni dalam diam.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD