POV:SHERIL
"Huarrggggggg.....hmmmmmm....adoi,beratnya kepala aku nihhhhhh",gumamku.'Ini apa atas perutku ni,tangan????Kenapa tangan Helia ada atas perut aku??',kataku dalam hati."Apahal dia peluk-peluk aku ni,buang tabiat ke apa?',kataku lagi."Hel,Helia,angkat tangan kau Hel,beratlah",arahku sambil mencuba mengangkat tangan Helia."Hmmmm,bentar baby,biarkan aku memelukmu sebentar".Besar biji mataku dengar suara lelaki yang bercakap.Lelaki itu yang memelukku."AAAAAAHHHHHHHH!!!!!KAU SIAPA!!!!!!",aku lansung menjerit dan menyepak lelaki disebelahku."Aduh!!!!Ya ampun baby!!!!Saking doongggg!!!"."K-kak Daniel???Kak!!!Kakak kenapa ada dikamarku???Eh???Ini kamar siapa????Ini bukan kamarku!!!".Aku terpana melihat kamar yang aku tempati sekarang.Ini bukan kamarku.Lalu???Ini kamar siapa???Kenapa Kak Daniel tidur denganku???Pelbagai soalan muncul dikepala ku."Aduh,sakit nya kepala",memang kepala aku sangat sakit sebenarnya.Lebih sakit bila melihat aku dalam keadaan begini.'Ini baju siapa?Kenapa aku boleh pakai baju tidur ni???Siapa yang tukarkan aku baju???',aku masih lagi bergumam dalam hati.Menanti jawapan dari Daniel."Kamu benaran ga ingat apa pun soal kemarin malam baby?",tanya Daniel."Baby???Siapa baby??Kenapa kakak memanggilku baby?",tanyaku."Itu kerna aku ga tau namamu.Makanya aku memanggilmu dengan panggilan baby aja.Memang ada yang salah?",sepertinya si Daniel ni masih belum sedar sepenuhnya."KAK,AKU TIDAK MENGENALMU,MALAH AKU BENAR_BENAR TAK INGAT KENAPA AKU BISA ADA DISINI!!!!DENGAN MU!!!TOLONG JELASKAN SEKARANG!!!",aku berteriak sambil membentaknya.Dia lansung bangun dan mencoba menenangkan ku."Ya Allah baby,ampun,ampunkan saya,maaf.Tolong maafkan saya.Kamu semalam mabuk teruk dan saya yang membopongmu pulang,tapi saya tidak tahu dimana kartu kamarmu,jadi saya membawa kamu ke kamar saya aja",astagaaaaaa.Jujur aku benar-benar sakit hati sekarang.Aku mencoba untuk bangun,tapi.....kenapa selangkanganku sakit sekali???Ya Allah,sakitnya.Aku tidak boleh berdiri apatah lagi berjalan.Daniel membantu ku dan aku meminta dia menghantar ku ke kamar mandi.Di kamar mandi aku melihat banyak sekali tanda merah di badanku.'Apa ni????Siapa yang buat aku jadi macam ni?Tak mungkin Kak Daniel,aku perlukan penjelasan',gumamku.Aku keluar dari kamar mandi walaupun selangkanganku masih sakit tapi ok lah dari tadi lansung aku tak boleh bangun."Kak,aku butuh penjelasan sekarang".Daniel terlihat bingung,dia sepertinya tidak tahu bagaimana untuk menjelelaskan apa-apa padaku."Sumpah baby,saya tidak bermaksud untuk menyentuhmu"."MENYENTUHKU???YA ALLAH",aku terduduk mendengarnya,kulihat ada bercak darah di atas cadar katil yang aku tidur tadi.Lantas aku cuba untuk keluar dari kamar tetapi sepertinya tidak boleh kerna perlu ada kad khas untuk masuk dan keluar dari lift tersebut."Kak,aku masih di hotel yang sama kan?Boleh hantarku ke kamarku?",tanyaku dalam keadaan lemah."Bisa tapi kamu bisa nggak tukar baju dulu?Nanti apa kata teman-temanmu."Daniel bertanyakan hal begitu seolah tiada apa yang berlaku antara kami."Aku tak peduli,tolong hantarkan aku sekarang atau kau mahu lihat aku bunuh diriku?",aku mencapai pisau yang ada di atas meja.Sebenarnya itu cuma pisau untuk menyapu butter.Tapi aku asal boleh aja mencapainya."I-iya,baik baik,please taruh kembali pisaunya by,nanti kamu kenapa-kenapa".Katanya.Dia lansung bersiap dengan pakaian penuh dan kami lansung keluar dari kamarnya.
'TUK TUK TUK",aku mengetuk pintu kamarku."Ya Allah Sheril!!!Kau kemana semalam???Puas kami cari!!!Eh??Kau siapa?",Helia melemparkan soalan pada Daniel.Daniel hanya tersenyum kecut."By.kamu ada nomorku bukan?Tolong hubungi aku setelah kamu membaik ya,aku menanti panggilanmu",Daniel mengacak rambut depanku dan dia berlalu pergi.Bermulalah pelbagai persoalan yang keluar dari mulut Helia dan Mawar.Namun,satu soalan mereka pun aku tak jawab dan aku menyambung kembali tidurku kerana kepala ku berat sekali.
Tepat jam 12 tengah hari aku bangun kerana kelaparan.Tapi seketika aku teringat apa yang berlaku tadi.Aku jadi bengong dan sikit demi sikit aku teringat hal semalam.Terakhir yang aku ingat,Ya Allah,aku dan Daniel bersetubuh.Aku menangis semahu-mahunya.Aku bukan anak bodoh,aku tahu ini bukan salah Daniel,tapi aku sakit hati kerna memikirkan siapa yang mengkhianatiku."Halo,halo kak daniel".Aku menelepon Daniel.Aku perlu berjumpa dengannya,untuk meminta dia bertanggungjawab atas apa yang terjadi sewaktu di kamarnya."Hello baby,kamu dimana?",tanyanya."Berhenti memanggilku baby kak,namaku Sheril.Iya aku masih dikamar,boleh kita berjumpa?",tanyaku."Makanya stop manggil aku dengan panggilan KAKAK.Nama aku Daniel atau kamu bisa panggil aku Danny aja.Ya udah,kamu siap-siap ya,nanti setengah jam lagi aku jemputmu di kamar kamu,tadi aku lihat teman-temanmu keluar semuanya".Ouh,mereka keluar dengan tidak mengajakku."Iya kak,eh,Danny,nanti aku siap aku chat kamu ya",aku memutuskan talian.Kenapa mereka keluar tidak mengejutku?Padahal tadi pagi mereka terlihat begitu mengkwatirkan aku.Aku pun bersiap-siap,tidak lama,cuma 20 minit dan aku sudah menghantar chat pada Danny."By!!!TUK TUK TUK!!By,aku udah sampai","Iya Danny,bentar",aku mencapai handbag ku dan berangkat keluar bersama Danny.Tidak pasti kemana arah tuju kami kerna sepanjang perjalanan kami hanya diam."Nanti aku jelaskan semuanya.Buat masa ini,kalau boleh kamu jangan cerita apa pun pada teman-temanmu,kerna menurutku,dan info yang aku dapat,kamu di khianat oleh salah seorang dari temanmu.Tapi itu cuma info,belum tentu tepat atau ga".Danny memperjelaskan sedikit keadaan dan aku tidak masalah soal itu,cuma aku mahu tahu,kenapa aku dan dia sampai bisa bersetubuh."Iya,tapi aku juga butuh penjelasan darimu soal kita,tolong jangan ada walaupun sedikit pun kebohongan",kataku dengan mata berkaca.Aku tidak tahu apakah yang menantiku dimasa depan."Iya baby,insyaallah aku akan menceritakan semuanya,tapi izinkan aku memanggilmu baby ya".Danny tersenyum sambil menyatakan pintanya."Iya,terserah kamu",hanya itu yang mampu aku jawab sekarang.
Jadi,terungkap sudah semua cerita.Danny menceritakannya dari awal kerana cuma aku yang kehilangan akal malam tadi.Tapi masih belum sepenuhnya cuma aku salute pada Danny kerna dia sanggup untuk bertanggungjawab.Siapa dia juga aku sudah tahu.Sepupunya Adam.Hari ini aku ambil keputusan untuk pulang ke Malaysia ditemani Danny kerna dia ingin berjumpa dengan mami dan papa.Ya Allah,semoga papa tak membunuhnya.Amin.Helia dan Mawar sangat terkejut dengan keputusanku tetapi aku tidak mengatakan pada mereka yang aku akan pulang bersama-sama Danny.Cuma Adam,aku hairan kenapa Adam seperti marah terhadapku."Kau kenapa Adam?Dari tadi aku tengok muka kau masam je.Aku ada buat salah?",tanyaku pada Adam,sebenarnya aku masih memerhati tingkah mereka bertiga kerana menurut Danny,salah satu dari mereka yang mencoba untuk memperbodohkan aku.Atau dengan kata kasarnya,pengkhianat di belakangku."Nothing,baguslah kau balik sendiri,tidak menyusahkan sesiapa lagi".katanya,aku sedikit mengernyitkan mataku mendengar ayatnya yang agak pelik.Tapi aku tahan untuk tidak bertanya lebih-lebih."Iya,disebabkan aku tak nak menyusahkan sesiapa,jadi aku pulang awal ya.Ouh ya,sampaikan terima kasihku buat driver yang jemput kita semalam di airport,aku akan ke airport sendirian".kataku lagi."Okay".Okay????Hanya itu jawapan yang aku dapat???Baiklah,sepertinya keadaan sekarang sedang tegang dan aku tidak pasti kenapa.Aku pun berlalu pergi meninggalkan mereka dengan aku sendiri mempunyai tanda tanya di otakku."Kamu okay by?",tanya Danny saat melihat aku termenung jauh dalam pesawat."Memang aku kelihatan banget tak okay nya ya?Aku lagi sedang memikir,apakah kamu akan dibunuh papaku nanti setelah tahu kita sudah gituan?".Tanyaku dengan lancang."Hahahaaaa,kamu ini ya,lucu sungguh.Tenang doanggg,ga mungkin ada yang bakal terbunuh,cuma yang ada nanti,mungkin hati aku yang akan mati,mati rasa buat cewek lain diluar sana,kerna kamu".Danny memang suka mempermainkan setiap perkataanku,ahhh,biar aja,lagipula tak mungkin papa akan membunuhnya,sedangkan dia sudah rela bertanggungjawab.
Kami sudah sampai di Malaysia dan aku kehairanan,dari mana si Danny ni kenal dengan driver papa.Mudah pula tu mereka berjumpa.Bersalam-salaman semua.Dan disinilah kami.Rumah besarku.Ada mami,papa,eh,tapi yang lain-lain ni siapa?"Mami?papa?",panggilku."Nah itu anak udah sampai.Sini sayang.Mami mau ingatkan kamu ke Tante Maria sama Om Cakra(Cakradinata),kamu ingatkan mereka siapa?."Mama???Ayah??",Danny tak kalah kaget melihat orang tuanya disini.Iya,dirumahku.'Ada apa semua ni?',gumamku dalam hati."Iya danny,ini mama sama ayahkamu,kamu kenapa?Nampak setan ya?",tanya ayah Danny.Tadinya kami mau lansung jujur cerita pada orang tuaku tentang apa yang terjadi,nampak gayanya kami harus urungkan dulu setelah melihat mama sama ayah Danny menjadi tetamu rumahku."Jeng,cantik sungguh anak gadismu jeng.Sini sayang,dulu tante terakhir ketemu kamu,kamu tuh masih kecillll lagi,masih ada hingus-hingus lagi,nah,rajin sungguh si Danny bantu kamu mengelapnya",aku dan Danny berpandangan."Kamu Sheril Adelia????Sungguh ni kamu Sheril Adelia????",Danny terus menanyakan namaku."Eh,iya-iya,aku Sheril Adelia.Memangnya kenapa?",bingung,sungguh aku bingung sekarang.Kalau tante sama om Cakra,iya aku masih ingat.Tapi ini Danny.AAhhhhhh,kenapa semua nya terjadi begini???Pusing deh!!!!"Hey Adelia,ini aku!!!!Danny!!!Kamu ga ingat sama aku Adel???",Danny menggoncang bahuku sambil bertanyakan hal seperti itu.Aku melongo melihatnya.Iya,aku ingat,cuma seorang manusia di dunia ini yang memanggilku dengan nama ADELIA.Dia adalah DANNY,bocah nakal yang sering membelaku di saat aku dibuli teman-teman sekolah dasar(kindergarten)."Kak Danny?Iya,aku ingat kak",aku mula memanggilnya dengan panggilan kak dan mataku berkaca-kaca.Lalu aku terus memeluknya dan menangis.Tidak kupeduli semua orang tua kami yang kesemuanya tercengang melihat kami."Woi,nikah dulu!!!Baru boleh peluk-peluk!!!Dasar anak muda!!!",itu siapa???"Abang???Abang Damien???"Danny lansung melepaskan pelukan dan menyosor ke arah abangku.Nampaknya seperti ada acara keluarga besar kami hari ini.Aku urungkan niat utama kami untuk menceritakan masalah besar aku dan Danny buat masa ini.