Perasaan Ayas tengah campur aduk pasalnya Raya akan melahirkan, wajah Ayas pucat pasi karena shock mendengar jeritan istrinya yang tengah dia pegang tangannya itu merintih kesakitan. Wajah Raya dipenuhi keringat, dirinya teringat ibunya yang mungkin sama sakitnya ketika melahirkan dirinya. Raya pun tengah berjuang meregang nyawa untuk mengeluarkan bayinya di dalam perutnya. Ayas tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan ketika berada dalam posisinya itu namun tiga puluh menit kemudian setelah berulang kali Raya mengejan, lahirlah kepala bayi lalu disusul dengan tubuh selanjutnya kaki bayi dan keluarlah bayi laki-laki yang lucu. Ayas diminta untuk menggendong bayi itu dan mengadzankannya, pada awalnya tangan Ayas gemetar ketika menerima bayi itu namun melihat geliat tangan bayi

