Tak bisa menjadi Teman tidur yang baik.

1919 Words
Manda di ruang Steve sekarang, Dia membawa berkas dari kantornya untuk di tanda tangani. "Masuk.."Ucap Steve sambil duduk di sofa warna Coklat tua. Manda masuk ke ruang kerja steve yang luas dengan interior Putih coklat mendominasi terlihat Simpel tapi elegan. "Siapa laki-laki tadi?" Tanya Steve. " Bukankah dia karyawan pak steve?" Manda berbalik tanya. "Ya..Dia Adi Manager pemasaran kantor cabang jakarta, Sepertinya dia mengenalmu" Ucap Steve selidik. "Dia hanya teman lamaku" ucap Manda. "Benarkah hanya teman Lama?" ucap Steve sambil berjalan ke Arah Manda. Manda gugup karena sepertinya Steve tidak percaya perkataannya. Steve Duduk di samping Manda dan memegang Dagu Manda dan membalikkan muka Manda agar menatapnya. Steve mengecup bibir dan terus menjalar ke Kuping Manda. "Ingatlah aku tidak suka seseorang membohongiku atau mencoba menutupi sesuatu yang ingin ketahui" Bisik Steve sambil meniupkan Nafasnya ke Wajah Manda. "Aku tanya lagi siapa Dia?" Tanya Steve sambil terus mencium Tengkuk Manda. "Di..a..Mantan Pacarku" Jawab Manda Jujur. Steve berhenti menghirup tengkuk manda. Dia menjauhkan wajahnya dari tengkuk manda. Menatap lekat Wajah Manda yang terlihat gugup karena kebohongannya ternyata bisa ketahui dengan mudah. Steve merubah posisi duduknya dengan menyandarkan punggungnya ke Sandaran sofa. "Naiklah ke pangkuanku" Perintah Steve kepad Manda. "Tapi ini kantor, Kalau karyawan bapak Curiga bagaimana? "Ucap Manda sambil menggelengkan kepala. "Ruangan ini kedap suara, Jangan membantah" Ucap steve dengan wajah penuh nafsu. Manda berdiri dan Steve mengangkat Rok selutut Manda dan terlihatlah CD manda berwaran hitam. "Buka CD mu" perintah Steve. Kemeja Manda dilepas kancingnya satu persatu-satu. Terpampang Buah d**a yang masih terbungkus Bra warna Hitam. Dengan rasa Ragu Manda melepas CD nya, Sekarang Terlihat kemaluan Manda yang tertutup bulu-bulu halus. "Naiklah" perintah Steve. Manda naik ke Pangkuan Steve dengan Kemaluan terbuka. Steve mencumbui Manda dari Bibir,Leher dan turun ke buah d**a yang sekarang sudah terbebas dari penutupnya. "Ah..Pak..Steve.."Suara desahan Manda.. Manda sangat merasa b*******h karena Steve tak berhenti bermain di p****g Manda yang keras. "Kamu akan Aku Hukum karena telah membohongiku" Bisik Manda di telinga Manda. Manda merasa sedikit takut Akan ancaman Hukuman Steve kepadanya. "Berdirilah" Perintah Steve Kepada Manda. Steve ikut berdiri dan menyuruh Manda duduk di Sofa dengan Kaki naik ke Sofa dan terbuka. Steve meletakan lutut di Lantai dengan Wajah menatap Lubang kemaluan Manda . Jari Steve membuka bibir kemaluan Manda dan sesekali memainkan Ujung kenikmatan di kemaluan Manda. Akh..Akh..em...." Manda mulai mendesah. Steve mulai memainkan lidah di Tengah bibir kemaluan Manda. Terlihat Manda menahan rasa geli dan Nikmat bersamaan sehingga matanya menutup dengan bibir terbuka. "Pak Steve hentikan Ah.." Manda menyentuh rambut Steve dan sedikit menahan kepala Steve. "Hukumanmu baru saja di mulai" Seringai senyum menakutkan terlukis di bibir Steve. Steve terus memainkan lidah dan jarinya untuk memainkan kemaluan Manda. Perih & Nikmat bersamaan sangat menyiksa Manda, k*********a sudah sangat basah Akibat o*****e berkali-kali sehingga sofa Yang diduduki Manda terlihat basah. Steve sepertinya sengaja membuat Manda menderita akibat Pelepasan o*****e berkali-kali. Tubuh Manda terasa sangat Lemas. "Pak Steve tolong hentikan, Saya sudah Tak sanggup lagi" Ucap Manda lemas. Steve membuka celana Kain hitam yang di pakainya tinggal Boxer yang melekat. Steve mengangkat manda dan menggendongnya. Steve menidurkan Manda di meja kerjanya dan menggeser Laptop dan Berkas d mejanya. Membuka Kaki manda dan melepas b***************n yang tertutup Boxer Yang sudah siap memasukin lubang kemaluam Manda. "Akh.."Pekik Manda saat Lubang miliknya di Masuki b***************n Steve yang besar. Steve memacu Gerakan Maju mundur Tubuhnya agar b***************n masuk keluar di lubang milik Manda.tak lama Steve Berteriak Tanda pelepasan benih cinta di Rahim Manda. Steve terkulai di tubuh manda, Manda terlihat sangat kelelahan dengan keringat membasahi kening dan Pakaiannya. Steve mencabut miliknya dari lubang kemaluan Manda dan berjalan menuju Toilet. Manda terbangun dari meja Steve dan merapihkan Bra dan Pakaian yang tak beraturan akibat perbuatan Stave. Merapihkan Roknya dan memungut CD di lantai. Dia berjalan menuju toilet setelah Steve keluar dari toilet untuk membersihkan diri. Tak lama Manda sudah rapi seperti semula, Hanya pakaiannya sedikit Kusut. Manda memberi berkas yang di tanda tangani Steve setelah Selesai Manda Pamit. "Sepertinya Saya akan kembali kekantor Pak, Terlalu lama saya di ruangan bapak pasti mereka curiga. "Baiklah...Aku akan menyuruh supir mengantarmu" Ucap Steve. "Tidak..Usah Pak..Saya kebetulan akan mampir ke Toko Buku sebentar " Jawab manda. "Baiklah.." Steve mengalah. "Manda" Tiba tiba Steve memanggil. "Iya Pak" Jawab Manda. "Aku akan perjalanan Bisnis selama 2 hari ke Lombok, Mungkin Aku tidak bisa ketempatmu" Ucap Steve sambil duduk di kursi kerjanya. "Baik pak Hati-hati" jawab Manda. Manda keluar dari ruangan Steve, Sekretaris Steve memandang Manda heran kenapa Manda lama sekali bersama Pak Steve. Sebelum kembali ke kantor Manda mampir membeli Buku. ***** Ke esokan Harinya.. Manda baru saja pulang dari kantornya Selesai mandi dan berganti baju, Manda memakan Sate Ayam yang dia beli di perjalanan pulang. Manda menyalakan Televisi, Ternyata acara Televisi menayangkan peresmian Hotel di Lombok. Hotel mewah di dekat pantai tersebut di resmikan seseorang yang sepertinya Manda Kenal, Manda membesarkan Volume TV. Ternyata benar Steve pemilik Hotel tersebut dan yang mendampingi Steve yaitu wanita yang sama yang di temui Wanda di Mall waktu itu bersama Steve. Ternyata wanita itu adalah Pacar baru Steve karena Steve dan Wanita tersebut memamerkan kebahagian di depan Media. Steve merangkul wanita itu mesra. Terasa hati Manda sangat sakit dan merasa tidak menyukai apa yang di lihatnya. Ternyata Steve berbohong kepadanya tentang wanita itu. Manda mematikan TV dan Manda memandang Ponselnya sedih. Selama pergi Steve tak sekalipun mengirim pesan atau menghubunginya. Selera makannya hilang, Dia meletakan Makan malamnya di Westafel cuci piring dan memasuki kamarnya. Mencoba merebahkam diri dan menutup mata, Tanpa terasa air mata yang mengalir di sudut mata Manda yang menyiratkan betapa sakitnya hati Manda. Pagi menjelang, Manda terbangun ternyata waktu menunjukan pukul 6 pagi. Dia terbangun dan bersiap untuk kekantor. Mata yang sembab membuat Manda memakai Make Up sedikit tebal untuk menutupinya. Hari ini Manda terlihat murung, Dia mengendarai Sepeda Motornya pelan tapi karena kurang konsentrasi Manda membelokan sepeda motor di pertigaan menuju kantornya secara sekaligus tanpa lampu sen. Bruk.... Manda tertabrak sebuah Mobil, Manda dan sepeda motornya terjatuh ke Aspal melukai Lutut dan siku tangan. Laki-laki dari Mobil Penabrak Manda langsung berlari keluar dan membantu manda yang tertimpa Motornya sendiri. "Maaf mba..Apa mba gk apa-apa?" Tanya Laki laki berjas dan berdasi garis merah abu. "Saya gak apa-apa mas.."Ucap Manda sambil menahan sakit akibat luka di kaki dan tangannya. "Saya bawa mba kerumah sakit ya.." Ucap Laki-laki tersebut. "Gak usah Mas..Saya obatin di kantor aja" Ucap manda. "Tapi mba lukanya parah, Saya antar ya..Nanti motornya bisa saya tolong supir bawa kebengkel" Ucap Laki-laki tersebut. Manda mengangguk dan mencoba berdiri ternyata kaki nya sangat sakit. Manda di papah ke mobil dan supir membantu membuka pintu. "Pak Udi Tolong Bawa motor mba ini ke bengkel, perbaiki yang rusak saya yang tanggung" Ucap laki-laki tersebut dan langsung mengendarai mobilnya menuju rumah sakit terdekat. "Maaf siapa nama Mba?" tanya laki-laki tersebut "Amanda Lestari" Jawab Manda. "Saya Irvan Hermawan" Ucap Irvan memperkenalkan diri. Mereka sampai di rumah sakit dekat kantor Manda. Irvan membantu menurunkan Manda dan memanggil perawat membawa kursi roda. Manda di Bawa keruang perawatan untuk mengobati lukanya. Luka manda di balut perban. Manda di beri obat dan disarankan untuk istirahat. "Saya akan mengantarmu pulang"Ucap Irvan "Saya bisa sendiri Mas" Tolak Manda halus. "Gara gara mobil saya mba terluka, Tolong jangan menolak" Paksa Irvan. "Baiklah" Ucap Manda. Manda di antar Irvan pulang dan memapah Manda menuju Apartemennya. Sekarang Manda sudah di Apartemennya. "Terimakasih sudah menolongku" Ucap Manda. "Tidak usah sungkan, Bolehkan aku meminta no ponselmu?" Tanya Irvan. Manda memberikan No Ponselnya dan Irvan pamit pulang. Manda mengambil Ponselnya di Tas dan ternyata Ada 10 kali panggilan tak terjawab dari Steve. "Ah..Kenapa saat begini dia menghubunginya, Kemana saja dia 2 hari ini?" Gumam Manda dalam hati. Tak lama Steve menghubunginya. "Halo.." Ucap manda. "Kenapa kamu tidak mengangkat ponsel dan kenapa kamu tidak bekerja?" Tanya Steve membabi buta. "Aku Ke.." Manda baru akan mngatakan sesuatu dan terputus setelah mendengar seorang wanita berbicara. "Hai..Sayang kemana kita akan jalan-jalan hari ini" terdengar suara perempuan di Ponsel Steve. Manda mematikan Ponsel, Ternyata Steve bersama wanita lain saat di Lombok. Dia disini sendiri dan terluka, tapi Steve bersenang senang di sana. Manda menonaktifkan Ponselnya karena marah dan cemburu. Dia berjalan terpapah ke kamarnya untuk beristirahat. Dia ingin beristirahat karena merasa tubuhnya terasa sangat sakit. Setelah beberapa Jam tertidur ternyata waktu menujukan Pukul 04.00 Sore Perutnya terasa lapar. Dia memakai Cardigan warna cream dan celana Panjang kain untuk keluar mencari makan siang. Saat akan keluar Apartemennya. Brak.. pintu terbuka dari luar. Ternyata Steve yang masuk ke Apartemen Manda. "Berani sekali kau mengabaikan Panggilan teleponku dan mematikan ponselmu." ucap Steve berteriak Manda marah. "Maafkan Saya Pak..Saya.." Ucapan Manda terpotong. "Cukup..kemarin kamu ingin aku memperhatikamu, sekarang kamu mengabaikan panggilan teleponku. Steve berjalan meninggalkan Manda menuju keluar. "Tapi pak.." Manda menarik lengan Steve dan ternyata steve mendorong Manda. "Ah.." Teriak Manda. Luka di tangan manda mengenai sudut Tembok dan mengeluarkan darah lagi. Manda menangis dan Steve tetap pergi. Steve menuju Basement dan berpapasan dengan Irvan ternyata mereka saling mengenal. "Hai Pak Steve" Irvan menyapa Steve. "Hai Van..Kamu ngapain disini?" Tanya Steve. "Saya mengembalikan Motor yang tadi pagi tak sengaja saya tabrak" Jawab Irvan. Tak lama motor Warna merah di bawa oleh supir Irvan datang. Steve memperhatikan motor Manda. "Bukankah ini motor Manda?" Ucap Steve dalam hati. " Bagaimana Keadaan pemilik Motor ini? Tanya Steve selidik. "Dia seorang wanita bernama Amanda Lestari, Dia terluka di kaki dan tangannya dan Dia tinggal di Apartemen ini" Jawab Irvan. "Apa..Ternyata Manda kecelakaan dan aku malah memarahinya" ucap Steve dalam hati. "Aku mengenal pemilik motor ini, Apa.aku boleh yang memberikan remote motor ini,"? Tanya Stebe "Emm..Baiklah" jawab Irvan. Irvan dan Udi supir nya kembali kemobil. "Tuan apa tidak apa-apa memberikan motor nona itu ke Bapak yang tadi?" Tanya Udi. "Dia pacar baru kak Ira, Tidak apa-apa"Jawab Irvan. Ternyata Irvan adalah Adik Ira Hermawan, Pacar Steve . Steve berlari kembali ke Apartemen Manda, Dia membuka Pintu dan menemukan Manda sedang menangis dan membersihkan lukanya yang terus mengeluarkan Darah. Steve berlutut didepan Manda dan mencium tangan Manda yang sibuk membersihkan lukanya. Manda terkejut dan memandang Pak Steve dengan mata berkaca-kaca. "Pak Steve" ucap lembut Manda. "Maafkan aku terus melukaimu" Ucap Steve. Manda menangis dan Steve memeluknya. "Maafkan Aku Manda, Maafkan aku" ucap Steve berkali-kali. "Sepertinya kita tak bisa terus bersama pak, Saya selalu merasa terus disakiti baik fisik maupun hati" Ucap Manda. "Saya menyerah, saya akan hidup seperti semula, Hidup sederhana tapi merasa tenang dan tanpa ada rasa sakit hati dan cemburu" Ucap manda sambil terus dipeluk Steve. "Please Manda..Maafkan Aku, Aku sangat menyayangimu" Ucap Steve. Manda bingung, Dia merasa tak sanggup terus merasa disakiti tapi dia juga mulai mencintai Steve dan tak ingin jauh darinya. Manda melepas pelukan Steve. "Apa benar Pak Steve berpacaran dengan wanita itu? Tanya Manda. Steve bingung..Dan akhirnya mengangguk. "Sepertinya kita sudah tidak bisa bersama pak, Besok saya akan keluar dari apartemen ini. Saya memang tidak bisa menjadi teman Tidur yang baik untuk Bapak, Saya merasa perasaan saya tidak baik baik saja saat bapak bersama wanita lain"Ucap manda sambil terisak. "Maafkan Aku Manda, Kumohon tetaplah bersamaku" ucap steve memohon. "Saya tidak Janji, Tapi bila saat nya tiba saya akan keluar dari apartemen ini dan dari kehidupan Pak Steve. Tolong jangan Cari saya" ucap Manda. Steve merekatkan Pelukannya, Rasa sesal di hatinya karena telah menyakiti hati Manda. TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD