Maafkan Mama Nak..Kamu hadir di Rahim yang salah.

1837 Words
Manda mulai memikirkan Apa dia akan melepas Steve atau tidak. Tabungan Manda memang sudah cukup, Uang pemberian Steve selama ini dia tabung agar suatu saat akan membantunya. Manda mulai berpikir Untuk membuka usaha dengan uang tabungannya. Setelah lulus kuliah dia akan kembali ke Kampung halamannya dan berharap ada yang mau menikahinya. Manda sudah mulai tak nyaman dengan hatinya yang mulai menaruh perasaan Pada Steve, Sungguh itu akan sangat melukainya. Karena Manda tahu Steve sudah memiliki kekasih yang sepadan dengannya seorang wanita Matang dan sosialita kelas atas. Sebulan kemudian.. Semenjak Manda Kecelakaan sampai saat ini Steve tidak pernah mengunjungi Manda. Steve sibuk dan bolak balik luar negeri untuk urusan bisnis, Hanya sesekali Steve menghubungi Manda. Manda sudah mulai terbiasa dengan Keadaan ini, Dia tahu hal ini akan terjadi. Ting.. Sebuah pesan.masuk keponsel Manda. "Hai..Bagaimana Kabarmu, Aku Irvan" Manda tersenyum mengingat kejadian bulan lalu bagaimana baiknya Irvan membantunya. "Aku baik..Kabarmu?" Manda membalas. Tak lama Irvan menghubunginya lewat panggilan. "Hai..Ternyata kau mengingatku nyonya manda" Irvan di telepon. "Ya..Aku pasti mengingat teman baik yang menolongku" Jawa manda. "Bagaimana kita ketemu di cafe malam ini, Oke?" Ajak Irvan "Baik jam 7 malam Oke" Manda menyetujuinya. Setelah pekerjaan selesai Manda bergegas ke Cafe tempat janji temu dengan Irvan.Manda mengendari Sepeda motornya daan tiba di Cafe yang ternyata Irvan sudah menunggunya. "Hai..Apa sudah lama menunggu" Sapa Manda saat masuk ke Cafe dan Irvan sudah duduk di kursi dekat jendela. "Baru saja..Silahkan pesan minumanmu" Ucap Irvan memberi Daftar menu. "Aku mau Orange Juice saja" Ucap Manda. Irvan memesan Orange Juice kepada pelayan. "Lama tidak berjumpa, Aku sibuk dengan pekerjaanku dan rencana pertunangan Kakakku" Ucap Irvan mengawali obrolan mereka. "Oia..Selamat untuk kakakmu" Ucap Manda tersenyum. "Aku bingung akan membawa siapa ke Acara pertunangan Kakakku dan Aku teringat gadis manis yaitu Kau Nona Manda" Irvan menggoda Manda. "Panggil Aku Manda, Laki laki tampan seperti mu sangat mudah menemui Wanita cantik kapanpun" Manda balik menggoda Irvan. "Ha..ha..kamu bisa aja, Aku ingin mengajakmu ke Acara pertunangan Kakakku" ajak Irvan kepada Manda. "Benarkah, Apa kamu tidak malu mengajakku ke acara pentingmu?" Tanya Manda. "Hei kau sangat Manis Manda" Puji Irvan Manda tersipu malu dan menyetujui ajakan Irvan. Menurutnya Irvan laki-laki yang baik untuk diajak berteman.Ya..Hanya teman. Manda merasa Pertemanan lebih Baik untuk saat ini. "Besok Lusa acara pertunangan kakakku, dan mungkin hanya acara sederhana karena ini pernikahan keduanya setelah perceraiannya dengan suami pertama." Jelas Irvan. "Baiklah Aku akan hadir" Manda menyetujui ajakan Irvan. Malam semakin larut, setelah berbincang mereka akhirnya pulang. Saat sampai di Apartemennya, Manda terkejut ternyata Steve sudah menunggunya di Sofa sambil meminum kopi. "Apa ini perilakumu selama Aku tak mengunjungimu?" Tanya Steve tanpa menoleh. "Saya hanya bertemu teman dan berbincang, Saya jarang keluar rumah" Manda menjawab gugup. "Bersihkam tubuhmu" Perintah Steve kepada Manda. Manda mengangguk dan berjalan menuju kamarnya. Setelah Mandi, Manda kembali ke Ruang Tv dengan memakai Pakaian tidur tipis tanpa lengan dan panjang di atas lutut. Dengan rambut basah Dan tanpa riasan Manda duduk di Sofa di samping Steve. Steve memang sedikit Dingin kepadanya, tapi Steve masih mengirim sejumlah uang kepada Manda dan hal tersebut menjadi alasan Manda masih melayani Steve. "Apa Pak Steve Marah?" Tanya Manda. "Tidak..Itu hakmu" Steve menjawab datar sambil menyesap kopi Hangat di Cangkirnya. Manda tahu Steve mulai berubah, Tak sebergairah dahulu, Mungkin ada penggantinya pikir Manda. Manda sedikit terluka di Hati tapi Dia sudah siap dengan itu semua. "Apa Pak Steve akan tidur disini malam ini" Tanya Manda sambil menatap Wajah Steve. "Ya..Sudah lama aku tidak tidur denganmu" Jawab Steve sambil menoleh ke wajah polos Manda. Manda meletakan kepalanya kebahu Steve, Sepertinya sudah lama Manda tidak bermanja ria dengan Daddy sugarnya ini. Steve Membelai paha halus manda dan tangannya membelai s**********n Manda. Dia memasukan Tangannya ke dalam Balik CD manda. Tanpa perintah Manda melapas CD nya dan melemparnya ke sembarang Arah. Manda Membelai isi celana Steve dan perlahan membuka Resleting Celana Steve. Manda tahu Steve sudah sangat b*******h dengan tanda Batang k*********a sudah sangat keras. Tanpa malu manda mengeluarkan Batang milik Steve dan sekarang sudah terlihat jelas batang berotot. Tanpa Ragu manda memainkannya di dalam mulutnya. "Ah..Manda" Steve meracau akibat menahan gairan. Manda menghentikan permainannya dan beranjak dari tempatnya, Dia sekarang duduk berhadapan dengan Steve Dengan lubang kemaluan terbuka siap untuk di masukin. "Akh.." Manda mendesah saat dia berhasil memasukan Milik Steve ke lubang miliknya. Manda mulai aktif naik turun dan Steve mengimbanginya dengan memegang Panggul Manda. Tak lama Steve mendesah lama tanda pelepasannya. Manda terkulai lemas di Atas Steve dengan batang milik steve masih menancam di Lubang miliknya. "Kau sudah sangat pintar" Puji steve. Manda tersipu malu dan mereka melanjutkan percintaan mereka di kamar sampai pagi menjelang. ***** Hari pertunangan Kakak Irvan tiba, Manda sengaja membeli gaun satin Warna hitam dengan panjang sepangkal lengan bertabur manik di dadanya. Manda merasa tubuhnya sedikit berisi beberapa hari ini jadi gaun yang dimilikinya sedikit sempit. Dipadukan Tas manik warna hitam dan sepatu Heels 3 Centimeter berwarna silver. Rambut di gerai dan riasan dengan lipstik merah menambah kesan seksi. Irvan menunggu di depan Lift dan Manda sudah keluar dari lift, betapa terpesona nya Irvan melihat Manda sedikit berbeda hari ini. "Kau Cantik" Puji Irvan.. Manda tersenyum dengan pipi merona. Mereka berdua sampai di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta, Acara sangat Privasi terlihat pemeriksaan begitu ketat agar tidak sembarang orang masuk. Sepertinya tidak lebih dari 30 orang yang di undang. Sekarang Manda sudah masuk ke dalam ruangan tertutup dengan hiasan Bunga mawar putih yang indah. Manda sesekali menatap Cake-cake yang tersusun rapi dan Manda sangat ingin cepat menikmatinya Manda mengambil Orange juice dan tak lama Suara Pembawa acara terdengar. "Selamat Malam semuanya, Terimakasih telah hadir di acara Pertunangan Tuan Steven Ricardo dan Nyonya Ira Hermawan" Deg.. Manda sangat terkejut mendengar nama Steven Ricardo disebut, Apakah benar dia Steve yang dia kenal.Manda mulai merasa panik dan gelisah. Tangannya mulai bergetar, Dadanya terasa sesak membayangkan tanpa sengaja Manda menghadiri pertunangan orang yang diam diam dia cintai. Tak lama Steve keluar bersama Wanita yang Manda pernah temui di Mall. Ternyata benar Steven yang disebut ada Steve yang selama ini bercinta dengannya, Malah Sehari yang lalu mereka bercinta dengan dasyatnya. Kenapa Steve sangat tega menutupi hal sebesar ini kepada Manda. Manda mulai menjauh dari podium dua insan yang sedang bertukar cincin dan memasangkan Cincin di jari manis masing masing. Sungguh Dadanya begitu sesak, Kepalanya terasa sakit. Irvan terlalu antusias melihat kebahagian kakaknya, sehingga tidak menyadari keberadaan Manda. Manda sekarang di pintu keluar tapi tiba tiba tubuhnya terasa lemas dan pandangannya seperti Remang remang. Manda Bertahan di Dinding tapi penglihatannya mulai buram dan Manda tak tahu apa yang terjadi. Seorang pelayan menyadari ada seorang wanita pingsan di ambang pintu dan langsung memberitahu Irvan. "Tuan wanita yang datang bersama tuan pingsan di Pintu masuk" Ucap seorang pelayan kepada Irvan. Irvan berlari dan melihat Manda sudah tergeletak tak sadarkan diri. "Manda bangun..Hei kamu kenapa?" Tanya Irvan sambil menepuk pelan pipi Manda. Irvan mengangkat tubuh Manda yang pucat menuju mobilnya, Terlihat beberapa pelayan membantunya. Acara tetap berlangsung, Steve tidak menyadari Manda hadir di acara pertunangannya. Irvan meletakkan tubuh Manda di kursi belakang dan melajukan Mobilnya menuju rumh sakit terdekat. Manda di bawa ke Instalansi Gawat darurat, Irvan menunggu di luar ruangan Irvan Panik Manda tiba tiba Pingsan. "Keluarga Pasien atas nama Ibu Manda?" Panggil seorang perawat. "Saya temannya Manda Bu..saya yang membawanya kesini" Jawab Irvan sambil berjalan menuju Ruangan Dokter. "Silahkan Duduk" Ucap Dokter perempuan tertulis di papan nama Ana Margaret. "Iya Dok..Bagaimana kabar Teman saya?" Irvan tak sabar mengetahui Kabar Manda. "Teman Anda hanya kelelahan dan stres jadi daya tahan tububnya Drop, dan Mungkin sampaikan kepada suami dan keluarganya agar menjaga Nyonya Manda karena Pada Kehamilan Trisemeter pertama Rentan stres dan kelelahan" Ucap Dokter Ana menjelaskan. "Apa Hamil Dok?" Tanya Irvan kaget, Karena setahu dia Manda masih Single. "Ya..Saya akan memberi surat rujukan untuk pemeriksaan di Dokter kandungan" Ucap Dokter Ana sambil mengambil kertas rujukan dan memberinya ke Irvan. Irvan seperti tak percaya dan Bingung, Sebenarnya siapa Manda dan siapa Ayah bayi yang dikandungnya. Irvan berjalan ke Ruangan Manda di rawat, Manda terlihat sudah sadar dan di turunkan dari tempat tidur ke kursi Roda untuk di bawa ke Ruang pemeriksaan kehamilan. Irvan terdiam saja melihat Manda dengan wajah pucatnya dan tersenyum kepadanya. "Maaf merepotkanmu untuk kesekian kalinya" Ucap Manda sambil kursi rodanya di dorong perawat. "Iya" Ucap Irvan pelan. "Kita mau kemana Suster?" Tanya Manda. "Keruang pemeriksaan kehamilan Nyonya Manda" Jawab Perawat. "Apa? Kenapa Aku harus di bawa kesana?" Tanya Manda bingung. Tak lama mereka sampai di Ruang Pemeriksaan kehamilan. "Silahkan Nyonya Manda, Ucap seorang Dokter Laki laki. "Kenalkan Nama saya Dokter Aris. "Berbaringlah kita aka cek Bayi anda Nyonya" Ucap Dokter tersenyum. "Bayi?" Tanya Manda kaget. "Apakah anda tidak mengetahui bahwa Anda sedang mengandung Nyonya?" Tanya Dokter. Manda menggeleng tak percaya, Dia mengira telat menstruasi karena akibat meminum Pil pencegah kehamilan tapi ternyata dia mengandung. Manda Menaiki Tempat tidur untuk melakukan USG, Dokter memberi Gel di perut manda dan memainkan sebuah alat untuk memeriksa keadaan Bayi dalam perutnya. "Liat Di layar nyonya, Bayi anda sudah berbentuk walau baru beberapa centimeter saja. Usia kandungan sekitar 5 minggu dan Saat seperti ini sangat butuh nutrisi yang cukup dan Istirahat" Ucap Dokter Manda masih sangat bingung dengan situasinya saat ini. Irvan hanya terdiam melihat Manda yang tampak bingung. Dokter selesai memeriksa dan mempersilahkan Manda kembali ke ruangannya. Sekarang Manda dan Irvan di dalam ruangan. Irvan masih memandang Manda yang terlihat melamun. "Boleh aku tahu siapa Ayah Bayi ini?" Tanya Irvan menyadarkan Manda dari lamunan. Manda menggeleng dan terisak. Dia seperti tidak bisa berpikir jernih apa yang akan dia lakukan, Ada bayi yang tidak di inginkan bersemai di tubuhnya. Manda yakin Steve tidak akan menerimanya. Manda belum sanggup menerima semua ini. Manda terus menangis dan membuat Irvan merasa tersentuh hatinya, Irvan memeluknya dan mengusap lembut punggung Manda. "Jangan cerita sekarang bila kamu tidak mau bercerita, Kita pulang sekarang.Aku akan mengantarmu" Sepanjang perjalanan Manda melamun dan terus menangis, Irvan tau ada yang tidak baik-baik saja dengan Manda Sekarang dia sampai di depan gedung Apartement Manda. Irvan menyentuh tangan Manda menyadarkan lamunan. "Kita sampai, Istirahatlah" Ucap Irvan. Manda mengangguk dan turun dari Mobil Irvan. Berjalan menuju Lift dan masuk ke Apartemennya. "Ah..Kenapa Jadi seperti ini aku tidak menginginkan bayi ini" Teriak Manda memukuli Perut Ratanya. "Hiks..Hiks..Kenapa kamu ada saat semua akan aku akhiri.." Manda menangis sambil meratapi kebodohannya yaitu Mengandung Anak Steve. Manda masuk ke Kamarnya dan tertidur di Ranjang tanpa mengganti Baju. Dia menangis sejadi-jadinya. "Hanya satu cara agar semuanya kembali baik baik saja yaitu menggugurkan janin ini" Ucap Manda dalam hati sambil terus berbaring karena Lelah. "Mama..Mama.." Manda terbangun dalam tidurnya dan bermimpi gadis kecil memanggilnya. "Apa itu bayiku, Tuhan Betapa kejamnya aku membunuh bayi tidak berdosa ini" Ucap Manda sambil mengelus perutnya. "Maafkan Mama Nak..Kamu hadir di Rahim yang salah.." Ucap Manda terisak. Manda Bimbang antara menerima Bayi ini atau menggugurkannya. Manda Yakin tidak akan mau dengan Bayi ini. TBC..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD