Apa Rencanamu..?!

1648 Words
Irvan Shock mengetahui Manda Hamil, Tanpa sepengetahuan Manda dia mulai mencari informasi mengenai Manda. Pertemuan pertama dengan Manda membuat Irvan terpesona, Gadis Manis yang sederhana membuat Irvan sedikit menelisik kehidupan Manda. Yang dia tahu Manda pekerja keras dan sangat jarang bersosialisasi. Dia Jarang bergaul bersama laki-laki, Tapi tiba-tiba Manda hamil. Siapa Ayah yang di kandung Manda?? Pertanyaan itu terus mengganjal di hati Irvan. Sekarang Irvan di rumahnya, Malam semakin larut. Acara pertunangan Kakaknya terlewat begitu saja. "Van..Kamu tega Ya..Ninggalin Acara tunangan Kakak begitu saja.." Ira kakak Irvan langsung menghalau Irvan di depan pintu rumah megahnya. "Maaf Kak..Teman Irvan pingsan dan membawanya kerumah sakit" Jawab irvan tidak bersemangat. "Oke baiklah..istirahatlah" Ucap Ira sambil menepuk pundak Irvan. Irvan akan naik ke kamarnya dan melihat Steve sedang duduk di Sofa Ruang TV, Steve dan Kakaknya terlihat mesra membuat Irvan tersenyum. ***** Ke esokan Harinya.. "Selamat Pagi semua.."Sapa Irvan kepada Steve dan Ira yang sedang duduk menikmati sarapannya. "Pagi.." Jawab Steve sambil menengguk Kopi di cangkirnya. "Pak Steve kenal dengan Manda?" Tanya Irvan tiba-tiba. Steve langsung menoleh ke Irvan mendengar menanyakan Manda. "Dia Staf di Perusahaan kontruksi yang bekerja sama dengan perusahaanku" Jawab Steve datar. "Oh.." jawab Irvan. "Memangnya siapa Dia?" Tanya Ira. "Dia temanku yang pingsan di Acara pertunangan kakak" Jawab Irvan sambil menyuapkan roti selai kacang. Steve kaget mendengar perkataan Irvan, Ternyata Manda hadir di acara pertunangannya dengan Ira. Sebenarnya dia akan mengatakan langsung kepada Manda setelah acara selesai, Dia tidak yakin akan menerima pertunangan ini. Tapi Steve tidak mau membohongi Manda. "Apa temanmu sakit parah?"Tanya Ira. "Dia Hamil" Jawab Irvan. "Uhuk..Uhuk.." Steve tersendak oleh kopi yang sedang di minumnya. "Hei Sayang..Pelan-pelan minumnya" Ira sambil menepuk Pundak Steve. "Dia tidak mau mengatakan siapa ayah bayinya dan itu hak nya" Ucap Irvan sambil terus mengunyah rotinya. Steve sangat terkejut mengetahui Manda sedang mengandung dan itu adalah Pasti Bayinya. Steve berpamitan pada Ira dan Irvan untuk bergegas kekantornya. Sesampai di mobilnya, Supir pribadinya langsung melajukan mobilnya ke kantor. Steve mengambil ponselnya dan menghubungi Manda tapi tidak di jawab. Waktu menunjukan pukul 9 Pagi, Manda pasti di Kantornya. Dia menghubungu Iman atasan Manda. " Halo..Pak Steve Ada yang bisa saya bantu, Pagi sudah menghubungi saya?" Ucap Iman di telepon. "Apa Manda masuk kerja hari ini Pak Iman? Saya menghubungi ponselnya tapi tidak di jawab" Tanya Steve. "Dia sedang tugas lapangan bersama manager Proyek dan Ponselnya tertinggal di Meja kerjanya" Jawab Iman " Baiklah..Jangan bilang saya menghubungi bapak" Ucap Steve mematikan ponselnya. Steve panik Manda Hamil sedangkan dia sudah bertunangan dengan Ira. Steve mencintai Manda tapi Ira tidak bisa diabaikan. Orang tua Ira sangat berjasa dalam kehidupan Steve, Ira juga sangat mencintainya. Dan pertanyaan kenapa Manda bisa Hamil apa dia sengaja atau memang Manda juga tidak menginginkannya. Hari semakin sore, steve datang ke Apartemen Manda. Dia masuk ke Kamar Manda dan memperhatikan ranjang yang berantakan tidak seperti biasanya. Sambil terduduk di ranjang memperhatiak sekitar. Steve melihat Tas pesta Manda dan mengambil kertas yang ternyata hasil test kehamilan dan foto USG. Steve bingung, Di satu sisi Manda pasti sangat menderita karena kehamilannya dan di satu sisi dia tidak bisa membatalkan pertunangannya dengan Ira. Dia menundukan Kepala dengan lengan penopang dagu nya. Tak lama bunyi tombol pembuka kunci pintu otomatis terdengar, Manda masuk dan tidak menyadari Steve menunggunya di kamar. Manda terkejut.. "Pak Steve.." "Kamu bisa jelaskan ini apa?" Steve mengangkat Hasil Test kehamilan dan Foto USG. "Itu..Itu..Ucap manda gugup. "Apa kau sengaja melakukan ini?" Tanya Steve. "Apa maksud pak steve??" Manda bingung dengan pertanyaan Steve. "Dari awal aku sudah melarangmu untuk hamil dan meminum Pencegah kehamilan tapi kenapa kamu sekarang Hamil Hah..Tolong jelaskan" Steve sedikit meninggikan suaranya saat bertanya pada Manda. "Maafkan Saya pak. saya ceroboh, Sepertinya saat kita bercinta di kantor Pak Steve saya tidak meminum obat pencegah kehamilan" Manda dengan bergetar menahan tangis. " Gugurkan bayi itu, Aku akan memberi uang" Ucap Steve. Deg.. Betapa sakit hati Manda, Dengan tega Steve menyuruhnya menggugurkan bayi yang tidak berdosa ini. "Maaf Pak..saya sudah memikirkannya, Saya menginginkan bayi ini tanpa persetujuan bapak sebagai Ayah biologisnya" Ucap Manda sambil terus mengusap Air matanya. "Jangan Gila Manda" Teriak Steve seketika. Manda terhenyak dengan suara Steve yang keras. "Kamu akan menderita memiliki Anak tanpa suami" Steve sambil mendekati Manda dengan Nada bicara yang pelan. "Tidak usah mengkhawatirkan saya pak, Beri saja uang sebanyak mungkin maka saya akan pergi dari kehidupan Bapak sejauh yang saya bisa, Bapak bisa berbahagia dengan Tunangan Bapak" Ucap Manda sambil terus menangis. "Dan saya akan meminta tanda tangan Bapak untuk menyatakan Bapak memutuskan hubungan Bapak dengan Anak ini, Besok saya akan keluar dari Apartemen ini. Saya akan berhenti bekerja sebelum perut saya membesar" Ucap Manda tegas. "Kamu Gila..Manda..Gila..Mana mungkin kamu berani mengambil keputusan ini" Ucap Steve Frustasi. "Bukankah itu yang pak Steve mau, Saya menjauh dari kehidupan Bapak" Manda menatap Steve. "Kumohon pikirkan lagi Manda, Gugurkan kandunganmu" Steve sambil memegang Pundak Manda. " Maaf Pak..Keputusan saya sudah bulat, berikan Uang sebanyak yang bapak bisa untuk saya memulai hidup baru, Saya janji tidak akan pernah menggangu kehidupan Bapak" Manda tegas dengan keputusannya. Steve meninggalkan Manda tanpa Pamit, Manda Masih menangis. Hatinya terluka sangat terluka..Steve ternyata sama dengan laki-laki b******n di luar sana yang hanya ingin menikmati Tubuh wanita sesaat. Tak lama Ponsel Manda berdering. "Halo Manda bagaimana kabarmu, Maaf baru menghubungi" Seseorang Menghubungi Manda. "Halo Risma Aku baik, Aku apa kamu masih Makasar?" Tanya Manda. "Iya sekarang aku di makasar, kenapa Manda Apa kamu sedang menangis?" Tanya Risma. "Boleh aku minta tolong, Carikan aku tempat tinggal dan mungkin tempat untuk usaha? Tanya Manda. "Apa kamu serius? Baiklah aku akan membantumu, Besok aku kabarin lagi" Risma menutup teleponnya. Manda sangat lelah hari ini, Dia seperti tidak sanggup lagi menopang tubuhnya. Dia berjalan ke ranjangnya dan menutup matanya dan berharap besok lebih baik. "Maafkan Mamamu Anakku..Memilih Ayah yang tidak bertanggung jawab. Kita akan berjuang bersama mulai hari ini tanpa Ayahmu sekalipun" Manda mengelus Perutnya sambil memejamkan mata. ***** Hari Sabtu di mana Manda libur dikantornya, Dia memakai kesempatan ini untuk mengemas barang Pribadinya. Tak ada satupun Barang di Apartemen ini yang dia bawa, Hari ini dia akan keluar dari apartemennya dan keluar dari kehidupan Steve. Dia tidak menyangka akan mengandung Anak Steve, Sedikit menyesal tapi setidaknya dia tidak sendirian. Ada Bayi mungil yang akan menemaninya. Besok dia akan mengajukan surat pengunduran diri, Lebih cepat lebih baik menurutnya. Dia akan pulang ke Rumah orangtuanya setelah itu dia akan ke Makasar untuk menetap disana, Hidup tanpa suami tapi mempunyai anak masih hal yang tabu di Indonesia. Setidaknya dia jauh dari orang yang mengenalnya, Pembullyan padanya dan anaknya akan sedikit berkurang. Saat sedang membereskan pakaiannya, Terdengar ada pesan masuk ke Ponselnya. "Aku sudah mengirimkan uang 150 juta ke rekeningmu, Gugurkan kandungan itu atau aku yang akan membawamu paksa" Isi pesan Steve. "Baiklah" Jawab Manda Singkat. Manda tidak pernah berniat menggugurkan kandungannya, Masa bodoh dengan Ayahnya yang Br*****k tidak mau bertanggungjawab. Rasa lapar melanda, Dia lupa dari pagi belum ada makanan sedikitpun masuk keperutnya. Karena Kehamilannya Manda selalu lapar dan Syukurnya dia tidak merasa Mual sedikitpun. Manda menuju Restoran siap saji, Saat akan membayar dia melihat Kartu kredit yang di berikan Steve. Dia belum pernah menggunakannya, muncul ide untuk membeli perhiasaan untuk dia jual kembali sebagai bekal saat akan melahirkan nanti. Setelah makan dia menuju Ke Toko perhiasan sekitar Apartemennya. Dia membeli perhiasan total 30 juta, Masa bodoh dengan Persepsi Steve dia menjadi cewek materialistis. Manda pulang ke Apartemennya dan memesan Taksi Online untuk membawa barang-barangnya ke rumah Iin. "Halo In..Gw udah d jalan nih.."Manda menghubungi Iin lewat telepon. "Oke..Lu langsung kerumah aja, barang bawaan lu banyak gk?Tanya Iin. "Nggak..Cuma koper aja" Jawab Manda. Manda sampai di rumah Iin, Beberapa hari kedepan dia akan tinggal di rumah Iin karena dia sangat takut Steve memaksanya menggugurkan kandungan. ***** Ke Esokan harinya.. Manda datang kekantor menghadap pak Iman dan memberi surat pengunduran dirinya. "Kamu Yakin akan berhenti bekerja Manda?" Tanya Pak Iman yang duduk di kursi Kerjanya. "Iya pak..Saya akan pulang ke rumah orang tua saya" Jawab Manda bohong. "Baiklah.."Jawab Pak Iman. Manda ijin setengah hari dan pergi ke bank mengambil Semua tabungannya. Semua transaksi di Bank memungkinkan dia terlacak keberadaannya. Manda kembali ke kantornya, Ternyata Dia di panggil Pak Iman. "Bapak memanggil saya" Manda masuk setelah mengetuk pintu. Manda kaget melihat Steve sudah duduk di Sofa Tamu ruangan Pak Iman. "Silahkan Pak Steve, Saya keluar dulu" Pak Iman Pamit sambil berjalan keluar. "Apa Rencanamu?Kamu pergi dari Apartemen dan Menarik uang jumlah besar" Ucap Steve sambil menatap Tajam Manda. "Bukannya Pak Steve mau saya pergi dari kehidupan Bapak?" Jawab Manda dengan wajah menahan tangis. "Aku hanya menyuruhmu mengugurkan Kandunganmu, Bukan untuk pergi..Tolong mengertilah.." Jawab Steve sedikit frustasi. "Saya gak bisa membunuh bayi ini, Saya sangat menginginkan bayi ini Pak. Please jangan paksa saya membuat kesalahan yang lebih besar. Saya berjanji tidak akan mengganggu kehidupan Pak Steve dan saya tidak akan memberitahu Ayah Biologis sampai kapanpun" Manda menangis mengatakan hal yang sangat menyakitkan baginya. "Kenapa kamu bersikeras ingin melahirkan bayi ini?" Tanya Steve lagi . "Karena aku menyayanginya seperti menyayangi bapak" Jawab Manda terisak. Steve berdiri dan memeluk Manda, Dia memang sangat jahat telah sangat melukai hati Manda. "Sekarang apa yang kamu inginkan?" Steve mengelus punggung Manda. "Saya menginginkan Bayi ini, Saya mohon jangan Paksa saya menggugurkannya. Saya janji tidak minta apapun"Jawab Manda. "Baiklah jika itu maumu, Tapi Aku mau kamu jangan pernah pergi dari sisiku" Manda melepas pelukan Steve dan memandang Steve. "Apakah pak Steve mencintai saya?" Tanya Manda bingung. Steve tersenyum dan memandang Manda tersenyum. "Ya..Aku mencintai bahkan sebelum kamu menyadarinya" Jawab Steve yakin. "Bagaimana dengan Tunangan Pak Steve?" Tanya Manda sedih. "Aku hanya membalas budi padanya, Itu saja" Jawab Steve. Manda ternyata salah sangka kepada Steve, Ternyata Steve mencintainya. Tapi Hati Manda masih ada yg mengganjal. Apakah Steve menerima Bayi ini??
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD