Maukah menjadi Pacarku?

2259 Words
Manda Sangat senang mendapat Kiriman uang yang menurutnya sangat banyak. Dia membayar Kuliah, Membayar Kost nya untuk beberapa bulan dan membeli beberapa potong Pakaian Walaupum Manda Bingung kenapa Steve baik kepadanya. Setahu Manda Laki-laki kaya raya menyukai wanita yang seksi dan cantik bukan seperti dirinya yang Sangat sederhana dan jauh dari kata Cantik. Teman wanita di kampusnya ada beberapa yang menjadi Simpanan Om-Om tua. Penampilan Mereka sangat Mewah dan seksi. Ah..Masa Bodoh dengan Kenapa dan Apa yang membuat Steve menyukainya. Manda sangat kesulitan keuangan dan dia hanya mengandalkan dirinya sendiri. Dengan bantuan Steve Manda merasa sedikit tertolong. Hari ini Manda sudah di kantornya dengan Pakaian dan sepatu Kerja baru. Manda tidak pernah berpikir Pak Steve menghubunginya lagi, Dia tidak ingin mempunyai asa yang tinggi di sukai laki-laki kaya raya. Manda sedang menatap Komputernya tiba-tiba Iin datang dan menanyakan perihal Manda makan siang bersama Bos nya Pak Iman. "Da..Kamu gk di apa-apain pak Iman kan kemarin?" tanya Iin tiba-tiba. "Gak lah..Cuma makan siang sm Kolega bisnisnya Aja" Jawab Manda tersenyum. "Oh..Gitu..Tumben Dia ngajak Anak buahnya makan siang" Ucap Iin. Sarah Menaikan Bahunya tanda dia juga tidak tahu, Padahal Manda menutupi kalau Steve yang mengajaknya makan siang. Jam makan siang tiba, Manda keluar dari ruangannya dan makan di kantin kantor. Tak lama Ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk. "Bagaimana kabarmu?" Pesan singkat dari Steve. "Saya Baik Pak, Bagaimana kabar bapak?" Balas Manda. Satu menit..Dua menit..Tak ada balasan. Manda meletakan Ponselnya dan melanjutkan makan siangnya. Setelah makan siang usai Manda balik kembali ke meja kerjanya. Jam menunjukan pukul 05 Sore, Manda bergegas merapikan mejanya untuk segera meninggalkan Kantornya Untuk pulang. Manda berjalan menuju Haltes Bus terdekat ternyata Mobil Sedan Hitam mewah datang dan berhenti. "Manda Ayo naik" Ajak Pembawa mobil tersebut. "Pak Steve?!" Manda memanggil Steve dengan nada terkejut. "Ayo masuk sebelum jalan macet" Ajak Pak Steve sekali lagi. Manda masuk ke dalam Mobil dan Mobil mulai melaju tanpa Manda tahu kemana arah mobil itu. Sepanjang perjalanan Mereka berdua hanya terdiam. Manda sesekali melirik ke jalan dan merasa sangat Asing dengan jalan tersebut. "Kita akan kemana Pak?" Tanya Manda. "Liat nanti" Jawab Steve Singkat. "Astaga mau di bawa kemana gw" Gumam Manda dalam hati. Setelah melihat Petunjuk jalan Tol manda tau Arah mobil Steve,Puncak Bogor. Manda hanya diam dan tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Tiba-tiba Manda berpikir m***m tentang Steve. Jangan-jangan Steve akan menyentuh bahkan menyetubuhinya. Manda Geleng geleng kepala memikirkan hal m***m tersebut. Sekitar 1 jam lebih akhirnya mereka tiba di sebuah Villa mewah. Sepertinya Mereka sudah Hapal siapa yang datang, Hanya dengan membunyikan Klakson Satpam langsung membuka pintu gerbang dan menunduk hormat. Jujur Jantung Manda berdetak lebih cepat dan bertanya-tanya kenapa Steve membawanya ke Villa ini. Manda masih terpana dengan Mewahnya Villa ini. Villa gaya modern nuansa Putih gading dan dengan Jendela kaca yang besar. "Ayo Turun.."Ajak Steve. "Baik pak" Jawab Manda Gugup. Manda turun dari mobil dan berjalan mengekori Steve. "Selamat datang tuan" Ucap seorang Laki-laki yang sepertinya pelayan Villa ini. Steve hanya mengangguk dan Manda ikut mengangguk saat melewatinya. Pelayan tersebut mengikuti Steve. "Siapkan kamar untukku dan buatkan makanan, hari ini aku menginap" Ucap Steve Singkat. Pelayanan mengangguk dan langsung naik kelantai atas. "Pak steve apa kita akan menginap disini? Besok saya harus pergi bekerja disini sangat jauh" ucap Manda panik. Bukannya menjawab pertanyaan manda, Steve mengeluarkan Ponsel dan mendial panggilan keluar. "Halo selamat malam Pak Iman, saya akan mengajak Manda untuk beberapa hari jadi saya mohon ijinkan dia untuk Absen kerja beberapa hari ini" Ucap Steve dan tak lama menutup panggilan teleponnya. "Sudah..Kamu di ijinkan Absen kerja untuk beberapa hari.Cukup" Jawab Steve. Manda Meringis dan menggelengkan kepala tanda Tak percaya Steve seniat itu membawanya kemari. "Ayo kita masuk kekamar untuk berganti Pakaian" ajak Steve dengan santai dan berjalan menuju kamar. "What? kamar..!! Apa Gw akan tidur dengan pak steve? " Guman Manda dalam hati. Manda terdiam dan masih bingung, Semua terasa terburu-buri dan apa Steve menganggapnya wanita panggilan. "Hai..Kenapa kamu diam saja..:Ucap Steve memanggil manda. Manda berjalan di belakang Steve, dan memasuki kamar mewah dengan Interior modern Ranjang dan ruangan yang besar. Manda ragu ikut ke Kamar bersama Steve. Tapi berlaripun tidak ada guna pada saat ini. "Mandilah dan ganti Pakaianmu Pilihlah Pakaian di Lemari ini, semua milikmu" Perintah Steve pada Manda. Manda berjalan masuk ke Kamar mandi untuk membersihka diri. Steve duduk di kursi di depan Tv. Sekitar 10 menit manda hanya memakai Handuk kimono dan berniat mangambil Bajunya di lemari. Tiba-tiba Steve menghampirinya dan menarik dagu Manda dan melumat bibir manda tanpa pamit. Manda terkaget dengan perlakuan Steve dan menangis sambil berlari ke kamar mandi. Steve tau dia mengejutkan Manda, Tapi melihat Manda dengan rambut basah membangunkan hasrat Birahinya yang lama terpendam. Steve masuk ke kamar mandi dan melihat Manda berjongkong dengan lutut dipeluk oleh lengannya di sudut kamar mandi. "Maafkan Aku manda, Aku hanya terlalu terburu-buru. Tapi aku benar benar sangat menyukaimu" ucap Steve sambil mengusap rambut basah Manda. Manda menatap wajah steve dan menghapus Air mata di pipinya.. "Kenapa tuan membawa saya ke sini?" Tanya manda pelan. "Karena aku ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu" Jawab Steve. "Apa tuan akan menyentuh saya?" Tanya Manda lagi. "Tergantung, Kalau kamu mengijinkan aku pasti akan menyentuhmu" Jawab Steve lagi. "Saya takut, Saya pernah di campakan laki-laki setelah dia berhasil mengambil mahkota saya Pak Steve" ucap Manda bercerita soal masa lalu nya. "Aku ingin kamu lebih dari hanya menjadi teman, Aku ingin kamu menjadi menjadi Baby sugarku .Semua kebutuhanmu akan terpenuhi baik Rumah, mobil dan segala materi akan aku beri tapi dengan satu syarat" ucap Steve terpotong. "Aku ingin kamu ada saat aku membutuhkanmu, menyentuhmu tanpa rasa bersalah" Ucap Steve. Manda bingung dengan perasaannya sendiri, Walaupun dia bukan Wanita suci tapi Dia juga bukan wanita penjual tubuh. Tapi di satu sisi dia juga ingin kebutuhan Finansialnya terpenuhi, Walaupun dia bekerja tapi hidup di Ibukota dengan biaya hidup tinggi sungguh sangat melelahkan belum biaya kuliah yang harus di bayar setiap bulannya. Tapi Dia takut keluarga nya tahu kalau dia menjadi "Peliharaan"Om-om hanya untuk materi semata. Manda terduduk di Sofa besar, Steve meninggalkannya. Sekarang Manda berpikir keras mempertimbangkan tawaran Steve. Manda berdiri dan menatap Steve. "Berikan aku berpikir sampai besok" Ucap Manda. Baiklah" Jawab Steve. Manda berganti pakaian dan makan malam sendiri di kamar. Dia sangat lelah dia berbaring Ranjang empuk dan terlelap tidur. Steve tidak tahu keberadaannya. Sinar Matahari masuk melalui Tirai jendela dan berhasil membuat Manda terbangun, Dia membuka matanya perlahan. Tanpa sengaja tangan kirinya menyentuh lengan penuh bulu. Dia terkaget dan langsung terduduk. Manda terkejut ternyata disamping kanannya ada Steve yang pulang tertidur hanua dengan kaos polos Abu. Manda langsung melihat pakaian yang dia pakai. Ternyata semua masih Lengkap, Dia bernafas lega ternyata Steve menepati janjinya untuk tidak menyentuhnya tanpa ijin. Dia memandang wajah polos steve yang sedang tertidur, Wajahnya memang sudah di hiasi guratan-guratan tanda penuaan. Tapi Di sangat tampan, terlihat gagah dan berwibawa. Seketika Manda tersadar dan menggeleng Kepalanya. "Astaga manda stop..Dia laki laki sangat dewasa bahkan umurnya sama dengan Ayahmu" Gumam Manda dalam hati menyadarkannya dari Pesona Steve yang begitu kuat. Tak lama Ponselnya berdering. Dia beranjak dari kasut untuk menjauhi steve agar tidak terbangun mendengar suaranya. "Assalamualaikum Manda..Ini Mama mu" Ternyata Ibunya yang menghubungi. "Iya Mah....Kok no teleponnya nya gak dikenal, Pakai no telepon siapa?" Tanya Manda. "Pakai No nya pak RT, Mama lagi butuh bantuan kamu. Adikmu Andri gak sengaja nabrak orang pakai motor dan sekarang orang tersebut di rumah sakit. Mereka mau berdamai tapi biaya rumah sakit kita yang biayai. Bapakmu lagi gak punya uang, kalau kamu punya uang boleh Mama minta tolong" Ucap panjang Mama nya Manda. Serasa lemas tubuh manda mendengar musibah yang dialami keluargnya. Uang pemberian Steve sudah habis untuk bayar kuliahnya. "Baik Manda Usahain Ya..Mah.." Jawab Manda bingung. "Paling lambat sore Ya..biayanya sekita 8 juta" Ucap Mama nya manda. "Apa 8 juta..Emmm..Baiklah Manda usahakan Ma.." Ucap Manda lemas. "Apa kah ada masalah?" Tanya Steve tiba-tiba muncul dari belakang tubuh Manda. Manda Tersentak dan sangat kaget ternyata Steve Mendengar percakapannya. "Adik saya Melukai orang lain dan keluarga kami di tuntut untuk membiayai pengobatannya di rumah sakit" Jawab Manda. "Apa perlu bantuan?" Tanya Steve pelan. Manda diam, Ragu menjawab. Dia bukan Wanita yang biasa memamfaatkan keadaan untuk mengambil keuntungan untuk diri sendiri. Tapi Dia juga bingung mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat tidak lah mudah. "Saya akan coba berusaha dahulu meminjam dari kantor tapi saya ragu apakah pinjaman saya akan di terima" Jawab Manda. "Jangan mempersulit diri, Kapanpun kamu bayar Saya tidak masalah" ucap Steve memberi penjelasan. "Baiklah..Maafkan saya pak Yang sudah menyusahkan pak Steve padahal kita baru saling kenal" Ucap Manda terduduk. "Tidak usah sungkan, Saya senang membantumu. Kamu Wanita yang jujur dan baik yang baru saya kenal" puji Steve kepada Manda. Manda tersipu malu dan menundukan wajahnya. Tak lama Steve mengirimkan uang kepada Rekening Manda dengan nominal 20 juta. "Pak steve kenapa mengirimkan uang sebanyak ini, Bagaimana aku bisa membayarnya" Ucap Manda dengan muka sedikit cemas. "Aku tak memaksamu membayar uang itu, Dan kalaupun memaksa kamu ingin membayarnya Kamu boleh menyicil" jawab Steve sambil duduk di Sofa. "Bagaimana tawaran saya semalam, Apa jawabanmu?" Tanya Steve. Belum sempat Manda berpikir tentang bagaimana membayar pinjaman ditambah Steve bertanya soal semalam dia menjadi Baby Sugar. "Saya masih takut pak" Jawab Manda. Kamu boleh menolaknya manda, Saya tidak ingin kamu terpaksa dekat dengan saya" Ucap Steve. "Baiklah saya terima pak, Tapi saya tidak ingin keluarga dan Rekan kerja saya tahu" Jawab. "Benarkah itu?" steve berbalik tanya dengan wajah sedikt tersenyum. Steve mendekati Manda dan mendekatkan wajahnya ke Wajah manda. Manda sangat gugup terlihat dia menutup matanya. "Aku ingin sekali selalu berada berdekatan denganmu, menciummu dan.." Bisik Steve terpotong "Mandilah.." Perintah Steve. Manda langsung membuka matanya. Dia merasa Jantungnya seperti sedang berlari, berdetak tak beraturan. "Baiklah..Saya akan mandi dulu pak" Jawab Manda. Manda berjalan menuju kamar mandi dan tak lama Steve memanggilnya. " Bolehkan Aku mandi bersamamu?" Tanya Steve. Manda membelalakan matanya, Ragu menjawab tapi ada perasaan tidak enak menolak Pak Steve. Entah ada keberanian dari mana, Manda mengangguk dan berjalan ke kamar mandi. Dia mengisi Bathtub dengan air hangat dan menambahkan Sabun Aroma terapi ke dalam Air tersebut. Manda membuka pakaiannya dan masuk ke dalam Bathtub tersebut. Jangan bertanya bagaimana malu dan berdebarnya Manda saat ini. Tak lama Suara Pintu terbuka, Ternyata Steve masuk. Manda merendam tubuhnya dan hanya menyisakan Kepalanya saja. Steve membuka semua pakaiannya. Bathtub yang luas yang didesain cukup untuk 2 orang. Manda tertunduk malu melihat Tubuh Polos Steve. Steve masuk kedalam Bathtub dan mereka kini saling berhadapan. Steve menatap wajah Manda yang menunduk. "Hei..Kenapa kamu terus menunduk?" Tanya Steve pelan. "Saya sangat malu, Ini kali pertama saya Mandi bersama laki-laki" Jawab Manda. Steve mengangkat Dagu manda dan mengecup pelan bibir tipisnya. "Kau akan terbiasa dengan hal seperti manda" Ucap Steve sambil memandang wajah manda. Manda memberanikan diri menatap Steve. Jujur Manda sedikit tertarik dengan Steve. Di usainya nya yang tak lagi muda Steve sangat Tampan, sikap baik dan manisnya kepada Manda membuat Hati Manda Luruh. Steve langsung menempelkan bibirnya tanpa terlepas, Manda mencoba mengimbangi Permainan lidah Steve yang mencoba masuk menyusuri Rongga Mulut Manda. "Akh...." Manda melenguh saat tangan kanan Steve meremas Buah d**a Manda yang tak begitu besar tapi sangat Ranum. Ciuman Steve Turun ke leher dan berakhir di Buah d**a. Steve seperti bayi yang haus. Dia terus menyusui tanpa henti, diselingi Kecupan yang mebuat tanda merah di Buah d**a manda. Tak terhitung lagi berapa banyak Tanda merah hasil karya Steve. Steve menghentikan Kegiatannya, Dan mengangkat tubuh kecil manda dan mendudukan di pahanya. Manda Terkejut Merasakan ada benda mengenai pantatnya. Manda tahu Steve Sudah sangat b*******h, Terlihat dari kegiatannya yang tak henti memainkan Buah d**a Manda sampai Terasa perih. "Aku menginginkanmu Manda" Ucap Steve berbisik. Tanpa Aba-Aba, Steve mangangkat p****t Manda dan memposisikan batang kejantanannya untuk berdiri dan siap memasuki Lubang Kewanitaan Manda. Manda memang sudah pernah melakukannya dulu bersama pacarnya tapi sudah bertahun-tahun dia tidak melakukan senggama dengan siapapun. "Akhhh.." Manda menjerit pelan saat b***************n Steve yang besar memasuki lubang kewanitaannya Terasa perih dan Nikmat sekaligus membuat Manda memejamkan matanya. "Punyamu masih sempit sayang..Sangat Nikmat.Ah..." Racau Steve sambil menurun naikan p****t manda. Suara Cipratan Air Memenuhi Kamar mandi yang luas dan Mewah ini. Manda tanpa malu mendesah dan menjambak Rambut belakang Steve. Steve masih terus menyusui di Buah d**a manda. Steve menghentikan kegiatannya dan menyuruh manda membelakanginya. Manda berdiri membelakangi Steve dan Steve meyuruh badan manda membungkuk. Steve membuka lubang pembuangan Air di Bathtub. Sekarang Tubuh polos mereka berdua terlihat. Steve Menuntun Batang kejantanannya untuk masuk ke Lubang Kewanitaan Manda lewat belakang tubuh. Manda berteriak menahan hentakan demi hentakan yang menggesek dining rahim. Tak lama Steve mengerang dan mempercepat gerakannya. Steve menyemburkan Benihnya ke dalam Rahim manda. Manda terkulai lemas dan b***************n Steve masih di dalam lubang kewanitaan Manda. Pelan-pelan Steve mencabut 'Milik' nya dan berdiri untuk membersihkan diri di Shower. Manda terduduk dengan lubang kewanitaan masih basah dengan Hasil percintaannya. Tak terasa Manda meneteskan Air mata, Dia tidak menyangka akan melakukan Percintaan dengan orang yang baru dikenalnya. Dia berdiri dan Mengambil handuk dan menyusul Steve yang sedang mandi. Manda telah terlanjur masuk ke Lubang permainan Cinta Steve, Maka setidaknya menikmati semua fasilitas yang di beri Steve untuknya sampai Steve melepasnya karena Bosan. Karena Manda tahu Laki-Laki Kaya raya bisa dengan mudah memiliki dan melepasnya. Dan Manda sudah siap untuk itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD