43. Pengorbanan Elang Hitam

2149 Words

Arshaka terbelalak melihat sosok yang saat ini berdiri di hadapannya. Dia tampak seperti seorang pimpinan dari bangsa lelembut. Memakai pakaian seperti seorang pangeran di suatu kerajaan antah berantah. Dengan mata yang begitu tajam menatap, rambutnya gondrong, bertubuh tinggi kekar, dan dia terlihat seperti seorang pemuda seusia dengan Arsakha. Sorot matanya yang tajam itu tidak berkedip menatap Arsakha. Hingga Arsakha merasa bahwa sosok itu marah karena ketenangannya terusik oleh kehadiran Arsakha dan juga penduduk Desa yang lainnya, saat babat alas untuk pembukaan jalur menuju Sendang Windur. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka saat mereka saling menatap penuh dengan misteri. Arsakha tidak ingin berlama-lama memiliki suatu pertanyaan yang mengganjal di dalam hatiny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD