Pasca Pisah

2382 Words

Aku berlari di sepanjang jalan yang sepi, tenggelam dalam pikiranku sementara tubuhku bergerak cepat. Entah sudah berapa puluh menit aku berada diluar bergelut dengan angin malam. Melakukan jogging di pukul dua pagi adalah pilihan tergila yang baru kali ini aku lakoni tapi efektif untuk menyegarkan diri setidaknya. Alasan mengapa aku memilih waktu ini karena Elvern pastinya sudah tidak ada disekitarku, pria itu pasti tidak akan pernah mengira bahwa aku akan keluar dalam suasana larut. Ini adalah hari yang entah keberapa sejak terakhir kali aku mendapati Elvern bersama perempuan lain. Sekarang aku sudah tidak tahu harus memikirkan apa lagi didalam kepalaku. Lukanya masih ada namun tidak separah awal-awal. Air mataku sudah habis dan mengering untuk menangisi perihal itu, Kecuali di tengah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD