Mata Elvern melebar tatkala dia menyadari bahwa dia mengatakan sesuatu yang semestinya tidak dia ujarkan dari mulutnya. Apa yang dia dengar dari bibirnya barusan seolah-olah seperti dia dengar dari orang asing dan bukan dari dirinya. Dia tidak sengaja mengatakan apa yang ada dipikirannya. Katakan saja yang sebenarnya pada Haleth. Katakan yang sebenarnya pada dia. Kata-kata itu berulang dan membujuk sehingga pada akhirnya dia sendiri jadi terbujuk. Haleth pada akhirnya tetap diam ditelepon, dan Elvern berjuang dengan sia-sia untuk menemukan kata-katanya. “Aku… bukan seperti yang kau pikirkan, Haleth.” “Aku tahu itu.” Mata Elvern sekali lagi melebar sesaat pada jawaban Haleth sampai dia menyadari bahwa barangkali mereka memiliki persepsi berbeda atas pernyataan yang baru saja dia lon

