Serious Problem

2347 Words

“Hei, maaf sekali aku meminta padamu untuk meluangkan waktu lagi.” Idril hanya bisa tertawa hambar selagi menghirup udara malam. Sang wanita yang usianya tidak begitu jauh dengan Haleth itu terbatuk sedikit. Lalu mengeluarkan sapu tangan dari tas tangannya sendiri saat Elvern melirik kearahnya. “Tidak apa-apa. Lagipula itu bukan sebuah kesalahan, jadi kau tidak perlu selalu meminta maaf karena meminta waktuku. Kau kadang memasakanku makanan, bahkan mengajakku untuk mencari udara segar tiap kali kita berdua punya waktu luang. Ini seperti aku tetap mendapati sosok pengganti Haleth saat dia memutuskan untuk menyendiri dan menjauh dariku untuk beberapa saat.” Idril tersenyum, matanya menerawang kearah langit ketika mengujar hal barusan. Kedua orang tersebut kemudian tanpa sadar tiba di seb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD