Danger

2183 Words

Aku berlari secepat yang aku bisa, jantungku berdebar begitu cepatnya. Aku mengelak ketika berada disalah satu sudut, berusaha menjaga langkahku agar tetap tertata meskipun sedang tergesa. Bahkan dalam kondisi berlari aku masih harus mempertimbangkan pilihanku. Haruskah aku pergi area perumahan, yang pastinya akan memuat lebih banyak orang dan akan menjadi pusat perhatian? Ataukah aku harus bersembunyi disebuah tempat terdekat? Tapi sialnya ketika aku berlari melewati gang, aku merasa hatiku begitu tenggelam. Semuanya jadi tampak begitu asing. Aku tidak repot-repot untuk banyak menimbang melihat jalan yang aku pilih ternyata tidak membawaku ke area banyak orangnya. Gara-gara aku terlalu kalut dan larut dalam pikiranku sendiri aku malah memasuki lokasi yang lebih terpencil seolah-olah tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD