Love Line

3145 Words

Selesai mengurus bayi besar (Idril) aku mengambil waktu untuk diriku sendiri. Balkon kamar adalah hal yang aku tuju. Setidaknya dari obrolanku bersama Idril yang setengah mengingau aku bisa menangkap bahwa Elvern tidak mengatakan apapun yang aku khawatirkan. Dia rupanya menyimpan kebenaran itu dan tidak mengambil keuntungan dari hal itu. Aku merasa lega tapi juga merasa sedikit terbebani karena itu. Aneh memang. Aku masih menggenggam ponselku, masih berpikir sebelum benar-benar menindaklanjuti kegelisahan ini dan mengkonfirmasinya sendiri pada yang bersangkutan. Tapi kemudian segalanya tidak tertahankan. Aku menggulir ponselku menuju kotak masuk pesan, yang disana terdapat satu-satunya nomor yang tidak aku beri nama. Memencetnya lama hingga muncul sambungan. Aku mendengarkannya dengan tang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD