Tepat setelah aku mengatur Idril untuk berada di toko, aku tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan dari Elvern. Dia bilang aku harus berada dirumahnya sampai dia pulang. Dia tidak menerima penolakan, bahkan mengancamku segala bila aku berani untuk pulang. Aneh sekali, padahal dia sudah menitipkan kunci bila aku ingin keluar tapi sekarang dia ingin aku tetap dirumahnya. Meski begitu aku tetap menurutinya. Ini juga hal yang aneh mengingat aku tidak mudah untuk menuruti siapapun. Dan niatan untuk pulang kemudian sirna. Dan aku juga meminta maaf pada Idril karena aku akan membatalkan janjiku. Pada akhirnya aku disini, melihat keseluruh penjuru tanpa rasa bosan. Rumah ini terlalu megah, memang nyaman tapi disaat yang bersamaan juga membuatku canggung. Sampai dia pulang dia tidak akan menyentuh apa

