“Aku mencintaimu, Haleth.” “Aku juga mencintaimu Elvern.” Kepingan memori atas apa yang sudah terjadi membuat pria itu tersenyum lembut. Rasanya seperti telah diberkati dan juga dilengkapi. Lalu Tangannya yang pucat menelusuri wajah yang tertidur kelelahan. Pria itu menyapu helaian rambut yang menutupi wajah sang wanita. Haleth tertidur di sampingnya, mata pria itu menatapnya dengan penuh kelembutan seolah apa yang telah mereka berdua lewati adalah sebuah keajaiban. Wanita itu telah berbaring dalam kondisi itu selama tiga jam, tidur dengan berbantalkan pahanya. Elvern hanya menatapnya penuh kasih tanpa niatan sedikitpun untuk membangunkan malaikat kecilnya. Sesekali Elvern hanya menyentuhnya di beberapa bagian, bukan untuk menyalurkan nafsu duniawi tapi lebih pada memberikan bentuk perha

