Alice memegangi perutnya yang terasa seperti ditusuk-tusuk. Seakan diperas hingga mengkerut. Perempuan itu, terduduk lemas saking tidak kuatnya. Dia memegangi perutnya dengan kuat, sembari memeratnya. Sakit sekali, hingga Alice beralih menangisi keadaannya. Dia berteriak dengan lemah. Menyebut-nyebut nama Sagara. Namun, di balik pintu itu, Sagara belum mendengarnya. Hingga, teriakan terakhir dari Alice, membuat Sagara kaget. Laki-laki itu loncat dari kasur. Dia langsung berjalan cepat ke toilet. Sialnya saat Sagara meneriaki nama Alice dari luar, tidak ada suara lagi. Pintunya terkunci, hingga membuat Sagara kualahan untuk membukanya. Cara lain adalah mendobrak pintu itu. Dan, Sagara berhasil, membukanya. Mata laki-laki melotot saat tahu Alice sudah pingsan dalam keadaan duduk berselonjor.

