33 | Kita Menikah Untuk Apa

1861 Words

Deman Pandu mulai turun 5 jam setelah dia minum obat dan tidur. Dengan kondisi begini, dia masih menolak tawaran bernada acuh tak acuh Ibu supaya dia tidur di kamar dan Ibu lah yang akan gantian tidur di luar. Aku hanya melihat saja saat Ibu mengomeli Pandu tanpa ikut berusaha membujuk. Baru tahu kan Ibu gimana menyebalkannya ‘aku baik-baik saja’-nya suamiku itu. Tanganku yang hendak aku angkat dari kening Pandu, tiba-tiba kaku, pergelangan tanganku ditahan oleh Pandu. Dia menarik lembut tanganku, membawanya turun ke atas dadaanya, bersamaan dengan kedua kelopak matanya terbuka. Saat aku berusaha menarik tanganku, Pandu menahannya makin kuat. “Masih marah?” Aku menarik tanganku lebih kuat hingga akhirnya berhasil lolos. “Masih,” jawabku pendek dan dingin. “Terima kasih masih mau rawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD